Flash News

JMI Sarankan BNPT Koordinasi Ormas Keagamaan Sebelum Rilis Sebaran Jaringan Teroris 

Selasa, 01 Februari 2022 - 19:35 | 65.13k
Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi saat menjadi narasumber dalam acara seminar di Jakarta (foto: Dokumen/Islah Bahrawi)
Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi saat menjadi narasumber dalam acara seminar di Jakarta (foto: Dokumen/Islah Bahrawi)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi menyarankan, BNPT berkordinasi terlebih dahulu dengan berbagai lembaga dan organisasi keagamaan, sebelum merilis sebaran jaringan teroris di tengah masyarakat.

Menurut Islah, melibatkan organisasi keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, Persis dan lembaga MUI merupakan pendekatan merangkul yang cukup efektif jika dilakukan BNPT. Mereka akan membantu BNPT dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Advertisement

Kemudian setelah semua komunikasi dengan berbagai organisasi keagamaan tersebut selesai, maka BNPT bisa mengumumkan ke publik. Dia menjamin pengumuman tersebut akan minim kontroversi, karena semua lembaga dan organisasi keagamaan telah dirangkul.

"Saran saya selaku direktur jaringan moderat Indonesia meminta, sebelum BNPT memberikan pengumuman-pengumuman yang sifatnya sensitif di masyarakat. Alangkah baiknya itu merangkul dulu berbagai organisasi keagamaan," kata Islah Bahrawi saat diwawancarai oleh TIMES Indonesia di Jakarta, Selasa (1/2/2022).

"Setelah semuanya dirangkul, setelah semuanya mencapai kesepakatan untuk bersama-sama melakukan rehabilitasi lembaga-lembaga tersebut. Setelah membangun komitmen bersama baru diumumkan ke masyarakat luas," imbuhnya.

Dia berharap, kedepannya BNPT bisa menjalin kerjasama jangka panjang dengan organisasi keagamaan seputar pemberantasan jaringan terorisme. Karena bagaimanapun, peran berbagai organisasi tersebut sangat penting dalam mengedukasi dan sosialisasi pencegahan terorisme di tengah masyarakat.

"Jangan kemudian ujuk-ujuk mengumumkan tapi tidak ada komunikasi yang dibangun sebelumnya dengan berbagai lembaga dan organisasi keagamaan. Ini sekedar usulan terhadap BNPT agar dalam mengumumkan sesuatu yang menyangkut persoalan keyakinan, keimanan dan sentimen primordial lainnya, hendaknya dikomunikasikan sebelumnya dengan pihak terkait agar tidak terjadi pro dan kontra," pungkas Islah Bahrawi.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES