Advertisement
Entertainment

Pakar Unair dan Budayawan Optimis Meta Panji Hidupkan Kembali Manuskrip Nusantara

Reno Halsamer luncurkan novel "Meta Panji", adaptasi fantasi dari manuskrip Panji abad 13. Diapresiasi budayawan sebagai genre baru sastra dan jembatan budaya untuk generasi digital.

TIMES Indonesia,
Pakar Unair dan Budayawan Optimis Meta Panji Hidupkan Kembali Manuskrip Nusantara
Foto: Ilustrasi cover novel Meta Panji.(FOTO: Dok.TIMES Indonesia)
A-AA+

SURABAYA Budayawan sekaligus penulis Reno Halsamer segera meluncurkan novel terbaru berjudul Meta Panji, sebuah karya yang mengangkat kembali kekayaan cerita Panji melalui pendekatan yang berbeda.

Berbasis manuskrip Panji abad ke-13, novel ini dikemas sebagai petualangan fantasi dengan gaya penulisan menyerupai naskah film dan permainan (games), sehingga diharapkan mampu menjangkau generasi muda yang akrab dengan dunia digital.

Advertisement

Reno mengatakan, Meta Panji lahir berdasarkan kepedulian pada eksistensi budaya bangsa di tengah tantangan zaman.

"Generasi muda memerlukan pemantik dalam mengenali warisan nilai-nilai Nusantara. Salah satunya adalah manuskrip Cerita Panji yang juga telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Memory of The World pada Oktober 2017 lalu," ujar Reno yang juga merupakan sineas ini, Sabtu (25/7/2026).

Reno melahirkan novel ini dengan sentuhan genre fantasi yang sarat pertarungan menegangkan melalui dunia Meta Panji— sebuah dimensi tempat sejarah, mitologi, teknologi, dan peperangan bertemu. 

Di sana, setiap keputusan menentukan nasib kerajaan, setiap sekutu menyimpan agenda tersembunyi, dan setiap musuh mungkin justru sedang melindunginya.

Meta Panji menghadirkan petualangan fantasi penuh misteri, peperangan epik, intrik kerajaan, teka-teki manuskrip kuno, dan plot twist yang akan membuat pembaca tertarik menggali kembali semua yang mereka ketahui tentang cerita Panji.

Advertisement

Tak hanya itu saja, Reno juga tengah  mempersiapkan ekosistem rantai industri kreatif lewat Dunia Meta Panji. Rencananya, penggarapan akan dikolaborasikan bersama studio di Jepang.

"Saya sudah mempersiapkan film dan gamesnya, termasuk pengembangan merchandise," kata Reno.

Kehadiran Meta Panji sendiri dinilai menjadi angin segar bagi dunia literasi kebudayaan Indonesia. Sejumlah pakar, penulis novel sejarah, dan budayawan memberikan apresiasi tinggi dalam sebuah diskusi interaktif. Secara keseluruhan mereka mengangkat topi atas keseriusan Reno mengadopsi kisah Panji menjadi novel petualangan fantasi.

Pengajar Fakultas Ilmu Budaya sekaligus peneliti Pusat Studi Kebudayaan Nusantara (PSKN) Universitas Airlangga, Dr. Puji Karyanto, S.S., M.Hum., menilai keberadaan karya seperti Meta Panji sangat penting sebagai bagian dari upaya menjaga eksistensi kebudayaan Indonesia.

"Di tengah perubahan pola konsumsi informasi akibat perkembangan teknologi, karya ini menawarkan cara baru untuk memperkenalkan kembali akar budaya Nusantara tanpa meninggalkan esensi sejarahnya," ungkap Puji.

Menurutnya, tradisi bertutur dan cerita rakyat Nusantara kini menghadapi tantangan besar. Perubahan zaman telah menggeser kebiasaan lama, seperti mendongeng sebelum tidur, menjadi budaya digital yang serba cepat. 

"Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menyiapkan generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati dirinya sebagai bangsa yang memiliki akar budaya kuat," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa literasi budaya harus mampu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.

Menurutnya, akar budaya hanya akan bertahan apabila masyarakat dapat merasakan manfaat dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari melalui penyajian yang sesuai dengan selera generasi masa kini.

Puji melihat Meta Panji sebagai alternatif penting dalam memperkenalkan kembali cerita Panji kepada masyarakat.

Kekayaan kisah Panji yang penuh petualangan membuka banyak kemungkinan tafsir baru. 

Dengan pendekatan genre fantasi dan petualangan, novel tersebut diyakini mampu menghadirkan pengalaman membaca yang lebih menyenangkan sekaligus memperkuat keterikatan emosional pembaca terhadap warisan budaya Nusantara.

Ia juga menilai keberhasilan novel tersebut nantinya akan sangat bergantung pada respons masyarakat serta strategi penyebarannya agar mampu menjangkau berbagai segmen pembaca. Menurutnya, sastra tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang berat dan akademis.

"Saya berharap kehadiran Meta Panji akan menjadi semacam modus reproduksi banyak kekayaan literasi klasik dengan cara yang lebih ringan, santai, renyah, dan enak dinikmati, karena sastra tidak harus disampaikan dengan cara yang berat dan sulit," ujar dosen yang akrab disapa Ki Karyanto Puji tersebut.

Pandangan senada disampaikan Henri Nurcahyo, Ketua Komunitas Seni Budaya BrangWetan sekaligus Wakil Ketua Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jawa Timur.

Henri menilai Meta Panji merupakan karya kontemporer yang menggunakan pendekatan dunia anak muda saat ini.

Dengan konsep yang terinspirasi dari mekanisme permainan (games), novel tersebut dinilai lebih mudah diterima generasi digital dan mampu menjadi media pembelajaran sejarah yang tidak terasa menggurui.

Menurutnya, Reno Halsamer tidak sekadar menghidupkan romantisme sejarah, melainkan menjadikan sejarah sebagai sumber inspirasi untuk memahami persoalan masa kini dan masa depan melalui cara penyampaian yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Henri bahkan menyebut Meta Panji berpotensi menjadi genre baru dalam dunia sastra Indonesia.

"Saya yakin jika perpaduan antara novel, dunia permainan, aksi peperangan yang dinamis, serta cerita fantasi akan mampu menghadirkan pengalaman membaca yang berbeda dan membangkitkan rasa penasaran pembaca," ucapnya.

Sebagai penulis sekaligus pegiat Budaya Panji, Henri berharap novel tersebut mampu menarik minat generasi muda untuk mengenal cerita Panji sebagai pusaka budaya Nusantara sekaligus membuka jalan agar kisah Panji semakin dikenal di tingkat internasional.

"Peluncuran Meta Panji nanti akan menjadi momentum baru dalam upaya menghidupkan kembali literasi klasik Indonesia melalui pendekatan kreatif yang relevan dengan perkembangan industri kreatif modern," ucapnya.

Novel ini diharapkan tidak hanya menjadi bacaan hiburan, tetapi juga jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan akar sejarah dan identitas budaya bangsa.

Sementara itu, Shenawangtri selaku editor mengakui bahwa karya ini sangat menarik untuk dikembangkan dalam berbagai platform termasuk games.

"Saya merasakan sendiri nuansa pertarungan menegangkan seperti menggarap script naskah film dan memasuki dunia games fantasi penuh petualangan," ungkapnya memberikan pujian pada karya Reno Halsamer ini.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Lely Yuana
PenulisLely YuanaPernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 8 September 2017. Meliput berbagai topik, termasuk politik, birokrasi, hukum, gaya hidup, seni dan budaya, serta isu sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia