Jika Salah Mencukur Kumis, Ada 9 Cara Mengatasinya
Aktivitas mencukur kumis atau jenggot menjadi rutinitas bagi kaum pria. Namun tidak jarang terjadi kesalahan yang mengakibatkan kulit mengalami iritasi bahkan berdarah.

JAKARTA – Aktivitas mencukur kumis atau jenggot menjadi rutinitas bagi kaum pria. Namun tidak jarang terjadi kesalahan yang mengakibatkan kulit mengalami iritasi bahkan berdarah.
Dikutip dari Men's Journal, berikut ini kesalahan saat mencukur dan bagaimana yang benar.
1. Mencuci dengan air dingin
Air dingin akan mempersempit lubang pori-pori kulit sehingga krim cukur sulit untuk menembusnya. Akibatnya pisau cukur tidak bisa bekerja secara maksimal.
Cara yang benar, cuci muka dengan air hangat atau panas agar pori-pori terbuka dan bulu-bulu yang tumbuh di bagian wajah menjadi lembut.
2. Lupa mengoleskan krim
Perlu mengoleskan krim cukur dan memijit wajah pada bagian yang ditumbuhi rambut. Diamkan beberapa saat setelah krim dioleskan agar meresap ke dalam kulit.
3. Mencukur melawan alur tumbuhnya rambut
Kesalahan ini sering dilakukan saat bercukur. Mencukur searah alur tumbuhnya rambut akan menghindarkan terjadinya ruam cukur, iritasi dan rambut yang tak mau tumbuh lagi.
4. Mencukur terlalu tinggi
Jangan mencukur jambang terlalu tinggi. Disarankan untuk rata dengan bagian tengah telinga ke bawah.
5. Lupa mencukur bagian leher
Kesalahan seperti ini banyak dilakukan para pria. Masih ada bulu-bulu pada bagian leher, padahal bagian wajah sudah bersih. Bulu-bulu kasar yang menyembul di leher tentu tidak menarik untuk dilihat. Saat bercukur, bersihkan juga bagian tersebut.
6. Menggunakan kekuatan penuh saat bercukur
Semakin kuat pisau cukur ditekan ke bagian kulit, semakin tidak rata hasilnya. Sebaiknya, gunakan tekanan sesedikit mungkin saat bercukur. Tekanan yang lembut akan menghindarkan wajah tergores oleh pisau cukur atau silet.
7. Menggunakan pisau cukur yang sudah tumpul
Pisau cukur ada batas pemakaiannya. Ketajaman pisau cukur berkurang setelah berkali-kali digunakan untuk memangkas bulu-bulu wajah. Buang pisau cukur setelah digunakan 3 sampai 5 kali, lalu ganti dengan yang baru.
8. Lupa memeriksa hasil cukuran
Selesai mencukur semua bulu, terkadang lupa memeriksa hasilnya. Gunakan cermin untuk melihat hasil cukuran, dengan meraba bagian yang biasanya banyak ditumbuhi rambut. Jika ada yang tertinggal, cukur kembali.
9. Menggunakan cairan usai mencukur yang mengandung alkohol
Cairan pasca cukur yang mengandung alkohol akan membuat kulit menjadi kering dan tidak melindungi kulit. Sebaiknya cari cairan berbahan alami yang berfungsi melindungi kulit dan melembabkannya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


