Bangun Karakter Positif Anak, Animasi Minilemon Siapkan Proyek Layar Lebar
Karakter animasi lokal Minilemon ciptaan Reno Halsamer hadir sebagai konten edukasi karakter anak dan toleransi untuk mendukung parenting di era digital.
SURABAYA – Pendidikan karakter sejak usia dini merupakan fondasi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Upaya ini memerlukan dukungan dari berbagai sektor, termasuk industri perfilman nasional.
Saat ini, Indonesia memiliki karakter animasi gerak bernama Minilemon yang memberikan edukasi lewat konten di platform YouTube serta media sosial. Konten bermuatan positif dan ramah anak ini membawa pesan toleransi serta pendidikan karakter untuk mendukung pola asuh (parenting) di era digital.
Minilemon merupakan tokoh animasi ciptaan Reno Halsamer, Founder sekaligus CEO D'Topeng Kingdom Group. Figur Minilemon dirancang menggunakan visual gabungan antara buah lemon dengan wajah-wajah topeng koleksi Reno Halsamer.
Saat ini, Minilemon Studio sedang merampungkan proyek sinema bioskop Minilemon Movie yang melibatkan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam proses produksinya. Film ini mengangkat kisah petualangan enam sekawan, yaitu Slamet, Memey, Ucup, Togar, Wayan, dan Minggus, yang masing-masing karakter mewakili keragaman suku di Indonesia.
Untuk memperkuat pengembangan animasi tersebut, Reno menggandeng akademisi, pakar psikologi, hingga komunitas parenting. Baru-baru ini, Reno bersama Minilemon hadir dalam rangkaian peringatan Hari Anak Indonesia yang digelar oleh Lions Club dan dibuka secara virtual oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Ciputra World Surabaya.
Peran Orang Tua dalam Membentuk Karakter
Reno berharap kehadiran Minilemon dapat menumbuhkan rasa cinta anak-anak terhadap budaya bangsa. Ia mengakui bahwa membangun karakter positif (positive character) sebagaimana slogan Minilemon, membutuhkan peran besar orang tua sebagai pembimbing.
"Misi membangun positive character itu tidak mudah. Karena di sini harus melibatkan orang tua. Tontonan Minilemon memang dibutuhkan anak, tetapi needs-nya lebih ke orang tua," kata Reno, Selasa (7/7/2026).
Reno memberikan contoh, ketika anak ingin menonton konten hiburan, orang tua memiliki peran sebagai pengarah. Melalui Minilemon, orang tua dapat melanjutkan sekaligus mengembangkan cara membangun karakter anak sesuai dengan pola asuh masing-masing.
"Minilemon tidak bisa lepas dari peran orang tua. Karena yang memilihkan konten anak itu orang tua," tambah Reno.
Siapkan Program Bed Time Story
Sebagai pelengkap pilihan konten, Minilemon Studio juga mempersiapkan program Bed Time Story untuk memudahkan orang tua mendongeng sebelum tidur. Edukasi berupa film pendek tematik ini dirancang sebagai sarana membangun komunikasi dan ikatan (bonding) antara orang tua dan anak.
"Kita cuma memberi trigger, orang tua yang melanjutkan dengan versinya sendiri," jelas Reno.
Kerja sama dengan berbagai pihak seperti Lions Club, menurut Reno, menjadi salah satu langkah untuk melakukan edukasi pendidikan karakter secara meluas di tengah disrupsi konten digital saat ini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


