Gaya Hidup

Restina, Memadukan Profesi Humas dan Penyanyi

Selasa, 12 Mei 2020 - 23:11 | 124.80k
Restina Setiawan. (FOTO: Instagram @Restina16 for TIMES Indonesia)
Restina Setiawan. (FOTO: Instagram @Restina16 for TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Biasanya di bulan Ramadhan, Restina Setiawan sangat aktif dalam beberapa acara memeriahkan Ramadhan seperti festival, show atau perform, menjadi nara sumber, bahkan menjadi penyanyi. Namun, di Ramadhan tahun ini Restina mengaku sedih dengan kondisi pandemi Covid-19 ini.

"Untuk tahun ini, saya tidak melakukan aktivitas di bulan Ramadhan seperti biasanya. Bahkan rencana mengeluarkan lagu atau single religi pun tidak. Untuk tahun ini sangat sedih yah," ungkap Restina kepada TIMES Indonesia, Selasa (12/5/2020).

Advertisement

Restina-Setiawan-2.jpg

Seperti yang lain, Restina pun lebih banyak melakukan aktifitas di rumah saja dan work from home. Selain menjadi penyanyi profesional, sejak 19 tahun yang lalu hingga sekarang profesi public relation ini ia tekuni. 

Bahkan kini ia mulai merambah lagi sebagai konsultan komunikasi, setelah memutuskan berhenti sebagai Public Relations Manager el Royale Hotel Bandung. Kini Restina mendirikan perusahaan Public Relations Consultant khusus hotel dan pariwisata yang diberi nama “Restina Consultant”.

"Saya isi keseharian bersama keluarga di rumah, meeting pariwisata lewat online, memasak. Saya juga tetap bernyanyi membuat sesuatu yang kreatif di rumah bersama beberapa musisi, salah satunya untuk menghimbau masyarakat agar tetap di rumah agar pandemi ini segera berakhir. Jadi,supaya nggak boring juga yah," ucap Restina.

Restina-Setiawan-3.jpg

Menjadi penyanyi berawan dari hobinya sejak kecil. Restina menjadi penyanyi profesional sejak duduk di bangku kuliah. Ia menyanyi dari kafe ke kafe waktu itu.

Hingga pada akhirnya membawa Restina menjadi penyanyi profesional. Terbukti dalam rentang tujuh tahun sejak pertama kali masuk dapur rekaman pada 2013 silam, perempuan kelahiran Sukabumi 16 Januari ini telah menghasilkan tujuh single. 

Ada lima single bertema cinta berjudul "Belum Terlambat", "Mantan Kekasih", "Setengah Hati", "Dua Jurus Cinta", dan "Mulai Tersadar". Sedangkan dua single bertema religi dengan judul "Kekasih Allah" dan "Cahaya Imanku".

Restina-Setiawan-4.jpg

"Aku suka nyanyi dari kecil, kalau kata papah mamah, aku sejak umur empat tahun sudah mulai nyanyi-nyanyi gitu. Kalau bakat seni mungkin turun dari papah yah. Papah saya itu pemusik yang bisa memainkan banyak alat musik," kenangnya. 

Restina mengaku tidak pernah mengikuti les vokal. Menurutnya kemampuan ia bernyanyi merupakan murni talenta dari Allah SWT.

Restina mengakui banyak keuntungan yang didapat. Dari hobinya menyanyi dan masuk dalam industri musik Indonesia. Selain dapat berkreasi melalui hobinya tersebut, juga dapat mendatangkan rezeki. 

Restina-Setiawan-5.jpg

"Keuntungannya punya hobi nyanyi itu ternyata oke banget, ya istilahnya hobi yang bisa menghasilkan uang.  Saya berharap dapat segera mengeluarkan album berjudul sama dengan nama saya, Restina," ucapnya.

Tetap Berkarir di PR Soal sektor pariwisata, menurut Restina yang juga selaku Humas BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat ini perhotelan dan restoran terkena dampak besar dari wabah virus corona.

"Banyak hotel yang tidak beroperasi, banyak yang tutup, bahkan bangkrut. Akibatnya banyak karyawan juga yang dirumahkan," sebut Restina yang juga mantan Ketua Himpunan Humas Hotel Bandung (H3B) ini.

Restina-Setiawan-6.jpg

Kalau tidak segera mendapat pertolongan, kata dia, maka pengusaha akan lebih terkapar dan karyawan tidak dapat segera masuk bekerja kembali. "Kalau pengangguran meningkat,kerawanan masyarakat juga akan meningkat," imbuhnya.

Dengan demikian, kata dia, pariwisata Jawa Barat dalam kondisi memprihatinkan. Menurutnya membutuhkan waktu lama untuk mengembalikan ke dalam keadaan normal. 

"Kita hanya bisa berusaha dan berdoa supaya pandemi ini cepat berakhir. Tetapi kita harus selalu semangat untuk pariwisata Jawa Barat," tandasnya. 

Restina mengaku sebagai pelaku sektor pariwisata, ia bersama rekan-rekannya sudah mempersiapkan agenda dan beberapa cara untuk membantu agar cepat melakukan recovery pariwisata.

Restina mengaku menjadi PR merupakan profesi yang sangat ia jiwai. Sebab karakter PR sesuai sekali dengan kepribadiannya. Kendati begitu meski belasan tahun ia malah melintang di dunia PR, menurutnya harus selalu mau belajar untuk menjadi PR yang baik. 

"PR zaman sekarang harus lebih berani proaktif, berinovatif, kreatif ,selalu memberikan masukan informasi dari opini publik, dan harus selalu update tentang digital informasi," tandas Restina. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES