Advertisement
Entertainment

Muhammadiyah Ajak Nonton Sambil Beramal Lewat Film Children of Heaven

Children of Heaven diadaptasi dari film Iran yang memenangkan penghargaan internasional, termasuk Grand Prix des Amériques di Montreal World Film Festival 1997 dan berbagai penghargaan di Fajr Film Festival.

TIMES Indonesia,
Muhammadiyah Ajak Nonton Sambil Beramal Lewat Film Children of Heaven
Children of Heaven Indonesia yang digarap oleh Sutradara Hanung Bramantyo
A-AA+

JAKARTA Muhammadiyah melalui Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) mengajak nonton sekaligus beramal lewat film Childern of Heaven. Setiap tiket yang terjual, Rp5000 akan didonasikan untuk pendidikan Muhammadiyah. 

"Yuk ajak keluarga, sahabat, dan rekan untuk menonton Children of Heaven. Tidak hanya menikmati film yang penuh makna, setiap pembelian tiket juga akan berdonasi Rp5.000 untuk mendukung pendidikan Muhammadiyah," tulis SUMU di akun resminya sumu.or.id.

Advertisement

Tak itu saja, Muhammadiyah melalui Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat (LSB PP) juga mengajak sekolah-sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia untuk menonton film garapan Hanung Bramantyo ini. 

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Irwan Akib bilang langkah ini sebagai bagian dari penguatan dakwah melalui seni dan budaya.

Menurut Irwan, film menjadi bisa menjadi media dakwah yang efektif. "Kita tahu sudah banyak film religi yang berkualitas, dan Children of Heaven ini juga tak boleh dilewatkan," terangnya. 

Irwan juga menilai bahwa film yang diadaptasi dari film iran itu memiliki pesan pembelajaran karakter yang mudah dicerna anak-anak. 

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti menghadiri special screening film Children of Heaven versi sutradara Hanung Bramantyo di Studio 2 Plaza Senayan, Jakarta, pada akhir Mei lalu. 

Advertisement

Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti bangga film ini bisa diadaptasi dengan cerdas tanpa menghilangkan esensi film meski memasukkan unsur budaya dan tradisi Indonesia, khususnya Semarang (latar lokasi yang dipilih). 

Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa film tersebut memiliki tiga nilai utama, yakni edukatif, inspiratif, dan reflektif. Menurutnya, nilai-nilai tersebut selaras dengan spirit Surat Al-Ma’un yang menjadi dasar gerakan Ahmad Dahlan dalam bidang pendidikan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Children of Heaven 

Film adaptasi Iran dengan judul yang sama ini digarap oleh Sutradara Hanung Bramantyo.

Diketahui Sutradara kawakan Hanung Bramantyo merupakan salah satu tokoh penting yang menjabat sebagai Dewan Pakar di Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk periode 2022-2027. Melalui lembaga tersebut, ia aktif memperkuat dakwah dan pendidikan karakter melalui media perfilman. 

Children of Heaven diadaptasi dari film Iran yang memenangkan penghargaan internasional, termasuk Grand Prix des Amériques di Montreal World Film Festival 1997 dan berbagai penghargaan di Fajr Film Festival. 

Film ini juga menjadi film terlaris di berbagai negara. Di Amerika Serikat saja, Children of Heaven meraih pendapatan kotor USD $933,933. 

Children of Heaven versi Indonesia mengisahkan tentang kakak-adik, Ali dan Zahra, yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Suatu hari, Ali tak sengaja menghilangkan satu-satunya sepatu milik Zahra. Keduanya sepakat merahasiakannya dari orang tua dan bergantian memakai satu pasang sepatu untuk ke sekolah. 

Hanung menyebut film ini tidak ingin mengekslpoitasi kemiskinan, namun menghadirkan fakta yang terjadi di tahun 1980-an. Di tahun itu, ada aturan tegas soal penggunaan jilbab semasa Orde Baru termasuk sentuhan sisi sosial politis. Hanung juga menambahkan elemen emosi dan komedi yang menyatu dalam satu suguhan scene. 

Heaven of Children masih tayang di bioskop kesayangan Anda. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Dhina Chahyanti
PenulisDhina ChahyantiSarjana Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor AJP dan Gaya Hidup, sekaligus Host Podcast.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia