Flash News

Kenaikan Harga BBM Tak Berdampak terhadap Harga Bahan Pokok di Probolinggo

Senin, 17 Oktober 2022 - 19:48 | 24.31k
Kenaikan Harga BBM Tak Berdampak terhadap Harga Bahan Pokok di Probolinggo
Peninjauan harga bahun baku yang dilakukan oleh Pemkab Probolinggo beberapa waktu lalu. (Foto: Dokumen/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGOHarga bahan pokok di Kabupaten Probolinggo, Jatim, masih cenderung stabil meski harga BBM secara nasional telah resmi dinaikkan pada 3 September 2022 lalu. Stabilnya harga bahan pokok itu terbukti setelah Pemkab setempat melakukan pemantauan di sejumlah pasar tradisional. Bahkan stok atau ketersediaan bahan di pasaran masih cukup.

Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Probolinggo, harga beras premium berkisar di harga Rp 10 ribu perkilogram; harga minyak goreng curah berkisar Rp 13 ribu perkilogram; bawang merah berkisar Rp 30 ribu perkilogram.

"Harga sejumlah bahan baku di pasar, masih cenderung stabil. Dari 12 komoditi bahan baku, hanya daging ayam boiler yang mengalami kenaikan. Itu pun hanya Rp. 2000 perkilogramnya," ungkap Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo, Anung Widiarto, Senin (17/10/2022).

Anung menyebutkan, sejauh ini harga di pasaran masih relatif stabil meski harga BBM naik. Sejatinya kenaikan harga itu terjadi, namun kenaikan itu tidak terlalu signifikan dan tidak cukup besar kenaikan harganya. Sejauh ini masih dalam tatanan normal.

Ia menyebut, kanaikan itu terhadi pada bahan baku cabe merah besar. Harga di pasaran sekitar Rp 40 ribu perkilogram, itu naik dari harga sebelumnya Rp 35 ribu. Kenaikan itu dampak dari anomali cuaca yang tak bersahabat.

"Tapi selain itu, harga telatif normal. Pasokan dan ketersediaan barang di pasaran pun sampai saat ini masih aman," ungkapnya.

Sementara itu, dikonfirmasi sebelumnya, Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA setda Kabupaten Probolinggo, Susilo Isnadi menyampaikan, dampak kenaikan BBM saat ini masih belum terasa pada harga bahan baku di pasaran.

"Tidak menutup kemungkinan, harga bahan baku itu akan mengalami kenaikan. Sebab BBM itu merupakan bahan dasar yang dapat mempengaruhi seluruh harga komoditi," katanya.

Potensi kenaikan harga baku ini, menurutnya, dapat mempengaruhi inflasi daerah. Untuk sementara, inflasi daerah masih stabil di angka 3.0. Ini perlu untu dikawal dan dipantau terus menerus. "Salah satunya dengan subsisi pemerintah ini agar bisa tersalurkan dengan tepat sasaran," pungkasnya.

Informasi sebelumnya, Pemkab Probolinggo telah melakukan sidak pada sejumlah pasar. Aksi itu dilakukan untuk menjaga harga komoditi dan ketersediaan bahan pokok di pasaran. Pemantauan itu dilakukan secara rutin sejak harga BBM mulai ditetapkan oleh pemerintah pusat. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES