Kisah Cinta Era Kahuripan, Syahdukan Indonesia’s Cultural Dining Series Hotel Tugu
Hotel Tugu Malang tidak berhenti dalam membuat kejutan - kejutan spesial. Termasuk Indonesia’s Cultural Dining Series 50 yang jatuh pada hari ini, Sabtu (15/2/2020).

MALANG – Hotel Tugu Malang tidak berhenti dalam membuat kejutan - kejutan spesial. Termasuk Indonesia’s Cultural Dining Series 50 yang jatuh pada hari ini, Sabtu (15/2/2020).
Masih bernuansa hari kasih sayang, Hotel Tugu sajikan pertunjukan sendratari kisah romansa tanah Jawa yaitu cerita Panji Asmoro Bangun dan Dewi Sekartaji.
Tamu akan dibawa kembali mengenang kisah romantisme masa lampau.
Dengan menggandeng Cakra Baruna Art Studio yang menaungi seniman-seniman muda yang ahli dalam bidang seni tari, musik tradisional, pewayangan, dan seni budaya lainya, suasana dinner kali ini begitu syahdu dan romantis.
Berkisah tentang Kerajaan Janggala dan kerajaan Panjalu yang dulunya merupakan kerajaan besar bernama Kahuripan.

Demi mempersatukan kembali kedua kerajaan, Raja Jayantaka Tunggadewa (Janggala) dan Raja Jayawarsa Tunggadewa (Panjalu) sepakat untuk menikahkan anak-anak mereka yaitu, Panji Asmoro Bangun dan Dewi Sekartaji.
Namun tanpa sepengetahuan Raja Jayantaka, anaknya yaitu Panji Asmoro Bangun diam-diam menikahi Dewi Anggraeni, seorang wanita dari kalangan rakyat biasa. Kabar ini terdengar oleh Raja Jayawarsa.
Tidak ingin anaknya mendengar hal ini, sang raja memerintahkan seseorang untuk membunuh istri dari Panji Asmoro Bangun. Namun sayangnya kabar pernikahan tersebut sudah terlanjur terdengar oleh putrinya.
Karena takdir Panji Asmoro Bangun dan Dewi Sekartaji telah ditentukan oleh dewata untuk bersama, maka dalam pencariannya mereka dipertemukan kembali. Pernikahan mereka berhasil menyatukan kedua kerajaan dan berakhir bahagia.
Dalam pertunjukan ini juga akan dimainkan beberapa tembang Jawa yang mengusung tema romantis seperti Asmarandana yang memiliki arti cinta yang membara. Tembang ini diambil dari kata asmara yang berarti cinta dan kata dahana yang berarti api.
Sementara Dhandanggula merupakan tembang yang menceritakan harapan-harapan manis dikehidupan; Karo Kusuma, dan tembang Jawa lainya yang akan dibawakan secara live dengan alunan musik gamelan.

"Kami ingin menghidupkan seni dan budaya indonesia. Untuk pemilihan kenapa tema ini, karena ini Februari, bulan cinta. Jadi kita ingin tunjukkan bila dulu itu di Jawa khususnya Kerajaan Kediri masa lampau juga ada kisah romansa yang tak kalah dengan kisah Romeo Juliet," tutur Richard Wardhana, Public Relation Hotel Tugu.
Tidak hanya sajian kisah yang mempesona, para tamu pun dapat menikmati berbagai pilihan makanan nusantara dari restoran Melati seperti, beragam pilhan Nasi Rawon, Nasi Buk, Rendang Padang, Tugu Risjtaffel dan masih banyak lagi.
Hotel Tugu terletak tepat di jantung kota, 5 menit dari Stasiun Kereta Api Kota Malang, Hotel Tugu Malang merupakan hotel bintang lima pemenang penghargaan ‘Certificate of Excellence’ selama 8 tahun berturut-turut.
Koleksi barang-barang seni yang tak ternilai harganya menghiasi setiap sudut hotel, menciptakan suasana klasik peninggalan era kolonial Belanda, tradisi Indonesia yang berabad umurnya, dan juga kebudayaan Jawa Peranakan yang romantis.
Dengan 49 kamar, 2 restoran, serta 5 ruang serbaguna, Hotel Tugu Malang memadukan romatisme budaya dengan kecanggihan fasilitas masa kini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

