Advertisement
Entertainment

Ini Fakta Lain dari Pulau Bikini Bottom dalam Spongebob Squarepants

Bikini bottom kota tempat tinggal SpongeBob dan juga sahabatnya Patrick si bintang laut adalah tempat fiksi yang berdasarkan lokasi nyata di bawah lautan pasifik.

TIMES Indonesia,
Ini Fakta Lain dari Pulau Bikini Bottom dalam Spongebob Squarepants
Bikini Bottom dalam film kartun Spongebob Squarepants. (Foto: The Dot and Line)
A-AA+

JAKARTA Semua orang tahu film anak-anak Spongebob Squarepants. Mengisahkan kehidupan Spongebob si spons yang jenaka bersama kawan-kawannya di Bikini Bottom. Animasi karya Stephen Hillenburg ini telah mencapai 262 episode hingga kini. Namun tidak banyak yang mengerti fakta lain dari tempat tinggal Spongebob, yaitu Bikini Bottom.

Bikini bottom kota tempat tinggal SpongeBob dan juga sahabatnya Patrick si bintang laut adalah tempat fiksi yang berdasarkan lokasi nyata di bawah lautan pasifik. "Bikini Atoll" tempat Amerika Serikat melakukan banyak uji coba senjata nuklir.

Advertisement

Dilansir dari Greenpeace, sudah lebih dari 70 tahun berlalu, pulau karang Bikini masih rusak akibat ledakan uji coba Nuklir. Pada 25 Juli 1946 adalah uji coba kelima, namun jadi yang pertama yang diledakkan di dasar laut. Diperkirakan ledakan memuntahkan dua juta ton air, pasir dan gugusan karang ke berbagai penjuru.

Sebuah survei terbaru pernah dilakukan Universitas Delaware di pulau karang Bikini untuk memahami pengaruhnya kepada lingkungan. Meskipun saat ini tingkat radiasinya sudah jauh berkurang namun masih terjadi masalah lingkungan.

Awalnya masyarakatnya terusir dari rumah leluhur, pulau nan indah dan subur tersebut. Hingga terus secara konstan berpindah dari satu pulau ke pulau lainnya, berusaha menghindari dampak bahan radioaktif yang bertahan selama beberapa dekade. Evakuasi penduduk pulau Rongelap juga pernah dilakukan Greenpeace dengan Rainbow Warrior pada tahun 1985 ke tempat yang lebih aman.

Masyarakat yang hidup di kepulauan yang lebih jauh juga mengalami peningkatan risiko kanker, seperti tiroid dan leukemia. Mereka pun menuntut kompensasi dan tanggung jawab Pemerintah Amerika Serikat yang prosesnya memakan waktu hingga puluhan tahun. 

Wah, ternyata dibalik cerianya Spongebob dan kawan - kawannya, Bikini Bottom menyimpan fakta lain yang menyedihkan ya. Semoga, hal ini menjadi dorongan agar manusia bisa lebih menghargai alam. (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

W
PenulisWidya Amalia Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia