Advertisement
Entertainment

Dari Lumajang ke Batu, Parti Libur Usung Konsep “Caravan”

Festival musik Parti Libur kembali hadir dengan “bermigrasi” ke Kota Batu, mengusung konsep Caravan.

TIMES Indonesia,
Dari Lumajang ke Batu, Parti Libur Usung Konsep “Caravan”
Konferensi Pers Parti Libur 2026. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)
A-AA+

Malang Festival musik Parti Libur kembali hadir dengan gebrakan baru. Setelah empat kali digelar di Lumajang sejak 2022, gelaran musik tersebut “bermigrasi” ke Kota Batu dengan mengusung konsep Caravan, sebuah tema yang merepresentasikan perjalanan sekaligus perpindahan lokasi penyelenggaraan festival.

Founder Parti Libur, Gahtan Thoriq mengatakan, konsep Caravan dipadukan dengan nuansa hippies dan karakter wisata malam yang menjadi identitas Batu Night Spectacular (BNS), lokasi penyelenggaraan festival pada 1-2 Agustus 2026 mendatang.

Advertisement

“Caravan itu kaitannya dengan migrasi dari Lumajang ke Batu. Selama empat kali sejak 2022 acara ini diselenggarakan di Lumajang, dan yang kelima ini kami transmigrasi ke Kota Batu. Jadi memang konsepnya seperti itu,” ujar Gahtan saat konferensi pers di Kota Malang, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, Parti Libur tidak hanya menghadirkan konser musik semata, melainkan pengalaman festival yang dikemas dengan konsep artistik dan berbagai aktivasi pendukung. Selain pertunjukan musik, pengunjung juga akan disuguhi atraksi sulap dan berbagai kejutan lain yang masih dirahasiakan.

“Kami ingin membuat konser yang punya konsep dan artistik. Jadi bukan sekadar mencari massa sebanyak mungkin, tetapi menghadirkan pengalaman yang berbeda dari konser-konser lainnya,” ungkapnya.

Parti Libur juga mencatatkan diri sebagai salah satu festival musik pertama di Malang Raya yang digelar selama dua hari penuh di kawasan wisata. Keputusan tersebut diambil setelah mendapat dukungan penuh dari pengelola Jatim Park Group dan Pemerintah Daerah.

Gahtan mengungkapkan, pihak BNS memberikan keleluasaan kepada promotor untuk mengeksplorasi area wahana sebagai bagian dari konsep festival.

Advertisement

“Awalnya orang berpikir kalau konser di tempat wahana pasti hanya di area parkiran. Tapi kami diberi akses yang sangat luas untuk mengembangkan konsep acara,” katanya.

Ia berharap kolaborasi tersebut menjadi langkah awal menghadirkan lebih banyak gelaran kreatif di Kota Batu yang selama ini dikenal sebagai kota wisata, namun belum terlalu ramai dengan festival musik berskala besar.

“Kami ingin menarik aktivitas kreatif ke Batu. Kota ini kuat di sektor wisata, tapi event kreatif masih bisa terus dikembangkan,” imbuhnya.

Tahun ini Parti Libur menghadirkan lebih dari 50 performer. Sejumlah nama nasional yang jarang tampil di Jawa Timur sengaja didatangkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi penonton.

Di sisi lain, Parti Libur tetap memberi ruang bagi musisi lokal Batu dan Malang untuk tampil sejajar dengan band nasional.

“Kami ingin band nasional berdampingan dengan local heroes dari Batu dan Malang. Harapannya exposure mereka juga semakin bagus,” jelasnya.

Tak hanya musik, festival ini juga akan menghadirkan pertunjukan sulap dari pesulap yang pernah tampil dalam program televisi The Master.

Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, Parti Libur memilih strategi berbeda. Mereka tidak memburu puluhan ribu penonton seperti konser stadion, melainkan fokus membangun komunitas penonton loyal.

Kapasitas festival dibatasi sekitar 5.000 hingga 7.000 orang per hari dengan jumlah tiket yang juga terbatas.

“Kami tidak mencari puluhan ribu penonton. Yang kami cari adalah penonton tetap setiap tahun. Karena itu tiketnya juga limited,” tuturnya.

Menurutnya, target jangka panjang Parti Libur bukan menjual nama besar musisi yang tampil, melainkan menjadikan konsep festival sebagai daya tarik utama.

“Harapan kami ke depan, orang datang bukan karena band-nya saja, tapi karena konsep Parti Libur itu sendiri,” ucapnya.

*Deretan Line Up*

Untuk fase pertama, Parti Libur telah mengumumkan sejumlah nama besar.

Hari pertama akan dimeriahkan Morfem, Dongker, Ucup Pop, Murphy Radio, Negatifa, The Jeblogs, Eastcape, Rebellion Rose, Down For Life, Watchout, NTRL, Begundal Lowokwaru, Tani Maju, Monohero, Wake Up Iris dan Hasoe Angel.

Sementara hari kedua menghadirkan Ali, Farrt!, The Upstairs, Seringai, 510, Kelompok Penerbang Roket, The Cloves & The Tobacco, Dazzle, Biru Baru, SATCF, Kuburan Band, Mocca, Lorjhu’, Enamore hingga Blingsatan.

Parti Libur juga masih menyimpan kejutan pada pengumuman fase berikutnya dengan memastikan kehadiran dua nama yang cukup dinantikan penikmat musik nasional, yakni Deadsquad dan Hindia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia