Entertainment

QR Art Pancasila, Karya Mr D One Finger Tingkatkan Literasi Digital

Sabtu, 01 Oktober 2022 - 09:34 | 54.29k
QR Art Pancasila, Karya Mr D One Finger Tingkatkan Literasi Digital
QR Art Pancasila menjadi karya terbaru Mr D One Finger untuk Hari Kesaktian Pancasila. (Foto: Mr D One Finger)

TIMESINDONESIA, JAKARTAQR Art Pancasila menjadi karya terbaru Mr D One Finger dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila, pada 1 Oktober 2022. Karya spesial QR Art Pancasila merupakan kolaborasi dari karya batik dan digital art.

Mr D One Finger atau Doddy Hernanto menyampaikan bahwa Pancasila merupakan simbol yang terinspirasi Burung Elang Jawa. Elang Jawa membentangkan sayap menjadi simbol keperkasaan bangsa Indonesia. 

Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) adalah satwa langka yang dilindungi oleh undang-undang perlindungan hewan. Mr D One Finger menyampaikan bahwa burung endemik pulau Jawa itu sangat indentik dengan simbol negara Republik Indonesia, yakni burung Garuda.

"QR Art Pancasila ini bisa dipindai (scan) dengan mudah melalui Google Lens yang ada di sistem smartphone," kata Mr D One Finger, pada TIMES Indonesia, Sabtu (1/9/2022).

Mr D One Finger mengatakan karya QR Art Pancasila juga merupakan upaya untuk meningkatkan literasi masyarakat. QR Art Pancasila ini mengenalkan warisan budaya Indonesia ke dunia luar, serta meningkatkan pengetahuan terhadap salah satu kekayaan hayati bangsa Indonesia. 

"QR Art Pancasila bisa memberikan nilai tambah pada personal branding bangsa kita. Ini juga mendukung digitalisasi diri kita sebagai bangsa Indonesia karena di dalamnya ada informasi jejak digital kita," kata Mr D One Finger.

 

Inovasi QR Art Mr D One Finger 

QR Art Mr D One Finger adalah sebuah karya QR Code Art atau QR Art yang merupakan manivestasi teknologi quick response (respons cepat) dalam mengakses data dan informasi yang memiliki nilai artistik, indah, dan unik.

QR Code sendiri pertama kali ditemukan oleh Masahiro Hara. Sosok pria asal Jepang ini, menginspirasi Mr D One Finger belajar dan mengembangkannya. Mr D One Finger mengembangkan tidak hanya multifungsi dari QR Code. Namun ia mewujudkan eksplorasi QR Code menjadi bernilai artistik. 

Mr D One Finger menyebut QR Code Art atau QR Art sebagai bentuk evolusi dari kode batang satu dimensi menjadi dua dimensi. Dia membuat terobosan dengan memadukan seni gambar dan digital menjadi QR Art lebih artistik.

Ketekunan dan ketelatenan Doddy Hernanto membuat kreator, inovator, sekaligus musisi kelahiran Kota Mojokerto ini menjadi pemegang hak cipta QR Art sebagai jejak rekam digital. 

Atas perjuangannya, QR Art meraih sertifikat dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham RI). Mengutip laman resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham, QR Art diumumkan menerima Hak Cipta pada 17 Oktober 2021. 

"QR Art adalah Quick Response dengan balutan seni, Kode QR cuma berbentuk kotak-kotak hitam biasanya di latar belakang putih. QR Art pembuatannya gabungkan analog dengan digital. QR Art di scan(sorot) akan menghasilkan konten kekinian, yaitu jejak rekam digital," demikian penjelasan tertulis di laman tersebut.

QR Art Mr D One Finger Kolaborasi Seni Digital

Mr D One Finger mengatakan QR Code Art atau QR Art pertama kali dibuat secara analog berkolaborasi dengan digital. Dari penggabungan seni analog dan digital ini tercipta QR Art.

Dalam proses pembuatan QR Art, dibutuhkan ketelitian dan kesabaran ekstra karena terkait dengan keindahan atau artistiknya. "Image yang eye catching sebagai ikon-nya dan marker yang peka atau tajam," sambungnya. 

Karena manusia memiliki kemampuan untuk memproses gambar 60.000 kali lebih cepat daripada teks, maka image atau gambar perlu di-retouch supaya  komposisinya terlihat indah. Begitu penuturan pria yang berhasil mengembangkan lukisan sketsa bergerak dan sketsa dinamis ini.

Lebih lanjut Mr D menjelaskan, QR Art merupakan jenis ciptaan karya seni rupa sebagai jejak rekam digital, yang berfungsi untuk melihat berita-berita yang ada dan terindeks di Google. QR Art juga bisa diterapkan untuk berbagai kebutuhan dan tujuan seperti penjenamaan atau pencitraan (branding) personal, perusahaan, dan lainnya.

QR Art menjadi eksklusif bagi penggunanya,karena QR Art adalah gabungan antara analog dan digital dengan balutan seni. Seperti halnya tanda tangan, QR Art ini juga tidak bisa presisi sama persis dalam setiap pembuatannya. Tapi semua memiliki karakter. 

"QR Art ini adalah one piece, yang tidak bisa ditiru. Semua karya tetap berbeda, tergantung codingnya," kata Mr D One Finger.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES