Entertainment

Film Women from Rote Island, Menyingkap Realitas Kelam

Sabtu, 17 Februari 2024 - 06:25 | 30.49k
Film Women from Rote Island. (instagram/womenfromroteisland)
Film Women from Rote Island. (instagram/womenfromroteisland)

TIMESINDONESIA, JAKARTA. – Film "Women from Rote Island" tidak hanya menjadi sekadar proyek sinematik biasa bagi para aktornya, tetapi juga sebuah perjalanan pribadi yang mendalam dalam memahami realitas yang kelam. Dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, para aktor membagikan perjalanan mereka yang penuh dengan dedikasi dan rasa memiliki terhadap karakter yang mereka perankan.

Irma Rihi, yang memainkan karakter Martha, seorang korban trauma dan depresi akibat kekerasan seksual, mengungkapkan bahwa perannya membutuhkan riset yang intens. Dia tidak hanya mengandalkan pengalaman pribadinya, tetapi juga memanfaatkan bantuan dari mentor dan rekan-rekannya. Menonton dan menelaah film-film dengan tema kesehatan mental juga menjadi bagian penting dari persiapan Irma.

Irma menekankan bahwa memerankan karakter yang cenderung pendiam dan jarang mengungkapkan perasaannya merupakan tantangan tersendiri baginya, mengingat karakternya yang juga memiliki sifat serupa dalam kehidupan nyata.

Sementara itu, Willyam Wolfgang, yang berperan sebagai Ezra, seorang pria dengan kelainan seksual, juga menunjukkan komitmen yang sama dalam mempersiapkan perannya. Melakukan riset di jalan dan mengobservasi lingkungan sekitar, termasuk rumah bordil, adalah bagian dari upayanya untuk memahami karakternya dengan lebih dalam.

Tetapi perjuangan tidak hanya terjadi di atas layar. Willyam juga berbagi pengalaman saat mencari pemeran untuk karakter Martha, di mana beberapa kandidat menolak karena adegan vulgar. Namun, berkat ketekunan dan kerja sama tim, mereka berhasil menemukan solusi yang memuaskan.

Pengalaman hidup bersama selama tiga bulan dalam sebuah rusun juga menjadi momen penting bagi para pemain untuk memahami satu sama lain dan memperkuat ikatan di antara mereka. Linda Adoe, yang memerankan Mama Orpa, menambahkan bahwa pengalaman ini juga membantu mereka untuk lebih mendalami karakter masing-masing dan menguatkan kesatuan dalam menyampaikan pesan film ini kepada penonton.

Dalam keseluruhan narasi, "Women from Rote Island" bukan hanya sekadar sebuah film, tetapi juga sebuah cerminan kehidupan nyata yang penuh dengan konflik, diskriminasi, dan ketidakadilan. Melalui pengalaman mereka, para aktor berharap dapat membangkitkan kesadaran masyarakat akan budaya patriarki yang masih merajalela dan menyoroti isu kekerasan seksual yang perlu segera diatasi.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES