Kolaborasi Dosen UAJY dan ISI Yogyakarta Ciptakan Metaverse Gamelan
Perkembangan teknologi informasi Metaverse ternyata menarik perhatian sejumlah dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta atau UAJY dan dosen Institut Seni Indonesia atau ISI ...

YOGYAKARTA – Perkembangan teknologi informasi Metaverse ternyata menarik perhatian sejumlah dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta atau UAJY dan dosen Institut Seni Indonesia atau ISI Yogyakarta. Berkat kolaborasi antar dosen dua perguruan tersebut, mereka berhasil menciptakan Metaverse Gamelan.
Bahkan, project ini telah mendapatkan pendanaan Kedaireka. Yaitu, Program Matching Fund oleh Kemdikbudristek RI.
Tim dosen UAJY tersebut adalah Yohanes Priadi Wibisono, Djoko Budiyanto, Clara Hetty Primasari, Mutiara Cininta, dan Thomas Adi Purnomo Sidhi. Sedangkan dosen ISI Yogyakarta yaitu Yohana Ari Ratnaningtyas dan Setya Rahdiyatmi Kurnia Jatilinuar.
Yohanes Priadi menceritakan, untuk mendapatkan pendanaan program ini, awalnya tim ini mengajukan proposal melalui website Kedaireka. Setelah dinyatakan lolos seleksi, langkah berikutnya proses administrasi seperti pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Yohanes Priadi mengatakan, tidak semua orang pernah memainkan alat gamelan. Sebab, peralatan gamelan tidak mudah untuk di bawa ke mana-mana. Padahal, gamelan merupakan salah satu aset bangsa Indonesia. Dari permasalahan tersebut, Yohanes Priadi bersama tim pun memikirkan bagaimana cara untuk melestarikan gamelan digabungkan dengan tren yang ada saat ini. Yakni, dengan membuat Metaverse Gamelan.
Dalam program ini, Yohanes Priadi bersama tim mengembangkan produk digital Metaverse Gamelan sebagai upaya untuk pelestarian budaya seni musik gamelan. Dengan teknologi ini, semua orang dapat mengetahui gamelan merupakan salah satu aset asli Bangsa Indonesia.
“Yang lagi happening saat ini kan metaverse, makanya kita membentuk gamelan ke dalam bentuk virtual atau metaverse tersebut. Melestarikannya dapat, trennya juga dapat,” kata Yohanes Priadi kepada TIMES Indonesia, Kamis (28/7/2022).
Selain itu, penggunaan dana dibagi untuk produksi kerja sama dengan mitra yaitu Arutala. Penggunaan dana juga dilakukan untuk transfer knowledge kepada sejumlah 45 mahasiswa yang terdiri dari Mahasiswa UAJY dan juga Mahasiswa ISI.
Transfer knowledge pun dilakukan secara lintas program studi seperti program studi Sistem Informasi, Teknik Informatika, Akuntansi dan Arsitek dari mahasiswa UAJY serta program studi Karawitan dan Manajemen Seni dari Mahasiswa ISI.
Transfer knowledge dilakukan dengan membuat berbagai rangkaian workshop dengan pembicara dari berbagai pakar, publikasi dengan pembuatan modul ajar agar generasi selanjutnya bisa belajar secara mandiri, dan publikasi internasional. Dana juga digunakan untuk pembuatan produk jadi dan mempatenkan produk tersebut melalui HAKI.
Setelah ini, Priadi dan tim akan mengembangkan terus Metaverse Gamelan ini karena gamelan dari setiap daerah berbeda ragamnya. Seperti, gamelan Jogja, Solo, Bali dan sebagainya.
“Project terdekat baru memfokuskan ke gamelan Jogja, setelah ini tentunya akan memperbanyak jenis gamelan di Metaverse Gamelan tersebut,” tambah Priadi, dosen UAJY ini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

