Advertisement
Gaya Hidup

Nanda, Bayi Orangutan Lucu Lahir di Taman Safari Prigen

Taman Safari Prigen kembali membuktikan keberhasilan breeding (pengembangbiakkan) dengan lahirnya Nanda, bayi orangutan yang lucu dan menggemaskan

TIMES Indonesia,
Nanda, Bayi Orangutan Lucu Lahir di Taman Safari Prigen
Bayi betina orangutan (Nanda) berada dipelukan induknya (Naning) saar berada dikandang eksitu TSI II, Pasuruan. Setiap 19 Agustus diperingati sebagai hari Orangutan Sedunia. (Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Taman Safari Prigen kembali membuktikan keberhasilan breeding (pengembangbiakkan) dengan lahirnya Nanda, bayi orangutan yang lucu dan menggemaskan. 

Kelahiran Nanda sekaligus menjadi kabar yang sangat menggembirakan pada perayaan International Orangutan Day atau Hari Orangutan Sedunia yang jatuh pada 19 Agustus 2020 ini.

Advertisement

Nanda lahir secara normal pada 11 Maret 2020 lalu dari indukan bernama Naning (40 tahun) dan pejantan bernama Bima (27 tahun).

Bayi-betina-orangutan-2.jpg

“Kondisi saat ini dalam keadaan sehat dan dirawat oleh induknya. Bayi orangutan terpantau menyusu dalam kurun waktu dua jam dan beraktivitas secara normal di exhibit-nya,” kata Dokter Hewan Taman Safari Prigen, drh Nanang Tedjo Laksono, Rabu (19/8/2020).

Kelahiran Nanda merupakan kelahiran ketiga dari indukan Naning. Dengan adanya Nanda yang berjenis kelamin betina ini, maka jumlah orangutan di Taman Safari Prigen saat ini bertambah menjadi 22 ekor.

“Perawatan lainnya juga diberikan kepada induk Naning pasca melahirkan bayinya. Perawatan tersebut dengan memberikan pakan terbaik serta diberikan suplemen penambah volume ASI yaitu moloco,” ujar drh Nanang Tedjo Laksono.

Advertisement

Selain perawatan terhadap Nanda, Taman Safari Prigen juga melakukan evaluasi kesehatan terhadap semua satwa setiap bulan. Semua dilakukan demi kelangsungan dan keberlanjutan hidup bagi satwa-satwa tersebut.

Bayi-betina-orangutan-3.jpg

Hadirnya Nanda merupakan salah satu bukti di antara sederet satwa-satwa lainnya yang berhasil dikembangbiakkan. Apa lagi untuk orangutan yang sudah termasuk ke dalam zona merah, yang artinya terancam punah. Bahkan, secara global populasi orangutan mengalami penurunan secara signifikan.

Taman Safari Prigen menjadi salah satu Lembaga Konservasi tentunya ikut menjaga populasi satwa yang terancam punah, hal itu menjadi salah satu kewajiban.

Namun kegiatan konservasi ini tak bisa begitu saja dijalankan tanpa adanya bantuan dari segala lapisan masyarakat. Dengan berkunjung ke Taman Safari Prigen, masyarakat secara tak langsung telah mendukung konservasi satwa. 

Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, Taman Safari Prigen menerapkan aturan protokol kesehatan ‘New Normal’ dengan ketat. Sehingga, cukup aman bagi pengunjung untuk melihat Nanda si bayi orangutan, selama pengunjung mematuhi aturan penggunaan masker, jaga jarak, dan rajin mencuci tangan di fasilitas wastafel yang sudah disediakan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia