Rajut Kerukunan Lintas Agama, Pemuda Desa Watukebo Gelar Pentas Seni
Kawula muda Dusun Glondong, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi menggelar pentas seni budaya. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Forum Glondong Community (FGC) untuk merajut kerukunan antar beragama di desa setempat.

BANYUWANGI – Kawula muda Dusun Glondong, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi menggelar pentas seni budaya. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Forum Glondong Community (FGC) untuk merajut kerukunan antar beragama di desa setempat.
Dalam pagelaran seni ini, sejumlah atraksi tari dan kesenian musik tradisional setempat ditampilkan. Mengusung tema kerukunan kearifan lokal, para pelaku seni tampil memukau di hadapan para penonton.
"Ini merupakan wadah dari pemuda untuk melampiaskan ekspresi jiwa-jiwa seni mereka," kata Ketua FGC, Wahyu Afiful Haq kepada TIMES Indonesia, Minggu (15/3/2020).
Selain itu, kegiatan ini sengaja digelar sebagai peringatan hari jadi kelompok pemuda setempat. Di mana, dalam kelompok yang beranggotakan ratusan pemuda ini menjadikan FGC sebagai simbol kedaulatan dalam beragama. Mulai dari agama Islam, Hindu, dan Kristen ada di dalamnya.

Masing-masing perwakilan lintas agama berunjuk gigi dengan menampilkan bakat mereka. Mulai dari parade kuntulan, musik gamelan, atau tarian khas tradisional umat Hindu.
"Di sini juga ada teman-teman dari Prada Amertasari. Intinya, untuk menjalin persahabatan dan kerukunan sesama," katanya.
FGC sendiri pertama kali didirikan pada tahun 2014, tepatnya pada bulan Maret. Saat ini, lebih dari 200 pemuda sudah tergabung didalamnya. Dengan segala perbedaan, namun demi sebuah kemajuan desa, tetap memprioritaskan kerukunan serta persahabatan antar sesama.
Menurut Wahyu, acara pentas seni ini sudah diagendakan sejak tahun 2019 lalu. Dengan kemandirian, mereka menggelar swadaya anggota untuk menyukseskan acara pada kali ini. Baik itu dengan berjualan kaos atau melalui kegiatan ekonomi pemberdayaan di dalam kelompok.
"Alhamdulillah, berkat komitmen bersama. Acara ini dapat terwujud," katanya.
Meskipun acara ini diinisiasi oleh kawula muda setempat, namun FGC tidak melupakan peran dari para tetua setempat. Menurutnya, setiap nasihat dan pengalaman dari para orang tua menjadi bekal untuk mereka dalam melangkah ke depannya nanti.
"Kita tetap menggandeng semua pihak. Pemuda atau orang tua. Meski kami bukan aktivis, namun kami ingin sebuah perubahan yang berdampak bagi masyarakat keseluruhan," katanya.
Untuk diketahui, pagelaran pentas seni lintas agama yang digelar oleh Forum Glondong Community (FGC) Dusun Glondong, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi ini, juga diawali dengan senam sehat untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Mengingat, wabah virus Corona saat ini bisa mengancam setiap orang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

