Bulan Syawal Waktu Terbaik Menikah? Ini Kata Guru Besar Ilmu Fiqih UIN Sunan Ampel
Banyak keistimewaan yang ada di bulan Syawal. Selain mendapatkan pahala yang besar ketika mengerjakan amalan seperti puasa Syawal 6 hari ataupun itikaf di Masjid, bulan ini dipercaya merupakan waktu yang paling baik untuk menikah. Benarkah demikian?

SURABAYA – Banyak keistimewaan yang ada di bulan Syawal. Selain mendapatkan pahala yang besar ketika mengerjakan amalan seperti puasa Syawal 6 hari ataupun itikaf di Masjid, bulan ini dipercaya merupakan waktu yang paling baik untuk menikah. Benarkah demikian?
Menurut Guru Besar Ilmu Fiqih di UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof Dr H. Ahmad Zahro, MA, anjuran itu tidak tekstual. Namun yang jelas Rasulullah menikahi Sayyidah Aisyah dan Ummu Salamah pada bulan Syawal.
"Sebelum Nabi menikah di bulan Syawal, di kalangan Jam'iyah ada kepercayaan bahwa menikah pada bulan Syawal akan mendapatkan sial. Jadi kepercayaan sebelumnya justru didobrak oleh Rasulullah dan beliau menikah pada bulan Syawal nyatanya harmonis," katanya kepada TIMES Indonesia, Selasa (9/6/2020).
Bahkan, lanjut Imam Besar Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya tersebut, Sayyidah Aisyah dengan bangga menyatakan karena dia dinikahi pada bulan Syawal.
"Ini hadits riwayat Muslim, shohih. Jadi anjuran sih tidak ada. Tapi karena Nabi Muhammad melakukan dua kali di bulan Syawal, maka ini merupakan sunnah rasul," jelasnya.
Selain itu, kata Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum Jombang itu, Imam Nawawi menyatakan ini sebagai anjuran. Dan boleh saja dipahami seperti itu, bahwa perbuatan Nabi Muhammad ini mengandung anjuran walau beliau sendiri tidak menganjurkan.
Prof Zahro memaparkan, keistimewaan bulan Syawal secara singkatnya, pertama, berada setelah bulan Ramadhan, bulan kembali pada fitrah, bulan yang mestinya umat Islam kembali pada fitrah, kondisi umat Islam terbaik, bersih dari dosa.
"Yang kedua, bulan takbir. Bulan Syawal dimulai dengan gempitanya takbir. Malam pertama takbir dengan gempita sampai Sholat Id. Juga bulan silaturrahim, kita semua tahu bahwa umat Islam ini terutama di Indonesia dan Asia tenggara," ujar Guru Besar Ilmu Fiqih di UIN Sunan Ampel Surabaya ini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


