Tayang 2007 Silam, Riri Riza dan Mira Lesmana Ungkap Fakta Film 3 Hari Untuk Selamanya
Riri menjelaskan film tersebut menjadi simbol perlawanan sineas dalam praktik sensor film.
JAKARTA – Riri Riza dan Mira Lesmana ungkap fakta tentang film 3 Hari Untuk Selamanya. Film yang dibintangi Nicholas Saputra dan Adinia Wirasti itu memang sudah tayang tahun 2007 silam, namun 'perjuangannya' dirasa sampai detik ini.
Dalam acara intimate screening 3 Hari Untuk Selamanya versi uncercored, Riri menjelaskan film tersebut menjadi simbol perlawanan sineas dalam praktik sensor film. Banyak adegan penting dalam film yang harus dipotong oleh LSF karena dinilai terlalu sensitif.
Riri mengungkapkan sedikitnya ada sekitar 3 menit adegan yang dipotong sebelum akhirnya diizinkan tayang di bioskop.
"Adegan melinting dan mengisap ganja, termasuk adegan ciuman dan seks juga," ungkapnya.
Dari potongan adegan itu akhirnya juga berimbas pada latar musik yang digunakan. Riri dan Mira menggunakan lagu dari Float dengan judul yang sama.
Kegelisahan soal sensor itu juga diungkap oleh Mira Lesmana. Kata dia tahun 2006 menjadi sejarah perjuangan sineas dalam memperjuangkan regulasi sensor dari Lembaga Sensor Film yang dianggap terlalu membatasi.
Bahkan, Mira dan Riri mendatangi Mahkamah Konstitusi untuk melawan. kita semua memang sangat-sangat gelisah gitu dengan sensor pada saat itu gitu. "Jadi ketika kita kemudian menyelesaikan '3 Hari Untuk Selamanya', itu juga sambil kita sampai ke Mahkamah Konstitusi untuk berperang melawan sensor," terang Mira.
Di Mahkamah Konstitusi, Mira dan Riza menyampaikan apa saja yang boleh dan tidak boleh kita (sineas) lakukan.
Perjuangan Mira dan Riri tak sampai di situ. Film karya mereka di bawah bendera Miles Films berani memboikot FFI. "Film-film Miles sejak tahun 2007 sampai 2010 nggak pernah masuk nominasi FFI karena kita nggak mau ikut. Jadi kita nggak masuk nominasi bukan karena kita nggak jago. Walaupun yang menang juga belum tentu jago waktu itu," ujarnya.
3 Hari Untuk Selamanya
Film ini mengisahkan tentang perjalanan Yusuf dan Ambar. Mereka adalah sepupu yang diundang ke pernikahan saudara di Yogyakarta.
Karena satu hal, mereka terpaksa berangkat ke Yogyakarta menggunakan mobil pribadi. Banyak cerita yang terjadi di antara mereka selama perjalanan Jakarta-Yogyakarta yang ditempuh selama 3 hari.
Soundtrack 3 Hari Untuk Selamanya diisi oleh Float band yang kemudian dijadikan album. Ada beberapa track dalam album tersebut, selain dengan judul yang sama, ada juga lagu Pulang, Stupido Ritmo, The Prophecy, Surrender dan lainnya.
Album 3 Hari Untuk Selamanya kini dirilis ulang berbentuk vinyl yang lebih ekslusif. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


