Advertisement
Entertainment

Pemuda Asal Bondowoso Tembus Industri Musik Nasional

Sineas muda asal Desa Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, menjadi bagian dari tim produksi video musik milik musisi pop Jawa ternama, Ndarboy Genk.

TIMES Indonesia,
Pemuda Asal Bondowoso Tembus Industri Musik Nasional
Muhammad Agit Firmansyah, sineas muda asal Desa Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, berhasil menjadi bagian dari tim produksi video musik nasional (FOTO: Dokumen Pribadi)
A-AA+

BONDOWOSO Talenta muda asal Bondowoso menorehkan prestasi. Muhammad Agit Firmansyah, sineas muda asal Desa Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso,  menjadi bagian dari tim produksi video musik (music video/MV) milik musisi pop Jawa ternama, Ndarboy Genk.

Kesempatan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Agit, yang dipercaya mengemban peran sebagai asisten sutradara dalam proses produksi dua video musik Ndarboy Genk berjudul "Nona Jelita" dan "Ra Masuk".

Advertisement

Kesempatan itu datang saat Agit menjalani program magang di rumah produksi PA Hompimpa Sinema Nusantara, Yogyakarta. Di tengah masa magangnya, rumah produksi tersebut mendapat kepercayaan menggarap dua video musik milik pelantun lagu "Kicau Mania" tersebut.

"Ada dua MV," kata Agit saat dikonfirmasi, Minggu (19/7/2026) kemarin. 

Pemuda kelahiran 31 Juli 2002 itu mengaku tidak menyangka bisa langsung dilibatkan dalam produksi profesional berskala nasional. Selama kurang lebih dua pekan, ia mengikuti seluruh tahapan produksi bersama tim kreatif.

Lulusan Program Studi Televisi dan Film Universitas Jember itu terlibat sejak tahap praproduksi hingga pascaproduksi. Mulai dari proses casting, script conference, reading pemain, uji coba adegan, penentuan kostum, hingga proses pengambilan gambar.

Sebagai asisten sutradara, Agit bertugas membantu mengatur jalannya produksi, terutama memastikan jadwal pengambilan gambar berjalan efektif dan sesuai rencana. "Lokasinya di satu titik," ujarnya.

Advertisement

Alumnus SMA Tapen Bondowoso tersebut mengaku pengalaman bekerja bersama Ndarboy Genk menjadi momen berharga dalam perjalanan kariernya. Meski mengidolakan sang musisi, Agit memilih menjaga profesionalisme selama proses syuting berlangsung.

Ia sengaja tidak meminta foto maupun menunjukkan antusiasme berlebihan agar tidak mengganggu konsentrasi artis dan kru selama produksi berlangsung.

Bagi Agit, pengalaman di industri profesional memberikan pelajaran yang tidak ia dapatkan sepenuhnya di bangku kuliah. Jika sebelumnya ia lebih banyak belajar melalui teori dan praktik akademik, kali ini ia merasakan langsung ritme kerja industri kreatif yang sesungguhnya.

Pengalaman tersebut diharapkannya menjadi bekal untuk meniti karier di dunia perfilman dan produksi audiovisual setelah menyelesaikan studinya pada 2026.

"Pasti bangga, karena salah satu pengalaman kita bisa masuk ke ranah industri profesional, apalagi bekerja dengan Ndarboy Genk juga," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia