Entertainment

Mengenang Mooryati Soedibyo, Bangun Perusahaan Jamu dan Kecantikan Karena Cinta

Rabu, 24 April 2024 - 11:18 | 21.72k
Mooryati Soedibyo.
Mooryati Soedibyo.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – DR.H.BRA. Mooryati Soedibyo pendiri perusahaan jamu dan kecantikan Mustika Ratu meninggal dunia di usia 96 tahun pada Rabu (24/4/2024) dini hari. 

Jenazah akan dikebumikan di Tapoz, Bogor selepas salat Zuhur, siang nanti. 

Perempuan yang mempopulerkan salon dan spa di Indonesia ini sejatinya adalah pengusaha. Ia  membangun bisnis kecantikan lewat jamu dan kosmetik dengan mendirikan perusahaan Mustika Ratu. 

Produk yang 100 persen menggunakan bahan alami Nusantara dan resep kecantikan putri keraton itu dirintis sejak tahun 1975. Usaha tersebut dibangun atas kecintaan Mooryati terhadap resep jamu nenek moyang. 

Mooryati yang memang cinta dengan jejamuan dan bahan alami gemar meracik jamu untuk kesehatan juga kencatikan. Ia menawarkan hasil racikannya pada kawan-kawan sebayanya. Tak disangka banyak kawannya yang suka dan cocok dengan ramuan yang dibuat Mooryati. Akhirnya banyak yang pesan 'produk' jamu Mooryati. Ia kemudian membuka bisnis jamu dan kosmetik di garasi rumah.

Pada 1976, Mooryati Soedibyo membuka sebuah salon 'Pusat Perawatan Kecantikan Tradisional'. Salon perawatan kecantikan yang kemudian dikenal sebagai spa pertamanya itu berlokasi di Jalan Wahid Hasyim 133. Seperti namanya, Pusat Perawatan Kecantikan Tradisional menjadi salon perawatan tradisional pertama di Indonesia yang mengajarkan para pemilik salon dan ahli kecantikan menggunakan lulur, mangir, bedak dingin, rempah-rempah dan pijat minyak cendana dan minyak zaitun, di samping produk-produk modern.

Usahanya semakin berkembang, hingga membuat lompatan dengan membangun perusahaan Mustika Ratu pada tahun 1981. Produk Mustika Ratu diterima berbagai kalangan baik dewasa maupun remaja. karena memang ada produk yang 'didesain' untuk kulit remaja. 

Menariknya Mooryati menggunakan nama Mustika Ratu karena terinspirasi dari sebuah filosofi Jawa. "Trahing kusumo rembesing madu, Turuning Sinatrio, Tedake wong amorotopo, Mustika ning Ratu, dan Mangayu Hayuning bawono." Yang artinya "Keturunan ksatria yang tersaring ketat, yang berperilaku penuh prihatin dan kesadaran, terlahirlah peninggalan berharga raja". Filosofi ini dibawa dalam setiap aspek perusahaan, yaitu memberikan buah pikiran dan hasil kerja yang terbaik yang berasal dari peninggalan tradisi leluhur yang berasal dari Keraton Surakarta Hadiningrat.

Produk kosmetik dan perawatan kulit Mustika Ratu yang menggunakan bahan alami khas Indonesia tak hanya laris di pasar domestik, Mustika Ratu juga di ekspor ke beberapa negara lainnya termasuk Amerika, Rusia, Belanda, Afrika Selatan, Timur Tengah, Jepang, dan tentunya negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. 

Sukses dengan Mustika Ratu, Mooryati yang memang peduli akan kecantikan dan perempuan, kemudian mendirikan Yayasan Putri Indonesia. Yayasan itu menjadi wadah bagi perempuan di seluruh Indonesia untuk beraktualisas dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa lewat ajang pemilihan Putri Indonesia. Ajang ini digelar setiap tahun sejak tahun 1992. Yayasan yang masih eksis hingga kini, membuat Mooryati disebut sebagai pengusaha perempuan yang visioner. 

'Keistikomahan' Mooryati dalam mengenalkan jamu dan kosmetik alami, membuatnya dinobatkan sebagai Empu Jamu oleh MURI. Ia juga menduduki urutan ke tujuh dalam daftar 99 perempuan paling berpengaruh versi majalah Globe Asia tahun 2007.

Baru-baru ini, perempuan asli Solo itu juga pernah menerima Lifetime Achiefment Award dari Ibu Negara Thailand Pakpilai Thaivisin pada acara  Asia Pacific Spa Wellness Coalition di Bangkok, Thailand, Kamis (21/3/2024) lalu. Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk (MRAT), Bingar Egidius Situmorang yang mewakili Mooryati untuk menerima penghargaan itu menyebutkan penghargaan karena dedikasi Mooryati pada industri spa and wellness. 

Mooryati Soedibyo seorang pengusaha perempuan yang juga sukses di karir politiknya. Cucu Raja Kasunanan Surakarta itu Pak Buwono X itu pernah menjadi wakil rakyat melalui jalur DPD. Ia juga sempat menjabat sebagai Wakil Ketua MPR dan duduk sebagai anggita panitia Ad Hoc III DPP yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan, termasuk kesejahteraan perempuan. 

Mooryati Soedibyo meninggal di usia 96 tahun. Di usia senjanya ia masih tampak sehat dan bugar. Pada ulang tahunnya ke- 92 beberapa tahun lalu, Mooryati membagikan resep tetap sehat dan bugar di usia senja. "Saya rajin minum jamu beras kencur yang saya bikin sendiri," tegasnya. Selain itu ia tetap gemar membaca untuk merawat memorinya dan menghindari stres. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES