Mengenal Afasia Masalah Kesehatan yang Muncul dalam Drakor A Shop For Killers

TIMESINDONESIA, JAKARTA – A Shop A Killers drama Korea yang sedang tayang alias on going. Drakor bergenre aksi baru menayangkan 4 episode dari 8 episode.
Dari episode pertama hingga keempat sempat muncul istilah afasia. Istilah tersebut untuk menunjukkan gejala gangguan kesehatan yang dialami Jeong Ji An.
Advertisement
Dikisahkan Jeong Ji An adalah gadis yang tinggal sebatang kara. Orang tuanya dibunuh secara sadis, kemudian dia diasuh oleh pamannya bernama Jeong Jin Man.
Sang paman yang kaku dan dingin tak tahu harus bagaimana mengasuh anak perempuan. Dia jarang mengajaknya berinteraksi, baik itu berbicara, bermain termasuk dalam bersosialisasi.
Hingga satu hari Jin Man dipanggil ke sekolah, karena guru mengamati Ji An anak yang tidak bisa bergaul. Guru juga menyebut kalau Ji An sulit berbicara sekaligus memahami ucapan orang lain. Dengan santai Jin Man mengatakan kalau Ji An mengalami afasia karena trauma.
Sebelum meninggal dunia, Jin Man menyembunyikan sesuatu yang kini menjadi tantangan bagi Ji An. Dan ini merupakan plot dari drama tersebut.
Lalu apa sih afasia sebenarnya? Dikutip dari Halodoc, afasia adalah gangguan yang disebabkan oleh kerusakan pada area otak yang memproduksi dan memproses bahasa. Akibatnya, orang dengan gangguan ini mengalami kesulitan berbicara, membaca, menulis dan memahami bahasa, sehingga tidak bisa berkomunikasi dengan baik.
Jika dari laman Halodoc, afasia disebabkan oleh kerusakan otak akibat stroke, penyumbatan, atau pecahnya pembuluh darah di otak.
Jadi sebenarnya tidak ada hubungannya dengan trauma psikis seperti yang disebut Jin Man.
Afisia juga terbagi dalam beberapa bagian.
Afasia ekspresif
Afasia ekspresif atau disebut afasia broca atau afasia tidak lancar. Penderitanya bisa memahami apa yang orang lain katakan daripada mengucapkan kalimat sendiri.
Namun ia merasa kesulitan untuk mengucapkan kata-kata, sehingga lebh memilih menggunakan kalimat pendek. Seperti mau makan, mau minun dan sebagainya
Afasia komprehensif
Orang dengan afasia komprehensif juga bisa berbicara dengan mudah dan lancar dalam kalimat yang panjang dan rumit. Selain itu, pengidap sering menambahkan kata-kata yang tidak bisa dikenali, salah atau tidak perlu.
Afasia global
Orang yang mengidap afisia global bergejala sulit memahami pembicaraan orang lain dan kesulitan membentuk kata dan kalimat.
Afasia anomik
Pengidap kesulitan menemukan kata-kata. Karena kesulitannya, kamu mungkin sulit menemukan kata yang tepat untuk berbicara dan menulis.
Afasia konduksi
Disebut juga afasia asosiatif, yang memiliki gejala seperti kesulitan menemukan kata atau frasa berulang.
Afasia sensorik transkortikal
Pengidap mungkin cukup pandai mengulang kata dan frasa. Namun lebih cenderung mengulangi pertanyaan yang mungkin ditanyakan seseorang kepada kamu daripada menjawabnya. Fenomena ini juga dikenal sebagai ekolalia.
Afasia motorik transkortikal
Pengidap memiliki keterampilan pengulangan yang kuat, tapi kesulitan menjawab pertanyaan tanpa harus banyak berpikir.
Jadi bisa saja Jin Man mengatakan bahwa keponakannya Ji An mengalami afasia hanya alasannya saja untuk mengaburkan masalah yang sebenarnya terjadi antara dia, ibunya dan kakaknya (orang tua Ji An). Mungkin juga hal itu dilakukan Jin Man untuk menutupi pekerjaan asli dirinya.
Terbukti saat tumbuh dewasa Ji An mampu berkomunikasi dengan baik dan banyak kawan, termasuk bisa akrab dengan kawan pamannya. Ji An juga dapat mengingat detail apapun yang dikatakan pamannya.
Jin Man yang sudah meninggal dunia mewarisi toko ilegal penyedia senjata pada Ji An. Ji An yang tak tahu apapun tentang toko tersebut bingung kelimpungan. Terlebih ia diserang habis-habisan oleh orang tak dikenal. Beruntung ia mengingat setiap detail yang pamannya katakan.
Masih banyak misteri dalam drakor aksi A Shop For Killers yang belum terungkap. Drakor yang dibintangi Lee Dong Wook, Kim Hye Jun dan Park Ji Bin itu dapat Anda saksikan di Disney+ Hotstar. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Dhina Chahyanti |
Publisher | : Sofyan Saqi Futaki |