Entertainment

Ramai Ahmad Dhani Kampanye saat Konser Dewa 19, Begini Etikanya

Jumat, 27 Oktober 2023 - 18:20 | 54.16k
Ilustrasi konser Dewa 19. (FOTO: dok. TIMES Indonesia)
Ilustrasi konser Dewa 19. (FOTO: dok. TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Aji mumpung, mungkin itu yang ada di benak Ahmad Dhani saat menggelar konser di Tasikmalaya beberapa waktu lalu. Konser Dewa 19 yang ramai dengan pengunjung itu dibikin gaduh atas pernyataan sang leader. 

Ahmad Dhani 'mempromosikan' istrinya yang akan maju dalam pemilihan legislatif dan calon presiden Prabowo Subianto. 

Setelah heboh di media sosial, secara khusus Ahmad Dhani telah meminta maaf pada penonton yang hadir sekaligus pada Danlanud Tasikmalaya, KSAU, dan Panglima TNI. 

Pada video yang diunggah di media sosialnya, ia mengaku melanggar etika, karena berkampanye di lingkungan militer yang seharusnya netral. Dhani berjanji tidak akan mengulanginya lagi. 

"Saya ingin minta maaf karena kemarin di Tasikmalaya saya telah melanggar etika, yang seharusnya tidak boleh dilakukan," kata Dhani pada video tersebut. 

Permintaan maaf itu mendapat berbagai komentar, ada yang mengapresiasi kebesaran hati Dhani mengakui kesalahan dan meminta maaf. Namun sebagian lain menilai Dhani seorang yang 'semau gue'. 

Prof. Dr. Wahyudi Winarjo, M.Si Dosen Sosiologi FISIP UMM mengatakan apa yang dilakukan Dhani sudah tepat, sudah meminta maaf karena kampanye di area militer. 

Ia menjelaskan, kampanye sendiri boleh dilakukan saat konser. Bahkan saat kampanye memang biasanya ada hiburan musik. 

Namun khusus untuk masalah ini, Dhani lupa jika konsernya dilakukan di area militer yang seharusnya netral. 

"Memang ada beberapa lokasi netral yang tidak boleh untuk berkampanye, salah satunya daerah militer," jelasnya saat dihubungi TIMES Indonesia. 

Soal kampanye yang dilakukan Dhani itu sah-sah saja jika hanya 'mempromosikan' dan tidak menggunakan alat peraga dan di tempat yang tepat. "Jika tidak menggunakan alat peraga nggak masalah, sebab setiap calon baik itu legislatif maupun presiden memang perlu dikenal, salah satunya dengan narasi, pamflet, baliho dan sebagainya," terangnya.  

Prof Wahyudi menjelaskan secara ilmu sosial, kampanye terbagi dua, yaitu secara psikososial yang dinilai oleh warga, dan kampanye secara perundangan yang berlaku. 

"Sayangnya dalam psikososial ini terjadi ambigu di masyarakat, antara boleh dan tidak boleh," paparnya. 

Ia menyarankan pada semua caleg maupun paslon presiden dan wakilnya untuk berkampanye secara elegan dengan etika yang tepat. "Etika berkampanye secara umum seperti mengikuti jadwal yang telah ditetapkan dan patuh pada peraturan yang berlaku, sesimple itu," tegasnya. 

Sebelumnya, Kaliserayoe Production selaku promotor konser Musik Simple Fest Live Nation menyayangkan kampanye yang dilakukan Ahmad Dhani di atas panggung. CEO Kaliserayoe Production Andre Saputa menegaskan pihaknya berkomitmen dalam menjaga integritas dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. 

Ahmad Dhani bersama Dewa 19 tampil dalam konser Musik Simple Fest Live Nation di lapangan Lanud Wiriadinata, Sabtu (21/10/2023). Selain Dewa 19 acara tersebut juga dimeriahkan oleh Tipe Ex dan Rosa. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES