Pelukis Setyoko Pamerkan Nostalgia Gaya Goresan 1980-an di Art Sob Exhibition 3
Pelukis senior Setyoko tampilkan karya "Sound of Peace" di Art Sob Exhibition 3. Ciri khas rambut bob pendek gelombang, warna primer kontras, figur celloist, dan burung sebagai simbol kebebasan.
SURABAYA – Pelukis senior Setyoko menampilkan karya terbarunya dalam ajang pameran Art Sob Exhibition 3 Art's Suroboyo "Kebangkitan Karakter Seni Lukis Surabaya" di Galeri DKS Balai Pemuda.
Lewat lukisan berjudul Sound of Peace, seniman berusia 70 tahun ini mengajak penikmat karya seni bernostalgia menuju gaya karya-karyanya pada masa muda era tahun 1980-1990 an.
Lukisan terbarunya berukuran 120x70 centimeter tersebut menampilkan figur perempuan memainkan alat musik cello dengan mata terpejam, dikelilingi oleh burung-burung yang beterbangan.
Penggunaan warna-warna primer dan sekunder yang kontras—biru, jingga, merah, kuning, dan putih—membangun suasana yang ekspresif, penuh energi, sekaligus puitis lewat goresan cat akrilik di atas kanvas.
Burung-burung yang memenuhi bidang gambar memberi kesan kebebasan, harmoni, dan hubungan antara musik dengan alam.
Yang membuat unik dan menjadi karakter lukisan Setyoko muda, ia selalu menggambarkan figur utama dengan rambut bob pendek bergelombang (short wavy bob) dan berwarna cokelat gelap.
Rambut disederhanakan menjadi bidang-bidang datar tanpa detail helai rambut yang realistis. Penyederhanaan ini memperkuat karakter dekoratif dan ekspresif pada sosok tersebut.
"Karya saya yang model begini sempat booming pada tahun itu (1980-1990 an, red)," kata Setyoko, Sabtu (18/7/2026).
Lebih dalam lagi, ia memaknai Sound of Peace bukan sekadar nostalgia semata, melainkan juga sebagai perayaan harmoni antara manusia, musik, dan kebebasan.
Sosok musisi yang memejamkan mata seolah larut dalam alunan nada, sementara burung-burung menjadi metafora bagi melodi yang terbang bebas, imajinasi, dan kebebasan jiwa.
Musik tidak hanya terdengar, tetapi divisualisasikan sebagai energi yang memenuhi ruang dan menyatukan manusia dengan alam.
Secara keseluruhan, lukisan ini menghadirkan bahasa visual yang sederhana namun kuat, dengan karakter ekspresif, dekoratif, dan penuh simbolisme, sehingga lebih mengedepankan pengalaman emosional daripada representasi realitas.
"Saya melukis seorang celloist yang bermain musik meditatif dengan simbol-simbol kemerdekaan yang saya gambarkan melalui gambar burung beterbangan," ucapnya.
Dalam pameran ini, kehadiran Setyoko selaku perupa lintas zaman sekaligus membagikan pengalaman kepada para seniman-seniman muda tentang karakter karyanya yang fenomenal tersebut.
"Saya senang bisa mereform kembali karya lama lewat pameran ini," kata pelukis yang mulai berpameran tunggal pada tahun 1979 tersebut.
Karena seiring berjalannya waktu, Setyoko yang juga merupakan seniman akademik lulusan seni rupa mencoba berbagai macam aliran, hingga pada akhirnya menyentuh belantara abstrak sebagai jalan penemuan kedalaman diri sejati.
"Saya pernah mengalami aliran realis, ekspressionis, eksperimen, dan terakhir saya banyak ke abstrak," katanya.
Dia mengakui bahwa abstrak adalah proses perjalanan seniman. Lima tahun terakhir, tepatnya usia 65 tahun, Setyoko mulai menyukai aliran tersebut.
"Ternyata abstrak itu berat, di ujung, sebuah pergolakan batin. Dengan abstrak kekurangan saya tertutup, abstrak nggak main-main, ada lukisan abstrak yang membuat adem saat melihatnya," ucapnya.
Di sisi lain, melukis telah menjadi panggilan jiwa sekaligus profesi baginya. Ia merasa senang berpameran di antara seniman muda dan mencoba menggali kenangan awal menapaki kesuksesan sebagai perupa.
Menurut Setyoko, pameran sendiri memiliki arti penting bagi perjalanan seorang seniman. Selain progress karya, juga langkah memasuki jejaring kolektor.
"Pameran itu penting, progress karya ke publik. Kedua, bisa terjadi transaksi dengan kolektor dan terpublikasi media," tandasnya.
Sebagai informasi, pameran Art Sob Exhibition 3 Art's Suroboyo "Kebangkitan Karakter Seni Lukis Surabaya" di Galeri DKS Balai Pemuda berlangsung mulai 18 Juli - 3 Agustus 2026 dan terbuka untuk umum.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


