Tradisi Keboan di Desa Aliyan Banyuwangi, Begini Pesan Roh Leluhur

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Memasuki bulan Sura, menjelang perayaan tradisi Keboan, roh leluhur masyarakat Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, mengirim wangsit kepada anak cucu. Leluhur tersebut adalah Buyut Wadung, sesepuh warga Dusun Sukodono, Desa Aliyan.
Merasuk ke tubuh Anang Andim, dia meminta Mbah Suyit, salah satu pawang tradisi Keboan asal Dusun Sukodono, untuk menyiapkan tiga jenis hasil bumi. Lumbu Ireng (Daun Talas Hitam), daun Kelor dan Kates (Pepaya). Untuk digantung di depan pintu sebagai ajimat tolak bala.
Advertisement
“Digantung ae, iku bene slamet yo, iku doane doa Qunut ae yo. (Digantung saja, agar selalu diberi keselamatan, doanya doa Qunut saja),” katanya melalui media tubuh Anang Andim.
Seperti diketahui, terkait tradisi Keboan, sedikitnya sudah dua orang warga Desa Aliyan, dirasuki roh leluhur. Pertama pada dua minggu lalu. Terjadi pada Sale’en, warga Dusun Cempoko Sari. Selanjutnya Anang Andim, asal Dusun Sukodono, pada Kamis malam (20/8/2020).
Di situ, para roh leluhur menegaskan, meminta agar tradisi Keboan tetap digelar meski hanya sederhana.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Aliyan, Anton Sujarwo SE menyampaikan bahwa tradisi Keboan akan digeber pada Minggu 23 Agustus 2020. Dan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Pintu masuk desa pun juga ditutup guna meminimalisir gelombang pengunjung dari luar desa serta wisatawan.
“Adat, tradisi tetap kita lestarikan, namun dengan lebih disiplin protokol kesehatan,” katanya, Jumat (21/8/2020).
Seperti diketahui, tradisi Keboan adalah ritual tahunan yang digeber masyarakat di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampii, Banyuwangi. Diawali dengan selamatan di pagi hari. Selanjutnya puluhan warga serempak kesurupan massal. Mereka bertingkah seperti layaknya kerbau dan diarak keliling desa ditemani sanak keluarga.
Tradisi Keboan di Desa Aliyan yang kental nuansa mistis ini dilaksanakan setiap minggu pertama bulan Sura. Karena keunikannya, tradisi suku Using, suku asli Kabupaten Banyuwangi ini banyak menarik minat wisatawan. Baik wisatawan lokal maupun manca negara. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Faizal R Arief |
Publisher | : Sofyan Saqi Futaki |