Threads Bikin Netizen Jadi FOMO, Tahukah Kamu Apa Itu FOMO?

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Platform baru bernama Threads memang tengah ramai dibicarakan netizen di seluruh Indonesia tak terkecuali di Kabupaten Banyuwangi. Aplikasi bikinan perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg ini, baru saja diluncurkan kemarin dan berhasil membuat FOMO para pengguna media sosial khususnya instagram. Tapi, tahukah kamu apa maksud dari FOMO sendiri?
FOMO merupakan sebuah akronim atau singkatan dari Fear Of Missing Out. Istilah ini memang sudah sangat populer di kalangan generasi milenial dan juga Gen Z. Secara istilah, FOMO dapat diartikan sebagai ketakutan akan tertinggal sesuatu baik berupa berita baru atau tren. Perasaan ini bisa muncul tanpa sadar karena kecenderungan otak manusia yang lebih suka menerima informasi baru.
Advertisement
Penyebab dari ketakutan ini tidak lain dan tidak bukan yaitu media sosial. Sudah bukan hal yang aneh, jika konsumsi media sosial menjadi wajib di zaman sekarang yang serba cepat ini. Penyebaran informasi dari satu orang ke orang lain atau bahkan khalayak ramai semakin mudah. Menjadikan jumlah pengguna media sosial, bertambah lebih dan lebih banyak lagi setiap harinya.
Apabila suatu informasi kemudian menjadi tren, ramai dibicarakan, maka akan membuat orang yang belum tahu akan cepat-cepat mencari informasi tentang hal tersebut. Yak, apalagi kalau bukan karena perasaan takut ketinggalan.
Orang dengan kebiasaan FOMO biasanya selalu update tentang tren yang terjadi di media sosial. Mereka tidak akan membiarkan satupun topik yang sedang hangat dibicarakan lewat begitu saja. Mereka juga cenderung menghabiskan waktu yang sangat lama untuk berselancar di dunia maya. Pokoknya harus jadi orang yang paling update.
Kebiasaan ini tentu saja akan menimbulkan efek yang bisa saja merugikan untuk diri sendiri. Ketakutan-ketakutan yang terjadi, terus menerus akan menimbulkan kecemasan karena keterbatasan kapasitas otak manusia.
Orang FOMO juga cenderung kurang bisa menikmati kehidupannya sendiri karena terlalu sering melihat ataupun membandingkan dengan kehidupan orang lain di sosial media. Bahkan dampak lain yang mungkin dapat terjadi adalah menjadi berperilaku konsumtif. Karena tidak jarang yang bermunculan adalah tren berbau fashion, kuliner, barang penunjang gaya hidup, hingga tempat wisata. Lihat saja contohnya jika ada tempat makan yang viral di salah satu platform media sosial, orang FOMO akan langsung mencari tahu tentang tempat itu dan mendatanginya.
Dengan dampak tersebut, kebiasaan FOMO ini sudah seharusnya mulai dikendalikan dan dikurangi. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari kebiasaan ini diantaranya, mengurangi konsumsi media sosial, meningkatkan interaksi dengan orang sekitar, skip juga informasi yang tidak penting dan lebih memilih konten yang dapat meningkatkan value diri. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Imadudin Muhammad |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |