Tayang Perdana, Film Rumah Aya Ramai Apresiasi
Tema parenting masih menjadi pilihan menarik yang disajikan para sineas tanah air. Salah satunya adalah film Rumah Aya yang mulai tayang perdana di Bioskop Kota Cinema Mall, Jember, Senin (1/2/2021) ini. Penayangan film mengundang antusiasme masyarakat, d

JEMBER – Tema parenting masih menjadi pilihan menarik yang disajikan para sineas tanah air. Salah satunya adalah film Rumah Aya yang mulai tayang perdana di Bioskop Kota Cinema Mall, Jember, Senin (1/2/2021) ini. Penayangan film mengundang antusiasme masyarakat, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).
“Film ini memvisualisasikan hubungan antara orang tua dan anak serta pentingnya kepekaan sosial yang harus ditumbuhkan. Sosok orangtua akan membuat rumah menjadi tempat ternyaman untuk pulang. Hal ini lah yang kami angkat dalam sebuah film ini,” ujar Iqbal Amanta, sutradara Rumah Aya.

Film Rumah Aya merupakan tugas akhir Iqbal dan rekannya, Dwi Cahyo di Universitas Jember (Unej). Melalui film ini, mereka menyampaikan berbagai isu penting secara soft selling
Film ini berkisah tentang relasi seorang Ayah (Bari) dan anaknya, Aya yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata.
Hal ini membuat Aya ingin menempuh pendidikan khusus. Namun, keinginan ini bertolak belakang dengan Bari yang menginginkan Aya menempuh pendidikan normal.
Bari berharap agar Aya memiliki pengalaman sosial yang dianggapnya sangat dibutuhkan anak seusianya.
“Saya ingin film Rumah Aya mendapatkan kesempatan bertemu penonton sebanyak-banyaknya, untuk mengerti bahwa rumah bukanlah sekedar bangunan, namun tempat untuk dicintai dan merasa aman,” ungkap Iqbal.
Penayangan film yang terbagi atas 3 sesi ini dibanjiri oleh 270 penonton dari berbagai kalangan, seperti akademisi dan kritikus film, jurnalis juga masyarakat juga dihadiri langsung oleh Rektor Unej, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng dan Kapolres Jember, AKBP Arif Rachman Arifin, S.IK.,M.H.
“Pada awalnya, pemutaran akan dilakukan hanya dalam 2 sesi, namun tiket yang kami jual habis dalam waktu kurang dari 24 jam, melihat animo masyarakat yang sangat besar untuk mendapatkan kesempatan menonton, kami memutuskan untuk membuka sesi ke-3,” ungkap Produser Rumah Aya, Daris Dzulfikar.
Acara yang dimulai dengan rangkaian registrasi, pemutaran film dan diskusi dari pembuat film dan seluruh pemain ini pun dibanjiri apresiasi dari penontonnya.
“Film dari mahasiswa kami sebelumnya juga telah menjadi salah satu film pilihan pada ajang JAFF (Jogja Asian Film Festival). Harapannya pemutaran ini dapat memberikan inspirasi untuk selalu kreatif dalam menghasilkan karya,” ujar Daris.
Harapan besar pascapemutaran perdana juga diungkapkan oleh pihak produser. Yakni rumah produksi Empatbelas Project dan Satu sama Lima Pictures yang akan terus menyajikan konten hiburan edukatif dalam berbagai isu.
“Meskipun ini film terakhir dari rangkaian tugas akhir kami, kami tidak akan berhenti disini. Kedepannya, kami akan menjalankan serangkaian roadshow dan mengikuti festival agar film-film yang kami produksi bisa ditonton lebih luas lagi,” ungkap Daris.
Lebih lanjut, Daris berharap, tema parenting yang diangkat dalam film Rumah Aya bisa menjadi alternatif edukasi bagi masyarakat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

