Flash News

Kiat Peternak Sapi di Blitar Agar Sapi Tak Terjangkit Penyakit Jelang Idul Adha

Senin, 05 Juni 2023 - 12:44 | 54.40k
Kondisi kandang salah satu peternak sapi Kota Blitar (FOTO: Nur Al Ana/TIMES Indonesia)
Kondisi kandang salah satu peternak sapi Kota Blitar (FOTO: Nur Al Ana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BLITARPeternak sapi di Kota Blitar memiliki trik khusus untuk mencegah penularan penyakit pada hewan ternaknya jelang Hari Raya Idul Adha

Suherli Efendi salah satu peternak sapi di Kota Blitar mengaku banyak peternak yang merasa khawatir dengan sejumlah penyakit yang menyerang hewan ternak belakangan ini. 

Advertisement

Salah satunya adalah Lumpy Skin Disease (LSD), hingga penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat membuat harga sapi di pasaran anjlok. 

Untuk menghindari hewan ternaknya terjangkit penyakit, Suherli mengaku melakukan sejumlah kiat. Salah satunya adalah memberikan ramuan khusus untuk hewan ternak sapi miliknya. 

Selain  memberikan pakan yang bagus untuk sapi, ia juga rutin memberikan jamu tradisional berupa kunyit dan temulawak.

 "Untuk menghindari terjangkit penyakit memang diperlukan perhatian khusus selain rajin membersihkan kandang dan memberi pakan yang bagus juga saya beri ramuan kunyit dan temulawak," ujar peternak sapi jenis simental ini. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar Rodiyah  meminta agar para peternak terus meningkatkan kualitas perawatan hewan ternak. Salah satunya adalah dengan memperhatikan pakan dan kebersihan kandang. Serta segera melapor ke dinas jika ditemukan tanda-tanda penularan penyakit seperti  LSD pada hewan ternaknya. 

"Kalau ada gejala kami minta agar cepat lapor petugas. Karena penularan LSD ini sangat cepat. Jika ada gejala yang mengarah ke LSD akan langsung diberikan pengobatan agar tidak sampai menular ke yang lain," katanya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

Konten promosi pada widget ini bukan konten yang diproduksi oleh redaksi TIMES Indonesia. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES