Ini Tiga Resep Jika Kembali Kepada Mantan Pasangan
Anggia Chrisanti, konselor dan terapis di Biro Konsultasi psikologi, menganjurkan ada tiga langkah kunci, jika seseorang kembali menjalin hubungan dengan mantan pasangan.

JAKARTA – Anggia Chrisanti, konselor dan terapis di Biro Konsultasi psikologi, menganjurkan ada tiga langkah kunci, jika seseorang kembali menjalin hubungan dengan mantan pasangan.
Tiga hal itu supaya pilihan kembali dengan mantan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Seperti dilansir dari tempo.co, pasangan diharapkan melihat ke belakang. Artinya, telah kembali apa yang pernah terjadi dengan hubungan Anda sebelumnya.
Jika perlu, buat dalam daftar tertulis mengenai kebaikan dan kekurangan sang mantan. Buat daftar secara detail dan objektif.
Jika Anda punya sahabat atau saudara yang cukup dekat dan cukup tahu tentang perjalanan kisah Anda dulu, ada baiknya meminta bantuan mereka.
Kedua, lihat hari ini. Artinya, lihat diri Anda pada saat ini. Bandingkan dengan Anda yang saat dulu menjalin hubungan dengan mantan dalam hal usia, profesi, dan status. Jadikan hal tersebut sebagai pertimbangan.
Misalnya, dulu mungkin karena sama-sama masih pelajar atau mahasiswa, faktor keuangan tidak terlalu masalah. Mungkin sekarang hal semacam itu malah menjadi pemicu konflik? Romantisme yang dulu, bisa jadi tidak seindah saat Anda harus menjalaninya lagi dengan orang yang sama tapi di masa kini.
Ketiga jelas dia, Get up! Jika kedua hal di atas sudah dipertimbangkan masak-masak dan ternyata hasilnya adalah “tepat jika Anda kembali dengan mantan”, maka ada baiknya segera ambil tindakan.
Bertemulah dan katakan hal-hal yang sudah Anda pertimbangkan. Dan nyatakan kesiapan Anda untuk memulai kembali hubungan.
Anggia menambahkan beberapa hal sebagai pertimbangan, yakni masalah perpisahan terdahulu bukanlah hal yang prinsipil. Sekalipun prinsipil, sebaiknya Anda berdua telah memiliki solusi untuk itu.
Juga ada baiknya jika Anda segera “membawa kembali” sang mantan kepada keluarga terdekat, sahabat terdekat, yang mengetahui sejarah Anda berdua.
“Karena tidak jarang, luka Anda sudah hilang, tapi luka orang-orang terdekat Anda terhadap kesedihan Anda dulu masih membekas. Maka jelaskan dan beri gambaran tentang proses pengambilan keputusan kembalinya Anda dengan mantan, agar jangan sampai ketika hubungan mulai terjalin kembali, hambatan justru muncul dari orang-orang terdekat,” kata Anggia.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


