13 Tahun Merawat Akar Budaya, OKP Surabaya Gandeng KLPAC Malaysia dalam Harmoni Melayu Heritage
Orkes Kota Pahlawan (OKP) dan KLPAC Malaysia gelar Melayu Heritage Concert di Surabaya dengan 60 musisi. Mereka bawakan aransemen orkestra lagu tradisional Nusantara dan Melayu. OKP siapkan audisi terbuka 10 Juli untuk regenerasi.
SURABAYA – SURABAYA – Kelompok musik Orkes Kota Pahlawan (OKP) asal Surabaya sukses menggelar konser kolaborasi bilateral bersama salah satu institusi seni pertunjukan terkemuka asal Malaysia, The Kuala Lumpur Performing Arts Center (KLPAC) ). Konser akbar bertajuk Melayu Heritage Concert tersebut diselenggarakan di Sanctuary Ballroom, Lagoon Mall, Surabaya, pada Sabtu (27/6/2026) malam.
Pagelaran musik instrumen penutup semester ini mencatat sukses besar dengan komitmen dan antusiasme penonton yang luar biasa memadati ruang pertunjukan.
Kolaborasi megah ini melibatkan sekitar 60 musisi di atas panggung. Komposisinya memadukan talenta muda usia sekolah (teens) dan pemain senior dari OKP, yang melebur bersama para musisi profesional bentukan klpac yang datang langsung dari Kuala Lumpur.
Dalam durasi pertunjukan tersebut, mereka membawakan aransemen orkestra dari deretan lagu tradisional Nusantara dan Melayu. Beberapa repertoar ikonik yang disuguhkan antara lain adalah lagu yang diadopsi dari Tari Kecak Bali hingga tembang kenangan masa kecil Soleram, Bermain Layang-Layang dan masih banyak lagi.
Proyek kebudayaan serumpun ini merupakan kelanjutan resiprokal dari hubungan diplomasi budaya independen yang telah dirajut sejak tahun lalu. Pada tahun lalu, delegasi musisi OKP telah bertolak ke Malaysia untuk berpartisipasi dalam dua konser di sana. Tahun ini, giliran klpac yang datang ke Surabaya sebagai bentuk komitmen kolaborasi jangka panjang.
Founder Orkes Kota Pahlawan, Suryanto Aditya, menegaskan bahwa selain menyajikan fungsi hiburan, proyek lintas negara ini memikul misi edukasi yang mendalam bagi generasi muda di tengah kepungan tren musik modern.
"Musik itu bukan hanya untuk dinikmati (for enjoyment), tapi menjalin hubungan satu sama lain dengan diri lebih baik," kata Suryanto.
Suryanto membeberkan bahwa kecintaan pada esensi musik menjadi satu-satunya alasan kuat mengapa kedua organisasi lintas negara ini rela mdedikasikan waktu untuk berlatih keras.
"Musik mencerminkan jiwa, mencerminkan budaya setempat. Ada aspek dari diri kita yang ada di dalam musik itu, dan itu sangat powerful," tegasnya.
Menghadapi tantangan industri musik live selama 13 tahun berdiri sejak 2013, OKP terbukti konsisten menjaga keberlanjutan komunitasnya. Suryanto mengenang bagaimana orkes ini menolak vakum saat pandemi Covid-19 menghantam, dan memilih tetap produktif melakukan rekaman penampilan secara daring demi menjaga determinasi anggota.
Kunci resiliensi OKP dinilai terletak pada kekuatan manajemen komunal dan sistem regenerasi yang sehat, mengingat keanggotaan terus berputar seiring bertambahnya usia para pemain.
"Komunitas itu sesuatu yang kuat, musik itu sesuatu yang kuat. Pada saat ini bergabung menjadi satu, hasilnya sangat luar biasa. Kalau hanya bermain sendiri, pasti ada suatu kejenuhan. Tapi dengan adanya orang lain, saat saya mungkin capek, teman kita semangat, kita jadi semangat lagi," pungkasnya mengenai filosofi kebersamaan OKP.
Persiapan intensif untuk Melayu Heritage Concert ini telah berjalan selama satu semester penuh sejak Januari lalu. Ke depan, OKP telah menjadwalkan program kerja berikutnya, termasuk pelaksanaan audisi terbuka pada 10 Juli mendatang untuk menjaring talenta baru guna menyambut proyek konser tematik pada semester mendatang.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


