Ini Untung Rugi Menikah dengan Teman Sekantor
Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memperbolehkan rekan sekantor untuk menikah membuat banyak pasangan merasa lega.

JAKARTA – Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memperbolehkan rekan sekantor untuk menikah membuat banyak pasangan merasa lega. Hakim Konstitusi Aswanto menganggap pernikahan teman sekantor adalah hak asasi manusia yang seharusnya tidak boleh dilarang.
Meskipun sekarang pasangan sekantor tidak lagi perlu khawatir mencari pekerjaan baru setelah menikah atau kehilangan salah satu sumber pendapatan, pakar kesehatan menyebutkan bahwa ada baiknya pasangan sekantor mempertimbangkan berbagai hal ini sebelum menikah.
Dalam banyak kasus, ada pasangan yang tidak bisa membedakan profesionalitas di tempat kerja dan masalah personal sehingga pada akhirnya adanya masalah rumah tangga menurunkan produktifitas di tempat kerja. Bahkan, ada pasangan yang sampai bertengkar di kantor dan membuat suasana kantor menjadi kikuk bagi banyak orang.
Selain itu, suami istri bekerja di kantor yang sama akan berpotensi sama-sama kehilangan pekerjaan jika perusahan tempat mereka bekerja bangkrut.
Di samping kerugian di atas, ada juga keuntungan menikah dengan rekan sekantor, yakni pendapatan bulanan yang tetap aman dan kecenderungan untuk menghemat biaya transportasi karena dilakukan bersama-sama. Bahkan, banyak pasangan yang sengaja mempersiapkan bekal makan siang bersama. Selain itu, kecenderungan untuk melakukan perselingkuhan juga menurun karena selalu adanya pasangan di sekitar kita.
Sebenarnya untung dan rugi menikah dengan teman sekantor tergantung masing-masing orang. Jika Anda yakin untuk menikah dengan teman sekantor dan tetap bekerja di tempat yang sama tentu tak akan menjadi masalah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

