Gaya Hidup

Tiga Primadona Tanaman Hias Indonesia Siap Mendunia!

Rabu, 23 Oktober 2019 - 20:25 | 1.02m
ilustrasi Tanaman. (FOTO: malangtoday.net)
ilustrasi Tanaman. (FOTO: malangtoday.net)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Indonesia memang terkenal akan alamnya, banyaknya jenis tanaman menjadi daya tarik tersendiri bagi negeri ini. Salah satu kelompok tanaman yang menarik untuk dibahas adalah kelompok tanaman hortikultura yang mencakup sayuran, buah-buahan, tanaman obat dan tanaman hias.

Berdasarkan publikasi BPS 2018, angka produksi tanaman obat mencapai 558,71 ribu ton, buah-buahan 21,51 juta ton, sayuran 13,07 juta ton dan tanaman hias 869,52 juta tangkai dan 40,40 juta pohon.

Advertisement

Fakta menariknya adalah dari banyak nya produksi kelompok tanaman hortikultura, tanaman yang paling banyak di produksi adalah tanaman hias. Apa yang menyebabkan produksi tanaman hias jauh lebih tinggi ketimbang jenis tanaman hortikultura lainnya?

Ekspor tanaman hias memiliki daya saing yang tinggi di kanca internasional. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Hortikultura tengah berupaya meningkatkan volume ekspor tanaman hias ke berbagai negara dan salah satu kebijakan yang telah dijalankan guna meningkatkan ekspor, yakni dengan memberikan kemudahan atau pemangkasan waktu pengurusan dokumen perizinan.

Jenderal Hortikultura Suwandi menjelaskan bahwa proses izin ekspor saat ini dilakukan percepatan dalam pelayanan. Jika dokumen pengajuan dari eksportir sudah lengkap dan benar, Kementan melalui Direktorat Jenderal Hortikultura langsung memproses kurang dari 3 jam.

Dengan dipermudahnya dalam proses perizinan dan pengurusan dokumen, maka proses ekspor pun akan semakin mudah untuk dilakukan. Guna meningkatkan volume ekspor maka produksi tanaman hias pun mulai ditingkatkan. 

Berdasarkan data BPS 2018, 5 jenis tanaman yang paling banyak di produksi adalah bunga Krisan/Chrysantemum sebanyak 488,18 juta tangkai, bunga Mawar/Rose sebanyak 202,06 juta tangkai, bunga Sedap Malam/Tuberose sebanyak 116,91 juta tangkai, bunga Herbras/Gerbera sebanyak 26,61 juta tangkai dan bunga Anggrek/Orchid sebanyak 24,72 tangkai.

Untuk ekspornya sendiri dipegang oleh tiga jenis tanaman hias yang bisa disebut sebagai primadona yakni, bunga Krisan di peringkat pertama, Anggrek peringkat ke-dua dan Mawar di peringkat ke-3, dan sisanya di tempati oleh jenis tanaman hias lainnya.

Pada tahun 2018, volume ekspor krisan naik dari 49,52 ton menjadi 59,11 ton. Negara pengimpor Krisan dari Indonesia tahun 2018 hanya Jepang.

Volume ekspor mawar turun dari 52,12 ton menjadi 19,31 ton. Negara pengimpor Mawar dari Indonesia tahun 2018, yaitu Jepang dan Amerika Serikat.

Sedangkan, volume ekspor anggrek naik sebesar 27,92 persen, dari 40,56 ton pada tahun 2017 menjadi 51,89 ton pada tahun 2018. Negara pengimpor anggrek dari Indonesia tahun 2018, yaitu Jepang, Singapura, Korea, Jerman, Belanda, Selandia Baru dan Amerika Serikat. 

Menurut data Badan Pusat Statistik 2018, sentra produksi Anggrek, Krisan dan Mawar di Indonesia masih didominasi oleh Pulau Jawa. Provinsi Jawa Barat merupakan penghasil anggrek terbesar, memiliki kapasitas produksi sebesar 8,17 juta tangkai atau sekitar 33,05 persen dari total produksi nasional. Barulah kemudian diikuti oleh Banten dan Jawa Timur. 

Untuk bunga Krisan, Provinsi Jawa Barat merupakan penghasil terbesar, memiliki kapasitas produksi sebesar 187,32 juta tangkai atau sekitar 38,37 persen dari total produksi nasional. Kemudian diikuti oleh Jawa Timur dan Jawa Tengah. 

Sedangkan, provinsi pengasil bunga Mawar terbesar adalah Jawa Timur, dengan kapasitas produksi sebesar 146,04 juta tangkai atau 72,27 persen dari total produksi nasional.

Kelompok tanaman hortikultura khususnya tanaman hias, harus dijaga kelestariannya serta ditingkatkan nilai ekspornya karena, tanaman hias merupakan salah satu penyumbang ekspor terbesar guna meningkatkan devisa negara.

Tiga primadona tanaman hias ini (Krisan, Mawar dan Anggrek) merupakan ekspor tanaman hias tertinggi di Indonesia yang di dominasi oleh Pulau Jawa.

Selain meningkatkan devisa negara, kita juga bisa ikut membanggakan daerah yang memproduksi dan mengekspor tanaman hias tertinggi. Pada tahun 2018, Jawa Barat merupakan Provinsi penyumbang produksi tanaman hias terbesar mengingat kabupaten Bogor merupakan salah satu provinsi di Jawa Barat yang merupakan tempat pelestarian berbagai jenis tanaman.  

Sudah indah dipandang, membanggakan, meningkatkan devisa negara pula!! Mari kita budidayakan tanaman hias. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES