Entertainment

Cerita Heera SKV, Pebisnis Sukses yang Jadi Produser Film Tulah 613

Jumat, 09 September 2022 - 00:25 | 31.22k
Heera Syahir Karim Vasandani saat mengunjungi kantor TIMES Indonesia Jawa Barat. (Foto: Bambang H Irwanto/TIMES Indonesia)
Heera Syahir Karim Vasandani saat mengunjungi kantor TIMES Indonesia Jawa Barat. (Foto: Bambang H Irwanto/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Siapa tak kenal Heera Syahir Karim Vasandani atau Heera SKV? Pengusaha sukses di bidang perlengkapan ibadah ini mencoba dunia baru menjadi produser film. Dia memproduksi film genre horor, Tulah 613.

Heera yang tercatat sebagai CEO Bursa Sajadah ini rupanya tertarik dengan tantangan baru di dunia produksi perfilman. Film Tulah 613 bergenre horor, thriller dan pschyo ini rencananya mulai tayang di bioskop beberapa waktu ke depan. 

Advertisement

Bagaimana perjalanan pengusaha asal Bandung ini hingga akhirnya terjun ke dunia yang jauh berbeda dengan yang ditekuninya selama ini? 

Berawal pada 2018, saat itu Heera bertemu dengan keponakannya yang sedang kuliah sinematografi di Chicago, Amerika Serikat. Pada waktu itu, sang keponakan menawarkan usul kepada Heera untuk mendirikan Production House (PH).

Heera tidak menanggapi secara serius ide tersebut, apalagi dirinya menyadari tidak memiliki wawasan seputar dunia PH. “Saya tak punya ilmu soal itu, tak mengerti sama sekali bagaimana mencari projectnya. Jadi obrolan itu berlalu begitu saja,” kata lulusan S-2 Akuntansi Curtin University Australia ini.

TUlah.jpgFoto: instagram/heeraskv

Kemudian pada 2019, Heera berjumpa dengan kawannya, Fadi Iskandar. Ketika itu, Fadi mengajak Heera mendirikan perusahaan production house karena dinilai mampu bisa menjalankan dari sisi bisnisnya.

“Saya jadi teringat lagi waktu mengobrol sama keponakan tahun sebelumnya. Saya terima ajakan tersebut, tapi saya minta keponakan diajak juga dalam produksi film karena memahami dan punya passion di perfilman,” papar Herra yang juga Presiden  IWFCI Indonesia ini.

Bagi Heera, bisnis di bidang apapun strukturnya sama saja. Yang penting berapa biayanya, berapa harga jualnya, dan berapa untungnya. “Bedanya hanya konten atau isinya,” ujar peraih penghargaan Top Executive Muslimah 2019.

Singkat kata, pada 2020 dibentuklah perusahaan PH dengan nama Hers Production. Selama satu tahun lamanya, tim melakukan brainstorming untuk menentukan proyek apa yang akan digarap. Alhasil, pada Agustus 2021, barulah mereka menetapkan proyek pertama dan merencanakan untuk direalisasikan, yaitu produksi film Tulah 613.

Meski film ini bergenre horor, lanjut peraih Kartini Award 2018 ini, sebenarnya dirinya bukan penikmat film horor. Pasalnya, Heera mengaku penakut sehingga tak mengikuti perkembangan film-film horor yang tayang di bioskop. “Tapi saya pelajari secara bisnis, ternyata selama masa pandemi, masyarakat Indonesia menyukai film-film bernuansa horor. Film jenis ini banyak diminati,”jelasnya.

Setelah melalui proses pre-production selama beberapa bulan, Heera pun ikut terjun langsung ke lapangan memantau aktivitas syuting selama 12 hari di kawasan Gunung Bunder Bogor dan area Cibubur. Banyak hal yang dia pelajari dalam proses produksi produksi film tersebut. “Banyak hal baru yang saya pelajari, mulai dari pre production, production dan post production. Jadi kayak lulus S3 perfilman,” kata Heera sambil tergelak. 

Hal menarik lainnya dari film ini, lanjut Heera, sekitar 80 persen proses syuting dilakukan pada siang hari. “Jadi tidak gelap-gelapan. Selain itu, meski bergenre horor, tapi soundtrack dalam film ini adalah lagu cinta  yang dinyanyikan oleh Soulful Corp,” jelas peraih Best Achiever in Women Entrepreneur 2018.

Heera berharap film Tulah 613 ini dapat diterima dan disukai oleh masyarakat Indonesia. Penonton pun bisa mendapatkan berbagai pesan moral dari film Tulah 613 ini.

Heera pun makin tertantang untuk memproduksi film-film lainnya. “Sudah ada beberapa rencana project lainnya, tapi untuk saat ini, kita fokus pada film Tulah 613,” jelas Heera SKV, saat berbincang dengan TIMES Indonesia di Bandung. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Bambang H Irwanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES