POLIPONI 2026 Pecah, Ribuan Penonton Padati Lapangan Rampal Malang
Konser musik POLIPONI 2026 di Lapangan Rampal Malang sukses datangkan 20 ribu penonton. Simak keseruan penampilan Sheila On 7 hingga Barasuara.
MALANG – Gelaran musik POLIPONI 2026 sukses menyedot lautan penonton di Lapangan Rampal Malang, Sabtu (20/6/2026). Ribuan penikmat musik dari berbagai generasi memadati area konser untuk menikmati penampilan sederet musisi papan atas Tanah Air.
Sejak sore hingga malam hari, suasana Lapangan Rampal tak pernah sepi. Penonton larut dalam kemeriahan penampilan Coldiac, Biru Baru, Sal Priadi, Fiersa Besari, Barasuara, Sheila On 7 hingga Maliq & D’Essentials yang tampil bergantian membawakan lagu-lagu andalan mereka.
Megahnya tata panggung dan visual LED yang menghiasi area konser semakin menambah pengalaman musik yang berkesan. Target 20 ribu penonton yang dipatok panitia pun disebut terlampaui, terlihat dari penuhnya setiap sudut venue yang telah disiapkan.
Salah satu momen yang paling dinanti adalah penampilan Sheila On 7. Band asal Yogyakarta itu kembali menyapa penggemarnya di Malang setelah hampir tujuh tahun tidak tampil di kota tersebut.
“Kami sangat rindu dengan Malang dan ini waktunya kita nikmati,” ujar vokalis Sheila On 7, Duta, yang langsung disambut sorak ribuan penonton.
Antusiasme serupa juga dirasakan para musisi yang tampil. Vokalis Barasuara, Iga Massardi, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan POLIPONI yang dinilainya menghadirkan atmosfer konser berkelas.
“Tampil di POLIPONI adalah momen yang luar biasa. Penontonnya ramai banget, panggungnya besar, LED-nya mantap. Secara teknis juga sangat membahagiakan karena panggungnya bagus, sound-nya bagus, dan penontonnya juga terlihat senang. Kami sangat happy bisa diundang di POLIPONI,” ungkap Iga.
Menurutnya, sebelum tampil bersama Barasuara, persiapan yang dilakukan cukup sederhana, yakni beristirahat dan menjaga kondisi tubuh.
“Istirahat dan banyak makan yang bergizi,” katanya.
Barasuara sendiri baru tiba di Malang pada Sabtu pagi dan berencana menikmati kuliner khas Kota Malang sebelum melanjutkan agenda manggung berikutnya.
Di balik karya-karyanya yang dikenal puitis dan sarat metafora, Iga menjelaskan bahwa proses kreatif Barasuara banyak berangkat dari perenungan diri sebelum merespons berbagai isu sosial yang berkembang.
“Lagu-lagu kami banyak lahir dari kontemplasi terhadap diri sendiri. Setelah itu baru berkaca pada kondisi sosial, ekonomi, politik, dan berbagai isu yang ada di sekitar,” tuturnya.
Kombinasi penampilan musisi lintas genre, tata panggung megah, serta antusiasme penonton menjadikan POLIPONI 2026 sebagai salah satu konser musik terbesar yang digelar di Malang tahun ini. Ribuan penonton pun pulang dengan membawa pengalaman tak terlupakan dari malam penuh musik di Lapangan Rampal. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


