Advertisement
Entertainment

Garuda di Dadaku Terbang Lagi, Animasi Lokal Ini Bidik Dunia dari Indonesia

Film animasi Garuda di Dadaku kembali hadir dengan kisah inspiratif tentang mimpi dan perjuangan. Digarap 500 animator Indonesia, film ini siap menembus pasar global.

TIMES Indonesia,
Garuda di Dadaku Terbang Lagi, Animasi Lokal Ini Bidik Dunia dari Indonesia
Cuplikan perdana film animasi "Garuda di Dadaku" yang siap tayang 2026 di bioskop Indonesia. (ANTARA/HO-Base Entertainment)
A-AA+

JAKARTA Film animasi "Garuda di Dadaku" hadir dengan wajah baru yang lebih segar, mengangkat kisah perjuangan, persahabatan, dan keberanian mengejar mimpi melalui dunia sepak bola. Karya anak bangsa ini membawa kembali semangat yang pernah melekat kuat di hati penonton Indonesia.

Cerita berfokus pada Putra, seorang anak yang memiliki impian besar menjadi pesepak bola terbaik Indonesia. Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan dan keraguan dari lingkungan sekitar, ia memilih terus berjuang untuk membuktikan bahwa tekad dapat melampaui segala kekurangan.

Advertisement

Perjalanan Putra tidak berjalan mudah. Berbagai kegagalan, konflik dengan teman sebaya, hingga rasa percaya diri yang berlebihan sempat membuatnya terjatuh. Namun, dukungan sahabat dan sosok-sosok yang percaya pada kemampuannya menjadi kekuatan untuk bangkit dan mengejar impian yang tampak mustahil.

Usaha Putra tidak selalu lancar. Perselisihan dengan teman sebaya dan kepercayaan diri yang terlalu tinggi justru membuat Putra terjatuh pada lubang kekecewaan.

Film ini tidak hanya berbicara tentang perjalanan satu anak mengejar cita cita, namun, juga keberanian Putra tumbuh karena ada sosok-sosok yang percaya padanya, yang menegaskan bahwa setiap mimpi membutuhkan orang-orang yang mampu melihat potensi kita, bahkan ketika kita sendiri masih ragu.

Karya Asli Anak Bangsa

"Garuda Didadaku" disutradarai oleh Ronny Gani yang pernah menjadi bagian tim animasi dan VFX film Marvel Cinematic Universe serta film "Transformers: Age of Extinction”, dan didukung Springboard, Dasun Pictures, AHHA Corp, Robot Playground Media, dan PK Films.

Film terbaru itu menceritakan kembali karya kreator Shanty Harmayn dan Salman Aristo dalam bentuk animasi, setelah sukses dengan film "Garuda di Dadaku" (2009) dan "Garuda di Dadaku 2" (2011) serta serial televisi "Garuda di Dadaku" (2014, 2015).

Advertisement

Film animasi Garuda di Dadaku, produksi studio BASE Entertainment dan KAWI Animation, dikerjakan oleh kurang lebih 500 animator Indonesia dari studio animasi lokal yang berasal dari Batam, Yogyakarta, Malang, Bali, Bogor dan juga Jakarta. Pengerjaannya yang memakan waktu tiga tahun diklaim tidak menggunakan bantuan kecerdasan buatan sama sekali ini sehingga menghasilkan karya animasi yang terasa orisinal dan patut disandingkan dengan film animasi ternama lainnya.

Orisinalitas tersebut terlihat dari desain gambar setiap karakter yang terlihat berbeda dan lebih terlihat komikal, seperti melihat gambar dua dimensi bergerak secara empat dimensi.

Unsur fantasi juga tak terlepas dari versi animasi kali ini, yang mungkin tidak bisa dihadirkan secara total pada versi film atau serial di tahun-tahun sebelumnya. Unsur itu membuat petualangan tokoh utamanya terasa lebih besar dan istimewa dibandingkan versi live-action.

Kembalinya film ini dalam bentuk animasi juga memperluas dunia dari Kekayaan Intelektual (KI) "Garuda di Dadaku" serta memperkuat bukti kekayaan intelektual lokal dapat menjangkau generasi baru dan menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan.

Tak hanya kebaruan dalam unsur genre, KI Indonesia ini juga menghadirkan lagu ikonis yang dinyanyikan ulang oleh Isyana Sarasvati dengan lebih megah dan tetap membangkitkan semangat nasionalisme.

Kehadiran film animasi "Garuda di Dadaku" membawa angin segar bagi industri perfilman animasi Indonesia. Produser film Shanty Harmayn mengatakan format baru itu telah mengantarkan film "Garuda di Dadaku" versi animasi ini ke dalam kompetisi Shanghai International Film Festival yang diperlombakan bulan Juni 2026 dalam kategori film animasi.

Selain bertanding di ajang kompetisi internasional, film animasi “Garuda di Dadaku" juga telah dilirik oleh Malaysia untuk penayangan di sana.

Tak hanya diminati negara luar, film animasi karya anak bangsa ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah terutama Kementerian Ekonomi Kreatif yang selaras dengan komitmennya untuk meningkatkan daya saing KI lokal.

Tahun ini, animasi “Garuda di Dadaku” juga mendapatkan momen yang cukup istimewa di mana penayangan perdananya pada 12 Juni 2026 juga bertepatan dengan momen Piala Dunia 2026.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia