Advertisement
Gaya Hidup

Mengenal Sulam Puting Payudara, Apa Risikonya?

Kalau sulam alis dan sulam bibir, banyak yang sudah mengenalnya. Namun, banyak yang belum tahu soal sulam puting payudara yang bakal dilaunching pertengahan tahun 2020 ini di Kota Malang

TIMES Indonesia,
Mengenal Sulam Puting Payudara, Apa Risikonya?
Kebanyakan alasan wanita menyulam aerola dikarenakan warna menghitam usai menyusui (shutterstock)
A-AA+

MALANG Kalau sulam alis dan sulam bibir, banyak yang sudah mengenalnya. Namun, banyak yang belum tahu soal sulam puting payudara yang bakal dilaunching pertengahan tahun 2020 ini di Kota Malang

Seperti apa sih sulam puting payudara atau sering disebut sulam aerola ini? Siapa saja peminatnya dan apa risikonya?

Advertisement

Dokter kecantikan Haven Light Clinic, dr. Andrew Halim Sp. THT-KL. mengungkapkan bahwa sulam aerola ini adalah tren kecantikan yang mulai masuk ke Indonesia, bahkan sudah ada di  sejumlah kota kecil di Indonesia.

Sulam puting payudara juga mulai diminati oleh para kaum hawa, salah satunya di Malang. Meskipun begitu, sulam ini sempat menuai kontroversi, dan belum mendapatkan posisi yang sama seperti sulam alis dan sulam bibir.

"Biasanya ibu-ibu itu kan pasca melahirkan atau menyusui aerolanya (puting payudara) berubah menjadi warna hitam karena hormon. Ini yang bikin mereka resah, kadang suaminya juga," tuturnya.

Edisi-Sabtu-11-Januari-2020-payudara.jpg

Ketakutan sebagian kaum hawa dengan terapi sulam aerola ini juga muncul akibat penggunaan  krim pencerah aerola. Krim tersebut kata Andrew dapat membuat aerola menjadi cerah, namun menimbulkan efek samping berupa kulit mengelupas. Efek mengelupas ini akan menimbulkan rasa sakit atau bahkan radang.

Advertisement

"Aerola kan bagian yang sensitif. Sehingga kalau itu mengelupas maka akan berdampak rasa sakit atau perih yang dirasakan. Sementara sulam aerola tidak sakit," ungkap alumni Universitas Brawijaya tersebut.

Pria asli Surabaya itu menjelaskan bahwa teknis sulam aerola tak jauh berbeda dengan sulam alis maupun sulam bibir. Dokter akan menyuntikkan tinta berwarna ke jaringan kulit agar warnanya berubah menjadi pink atau cokelat muda.

"Efek setelahnya hampir sama kayak sulam bibir. Nanti jadi terlihat agak lebih tebal gitu sih," imbuhnya.

Untuk melakukan sulam puting payudara ini, para wanita diharuskan agar terlebih dahulu melakukan tes alergi. Untuk mencegah kulit alergi dan kerusakan lainnya. Selain itu, kulit yang mudah keloid pun, disarankan tidak melakukan sulam ini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

W
PenulisWidya Amalia Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia