Mengenal Jeremias, Band Indie Pop Jerman dengan Musik Melankolis Bernuansa Funk
Jeremias, band asal Hannover, Jerman dibentuk tahun 2018. Band ini digawangi Frontman Jeremias Heimbach, gitar Oliver Sparkuhle, bass Ben Hoffmann dan drummer Jonas H ...

JAKARTA – Jeremias, band asal Hannover, Jerman dibentuk tahun 2018. Band ini digawangi Frontman Jeremias Heimbach, gitar Oliver Sparkuhle, bass Ben Hoffmann dan drummer Jonas Hermann.
Berawal dari pertemuan Jeremias dan Olli (Oliver Sparkuhle) pada tahun 2015 di sebuah pesta, akhirnya mereka memutuskan untuk membuat projek musik bersama, nama grup mereka juga berasal dari nama penyanyi mereka Jeremias.
Musik yang memiliki nuansa Disco-Funk seperti Parcels, Tom Misch, Daft Punk menjadi pilihan mereka dalam bermusik bersama.

Pada 28 Mei 2021 mereka merilis album debut mereka berjudul Golden Hour, mengikuti dari awal mereka merilis EP yang berjudul Du musst an den Frühling glauben pada 2019. Pada awal perilisan album Golden Hour, mereka menempati tangga chart nomor 9 Jerman selama satu minggu.
Berbicara mengenai album, melalui interview dengan picky magazine Jerman, mereka mengungkapkan bahwa yang menjadi mood dan warna mereka dalam album ini adalah waran oranye dan merah.
Golden Hour adalah fenomena ketika langit berubah dari merah ke oranye kemudian ke oranye, yang bersifat hangat dan mempunyai efek kilau.
Di album ini dengan mengusung nuansa musim panas dan juga tagline “Orange und Rot fur Immer“ yang berarti selalu tentang oranye dan merah.

Tracklist di album ini sangat cocok jika dinikmati ketika bersantai di pantai dan sedang memikirkan hal melankolis, karena seperti kebanyakan anak muda, llagunya juga bercerita mengenai jatuh cinta dan patah hati.
Jeremias menjelaskan bahwa tanggapan audiens sangat positif karena musik yang ia buat dengan kawan-kawannya easy listening, dan juga die Musik passt zu allem (nyambung ke semua lapisan anak muda).
Jeremias dan Olli berharap bahwa album dan pesan yang ingin sampaikan kepada pendengar tersampaikan, dan bisa berkreasi seperti yang mereka lakukan.
Motivasi dan kreativitas, serta seni merupakan alat yang dipakai band asal Jerman ini menjadi bahan bakar untuk mendapatkan ruang dan atensi agar pesan yang diusung Jeremias berhasil tersampaikan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

