Kreasikan Budaya Panji, Kampung Budaya Polowijen Gelar Festival Dolanan Panji Milenial

TIMESINDONESIA, MALANG – Penggagas Kampung Budaya Polowijen (KPB) Malang, Ki Demang mengatakan, upaya untuk merevitalisasi budaya Panji, salah satunya, adalah menjaganya dengan cara melestarikan tradisi dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Legenda Panji adalah budaya asli Jawa yang dalam perkembangannya dikenal se-nusantara. Budaya Panji menyimpan banyak cerita dan kisah. Mulai dari kesahajaan, patriotisme, kekuatan, perjuangan, kesetiaan, cinta kasih, bahkan kasmaran. Semua mengandung keluhuran budi dan kemuliaan nilai-nilai.
Advertisement
Menurut Ki Demang, melestarikan budaya Panji tak cukup hanya dengan menjagany saja. Pasalnya, tradisi tersebut harus berhadapan dengan jaman modernisasi dan globalisasi.
"Perlu ada upaya budaya Panji ditransformasikan kepada setiap generasi dengan konsep kekinian dan milenial sehingga dapat diterima generasi muda," kata Ki Demang di Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (27/07/2019) malam.
Ki Demang menilai, standar baku yang selama ini ada tentu bukan menjadi penghalang untuk membuat kreativitas cerita budaya Panji. Semua bisa direproduksi dalam bentuk dan media lain sehingga budaya Panji lebih kekinian dan tidak lekang oleh zaman.
"Baik dari tarian dengan ragam gerak, tata busana, irama lagu, tembang-tembangan dan gamelan, makanan, permainan tradisional, pementasan dan unsur-unsur lainnya, bisa diarahkan agar lebih kekinian," ujarnya.
Dengan dukungan dari sejumlah komunitas topeng di Malang Raya, KBP sebagai salah satu kampung yang berkomitmen mempertahankan kesenian topeng di Kota Malang terpanggil untuk mengkreasi budaya Panji yang selalu menjadi cerita wayang topeng Malang dalam event Festival Dolanan Panji Milenial pada Ahad (28/07/2019) mulai jam 08.00 hingga jam 12.00 WIB.
Ragam kegiatan antara lain membuat topeng Panji milenial, menyanyi dan main musik dengan nyanyian-nyanyian dolanan, mendongeng cerita-cerita Panji, permainan tradisional serta menari topeng Panji secara bersama setelah topeng yang di buat jadi.
Selain itu, ada workshop mendongeng Panji oleh ketua Himpunan Psikologi (HIMPSI) Cabang Malang Nirma Yullidya, M.Psi. Dilanjutkan sesi membuat topeng dengan menggambar dan mewarnai yang akan dipandu oleh dosen Prodi Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang, sekaligus tokoh topeng, Dr. Roby Hidajat, M.Sn.
"Kegiatan ini akan diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari ibu-ibu PKK RW2 Polowijen, siswa SDN Polowijen 3, para warga dan penari KBP," ujar penggagas Kampung Budaya Polowijen ini. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Faizal R Arief |
Publisher | : Sofyan Saqi Futaki |
Sumber | : TIMES Malang |