Bukan Sekadar Dilan Baru: Pidi Baiq dan Rudi Soedjarwo Bedah Luka 'Strict Parents' di Bandung
Rumah produksi Verona Films secara resmi mengumumkan proyek layar lebar terbaru mereka berjudul 'Dan Bandung' yang diadaptasi dari novel karya penulis legendaris Pidi Baiq.
BANDUNG – Kota Bandung kembali dipilih menjadi panggung bagi kisah romansa remaja di film layar lebar.
Namun, kali ini, sudut kota yang dingin tidak hanya merekam romantisasi manis, melainkan juga gejolak emosional remaja yang tumbuh di bawah bayang-bayang pola asuh orang tua yang mengekang (strict parents).
Rumah produksi Verona Films secara resmi mengumumkan proyek layar lebar terbaru mereka berjudul 'Dan Bandung'.
Pengumuman adaptasi dari novel karya penulis legendaris Pidi Baiq ini ditandai dengan peluncuran teaser trailer dan teaser poster perdana langsung di Kota Kembang.
Langkah ini sekaligus menandai kolaborasi menarik antara narasi lokal khas Pidi Baiq dengan sentuhan dingin sutradara kawakan Rudi Soedjarwo.
Menggali Perspektif Perempuan dan Luka Rumah
Selama ini, adaptasi karya Pidi Baiq kerap diidentikkan dengan sudut pandang maskulin yang kental.
Namun, 'Dan Bandung' menjanjikan arah baru yang berbeda. Film ini mencoba mengeksplorasi cerita yang dinilai lebih modern, dekat dengan realitas remaja masa kini (relatable), serta memberikan porsi besar pada perspektif perempuan.
Fokus utama cerita tertuju pada jalinan asmara beda kasta antara Basil (Samo Rafael) dan Elma (Shanna Shannon).
Keduanya tumbuh dari dua latar belakang dunia yang bertolak belakang, namun berjuang keras menyatukan perasaan di tengah lingkungan yang tidak memberikan restu.
"Berbeda dengan Dilan, 'Dan Bandung' akan membawa cerita yang lebih fresh dan modern untuk anak-anak muda zaman sekarang," ujar Pidi Baiq dalam konferensi pers di Bandung, Jumat (19/06/2026).
Melalui karakter Elma, penonton akan diajak menyelami konflik psikologis seorang remaja perempuan.
Karakter ini digambarkan harus menghadapi tekanan berat di dalam rumah, mengalami trauma akibat kekangan orang tua, hingga akhirnya menemukan ruang bernapas melalui sistem pendukung (support system) berupa sahabat perempuan yang saling menjaga.
Kehadiran Basil kemudian menjadi pemantik bagi Elma untuk berani melangkah keluar dan menjelajahi dunia luar yang selama ini dikunci rapat dari hidupnya.
Kembalinya Rudi Soedjarwo ke Genre Romansa Remaja
Bagi industri perfilman tanah air, proyek ini menjadi momentum penting kembalinya Rudi Soedjarwo dalam menggarap dinamika romansa masa muda.
Sutradara yang dikenal lewat karya ikonik 'Ada Apa Dengan Cinta?' dan 'Mendadak Dangdut' ini kembali ditantang untuk meramu kecanggungan remaja dan proses pencarian jati diri yang autentik.
Rudi menyatakan bahwa daya tarik utama film ini terletak pada kegigihan dua karakter utamanya. Meskipun realitas di sekitar mereka runtuh dan tidak mendukung, komitmen emosional antara Basil dan Elma tetap dipertahankan.
"Film ini akan membawakan cerita yang manis tentang dua anak muda yang tetap berjuang untuk perasaan mereka. Saya tidak sabar untuk penonton merasakan kisah cinta Basil dan Elma nantinya di bioskop," tutur Rudi Soedjarwo.
Beban emosional karakter Elma yang kompleks dipercayakan kepada aktris muda berbakat Shanna Shannon.
Proyek ini sekaligus menjadi debut perdana Shanna di industri sinema layar lebar. Ia dituntut menghidupkan sosok Elma yang dari luar tampak pendiam dan tertutup, namun menyimpan letupan emosi yang besar di dalam diri.
Di sisi lain, Samo Rafael yang sebelumnya terlibat dalam film Sebelum Iblis Menjemput dan Tuhan, Izinkan Aku Berdosa, akan menjadi lawan main Shanna. Karakter Basil yang dimainkannya digambarkan sebagai pemuda ekstrovert dan gigih.
Shanna mengungkapkan, mendapatkan peran yang sarat luka psikologis di bawah arahan sutradara sekelas Rudi Soedjarwo memberikan tantangan besar sekaligus ruang belajar yang berharga.
"Karakter Elma ini sangat menantang karena dia punya luka dari rumahnya akibat strict parents, tapi di sisi lain dia punya sahabat perempuan yang luar biasa suportif," kata Shanna.
Bandung sebagai Karakter Hidup
Dalam cuplikan teaser trailer yang diputar, Verona Films tidak hanya menjual visual sudut kota sebagai latar tempat belaka.
Sinematografi yang dihadirkan mempertegas identitas lokal (Bandung-pride). Kota Bandung diposisikan seolah menjadi 'saksi bisu' sekaligus karakter hidup yang ikut bergerak dalam perjalanan cinta yang pelik tersebut.
Sementara itu, teaser poster resmi yang dirilis memperlihatkan jajaran karakter anak muda yang akan menggerakkan plot cerita.
Dengan menempatkan Basil dan Elma di titik sentral berlatar lanskap kota yang magis, film ini tampaknya tidak hanya menjual romansa, tetapi juga kekuatan chemistry, kehangatan persahabatan serta konflik domestik keluarga yang mendalam. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


