Advertisement
Entertainment

Ingin Rebut Gelar Ratu Sinden, Mantan Juara Langgam Persiapkan Diri

Pemilihan Ratu Sinden Nasional 2017 yang digelar majalah LIBERTY pada 28-30 April mendatanh di Surabaya, sangat menarik minat pesinden cantik dan penuh bakat.

TIMES Indonesia,
Ingin Rebut Gelar Ratu Sinden, Mantan Juara Langgam Persiapkan Diri
Nur Hanifah salah seorang peserta Pemilihan Ratu Sinden Nasional 2017. (Foto: CoWasJP for TIMES Indonesia)
A-AA+

SURABAYA Pemilihan Ratu Sinden Nasional 2017 yang digelar majalah LIBERTY dan didukung penuh TIMES Indonesia pada 28-30 April mendatang di Surabaya, sangat menarik minat pesinden cantik dan penuh bakat.

Nur Hanifa, misalnya. Mahasiswi ISI Surakarta ini sangat antusias mencari informasi lengkap tentang perhelatan akbar tersebut. "Ini peristiwa budaya yang langka. Apalagi digelar secara nasional. Selama ini cakupannya hanya selevel kabupaten atau provinsi saja," kata Hani, panggilan akrabnya.

Advertisement

Itulah sebabnya, cewek cantik kelahiran Madiun, 29 Agustus 1992 itu menaruh perhatian ekstra untuk ikut pemilihan Ratu Sinden Nasional 2017. "Saya tidak mengejar nilai hadiahnya semata. Tetapi saya sangat yakin kompetisi tersebut akan membawa berkah baru dan sangat menjanjikan bagi karier pesinden, seperti saya ini," jelasnya.

BACA JUGA: Sinden Masa Kini Tak Cukup Bermodal Cantik Saja

Hani menilai, apresiasi LIBERTY dalam menggelar Ratu Sinden Nasional 2017 patut diacungi jempol. "Bukan hanya 1 jempol, melainkan 2 jempol sekaligus. Bagi kami, inilah kesempatan emas untuk membuktikan diri sebagai pesinden terbaik di Indonesia," ucap anak sulung dari 2 bersaudara itu.

Hani mengaku kini tengah mempersiapkan diri untuk bertarung dalam kejuaraan tersebut. "Saya mulai sering latihan agar tampil bagus pada saat lombanya," alasan dia.

BACA JUGA: Demi Mendongkrak Gengsi dan Popularitas Ribuan Sinden

Advertisement

Hani tidak membantah, ada kekhawatiran jika harus bersaing melawan pesinden-pesinden profesional yang memiliki segudang pengalaman. "Kalau bicara jujur, memang ada groginya, sih. Tetapi saya pupus sajalah kekhawatiran itu. Percaya diri sajalah... haa..haa...," komentarnya.

http://cdn.inatimes.co.id/images/2017/01/22/nur-hanifahtindiHm1.jpg
Foto:CoWasJP for TIMES Indonesia

Sesungguhnya Hani bukanlah wajah baru dalam dunia sinden. Saat di bangku SMP, dia pernah meraih juara dalam lomba langgam. Dan, sejak di bangku SMA dia mulai aktif nyinden. "Yang terpenting sekarang ini adalah melakukan persiapan yang baik. Mumpung masih ada waktu yang panjang," lanjut dia.

BACA JUGA: ''Masih Ada Hari Esok untuk Karier Sinden Saya''

Hani justru merasa surprised lantaran LIBERTY berani menggelar lomba sinden berskala nasional. "Setahu saya tidak ada media yang menaruh perhatian sangat besar terhadap karier sinden, seperti halnya yang dilakukan LIBERTY sekarang ini," ungkapnya.

Pin Eksklusif

Sementara itu Herman Rivai, Ketua Panitia Ratu Sinden Nasional 2017, melanjutkan bahwa LIBERTY akan memberikan pin eksklusif bagi seluruh finalis. "Pin itu sekaligus simbol kebanggaan dan harga diri para finalis. Bisa dipakai kapan saja dan di mana saja. Jadi, para finalis bisa menggunakan gelar Ratu Sinden Nasional (RSN) di belakang namanya. Misal, namanya Hani. Maka bisa menggunakan nama Hani RSN 2017, jika memang tampil sebagai finalis Ratu Sinden Nasional 2017," tuturnya.

http://cdn.inatimes.co.id/images/2017/01/22/nur-hanifa-1TINGiSyn.jpg
Foto:CoWasJP for TIMES Indonesia

Sementara itu Moch Taufiq, Pemimpin Redaksi LIBERTY , menyarankan agar calon peserta segera mendaftarkan diri lebih awal agar mereka tidak kehabisan kuota kepesertaan. Pasalnya, setiap peserta wajib melampirkan surat rekomendasi dari Disparta kabupaten atau kota. "Setiap kabupaten atau kota hanya ada 10 kuota saja," alasannya.

Untuk informasi lengkapnya, calon peserta bisa menghubungi Moch Taufiq di nomor WA 081994916160. "Sejak awal kami ingin mendongkrak popularitas sinden, dan mengapresiasi sinden seperti halnya artis lain. Jadi kami memang ingin menaikkan gengsi pesinden lewat kejuaraan ini," tegas Taufiq.

"Kami sengaja menggelar finalnya di hotel bergengsi, Hotel Singgasana Surabaya, pada 30 April 2017," sambung dia.

Karena itulah LLIBERTY menggandeng 3 orang juri yang berasal dari Surabaya, Solo dan Yogjakarta untuk melakukan penilaian secara objektif. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M
PenulisMoch. Taufiq Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia