Amalan, Doa Nisfu Syaban dan Keutamaannya
Bulan Syaban adalah salah satu bulan dalam kalender Hijriyah yang berada di antara bulan Rajab dan Ramadan. Dalam tradisi umat Islam Indonesia ...

MALANG – Bulan Syaban adalah salah satu bulan dalam kalender Hijriyah yang berada di antara bulan Rajab dan Ramadan. Dalam tradisi umat Islam Indonesia, disetiap menjelang malam Nisfu Syaban atau yang sering dilakukan setiap tahun pada hari ke-15 bulan Syaban dalam kalender hijriah, biasanya umat muslim melakukan ritual, ibadah atau kegiatan khusus untuk memperingatinya.
Salah satu kegiatannya yaitu meliputi pembacaan surah Yasin sebanyak tiga kali setelah selesai shalat maghrib, dengan tujuan untuk memohon dipanjangkan umur dan sentiasa dalam ketaatan, memohon juga untuk diluaskan rezeki dan dikaruniai rezeki yang halal, serta diberi husnul khotimah di akhir hayat. Kemudian, malamnya dilanjutkan shalat hajat dan shalat malam serta memperbanyak doa dan istighfar, serta memohon untuk senantiasa ditetapkan dalam iman dan Islam. Kemudian siang harinya dilanjutkan dengan berpuasa sunnah.
Berikut Dalil tentang Keutamaan Malam Nisfu Syaban:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: “Bulan Syaban (bulan antara Rajab dan Ramadan) adalah bulan di saat manusia lalai. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR An-Nasa’i).
Sesungguhnya keutamaan bulan Syaban ada di sepanjang bulan tersebut bukan hanya di malam Nisfu Syaban saja. Sebab, bulan ini termasuk dalam salah satu bulan yang mulia. Kenapa dikatakan mulia, karena dari bulan ini adalah semua amalan akan dinaikan ke langit.
Banyak umat Islam yang merasakan gembira saat bulan Syaban, karena sebentar lagi akan bertemu dengan bulan Ramadan yang selalu dinanti.
Amalan Malam Nisfu Syaban:
1. Membaca Surah Yasin
Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki dalam kitabnya Ma Dza fis Syaban, menjelaskan bahwa amalan apapun yang baik dan ikhlas karena Allah SWT pada malam Nisfu Syaban akan tetap diberi pahala. Salah satunya adalah membaca surah Yasin tiga kali, yang diiringi dengan berbagai macam permohonan. Caranya adalah dengan membaca surat Yasin seperti biasa sebanyak tiga kali.
Hanya saja saat membaca surah yasin yang pertama, kita niatkan untuk permohonan tertentu. Misalnya, bacaan Yasin pertama diniatkan dengan memohon agar diberikan panjang umur dan penuh keberkahan.
Bacaan Yasin kedua diniatkan dengan memohon kepada Allah SWT agar dijauhkan dari wabah dan bala’ serta diberikan rezeki yang berkah.
Sedangkan bacaan Yasin ketiga diniatkan dengan memohon kepada Allah SWT agar diberikan khusnul khatimah.
2. Berpuasa
Sebelum menghadapi bulan puasa yang panjang di bulan Ramadan, Nabi Muhammad SAW lebih sering melakukan puasa sunnah di bulan Syaban. Selain itu, bulan Syaban juga dekat dengan Ramadan, sehingga bagi siapapun yang memiliki hutang puasa bisa dilunasi di bulan ini. Terkait dengan hal ini, ‘Aisyah RA mengatakan:
كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَععْبَانَ
Artinya: “Aku masih memiliki utang puasa Ramadan. Aku tidaklah mampu mengqodho’nya kecuali di bulan Syaban.” (HR. Bukhari)
3. Perbanyak Doa
Amalan malam Nisfu Syaban yang bisa dilakukan menurut kitab Madza fi Syaban karya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.
Anjuran berdoa ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Bakar RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء
Artinya: “(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam Nisfu Syaban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan).” (HR Al-Baihaqi).
4. Baca Kalimat Syahadat
Dalam kitab yang sama, membaca dua kalimat syahadat sebanyak-banyaknya dapat dilakukan karena termasuk kalimat mulia. Dua kalimat ini sangat baik dibaca kapan pun dan di mana pun. Sayyid Muhammad bin Alawi mengatakan:
وينبغي للمسلم أن يغتنم الأوقات المباركة والأزمنة الفاضلة، وخصوصا شهر شعبان وليلة النصف منه، بالاستكثار فيها من الاشتغال بكلمة الشهادة "لا إله إلا الله محمد رسول الله"
Artinya: “Seyogyanya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah’, khususnya bulan Syaban dan malam pertengahannya.”
5. Memperbanyak Istighfar
Tidak ada satu pun manusia yang bersih dari dosa dan salah. Meski begitu, Allah SWT senantiasa membuka pintu ampunan kepada siapa pun. oleh karena itu, meminta ampunan (istighfar) sangat dianjurkan terlebih lagi di malam nisfu Syaban.
Istighfar dapat memudahkan rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam Alqur’an dan hadits. Pada bulan Syaban pula dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan.”
Doa Malam Nisfu Syaban:
Dikutip dari Kitab Al-Ghunyah, Karya Syekh Abdul Qadir al-Jilani, juz 3, hal. 249. Mengutip doa dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib, berikut ini adalah doa yang dibaca di malam nisfu Syaban:
اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ وَمَوَالِيْ النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ. وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ، فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ، اللهم اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، اَلْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ، وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ، وَعَلَى أَوْلِيَائِيْ فِيْكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَأَعِمَّ بِذَلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âlihi, Mashâbihil hikmati wa mawâlin ni’mati, wa ma‘âdinil ‘ishmati, wa‘shimni bihim min kulli sû-in, wa lâ ta’khudznî ‘alâ ghirratin wa lâ ‘ala ghaflatin, wa lâ taj‘al ‘awâqiba amri hasratan wa nadâmatan, wardla ‘annî, fainna maghfirataka lidh dhâlimin, wa anâ minadh dhâlimîna, allâhumma ighfir lî mâ lâ yadlurruka, wa a‘thinî mâ lâ yanfa’uka, fainnaka al-wâsi’atu rahmatuhu, al-badî‘atu hikmatuhu, fa a‘thini as-sa‘ata wad da‘ata, wal-amna wash-shihhata wasy-syukra wal-mu‘âfata wattaqwa, wa afrighiash-shabra wash-shidqa ‘alayya, wa ‘alâ auliyâi fîka, wa a‘thinî al-yusra, walâ taj‘al ma‘ahu al-‘usra, wa a‘imma bi dzâlika ahlî wa waladî wa ikhwanî fîka, wa man waladanî minal muslimîna wal muslimâti wal mu’minîna wal mu’minâti.
Artinya: “Ya Allah limpahkan rahmat ta’dhim-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, lampu-lampu hikmah, tuan-tuan nikmat, sumber-sumber penjagaan. Jagalah aku dari segala keburukan lantaran mereka, janganlah engkau hukum aku atas kelengahan dan kelalaian, janganlah engkau jadikan akhir urusanku suatu kerugian dan penyesalan, ridhailah aku, sesungguhnya ampunanMu untuk orang-orang zhalim dan aku termasuk dari mereka, ya Allah ampunilah bagiku dosa yang tidak merugikanMu, berilah aku anugerah yang tidak memberi manfaat kepadaMu, sesungguhnya rahmat-Mu luas, hikmah-Mu indah, berilah aku kelapangan, ketenangan, keamanan, kesehatan, syukur, perlindungan (dari segala penyakit) dan ketakwaan. Tuangkanlah kesabaran dan kejujuran kepadaku, kepada kekasih-kekasihku karena-Mu, berilah aku kemudahan dan janganlah jadikan bersamanya kesulitan, liputilah dengan karunia-karunia tersebut kepada keluargaku, anakku, saudara-saudaraku karena-Mu dan para orang tua yang melahirkanku dari kaum muslimin muslimat, serta kaum mukiminin dan mukminat.” (Al-Ghunyah, juz 3, hal. 249, Karya Syekh Abdul Qadir al-Jilani).
Mengenai doa atau amalan yang dibaca, tidak ada ketentuannya di malam nisfu Syaban, doa yang dibuat diri sendiri juga bisa. Tetapi alangkah baiknya, lebih utama bila doa atau amalan tersebut dari para guru dan ulama yang sanadnya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keutamaan Malam Nisfu Syaban
1. Pengampunan Dosa
Dikutip dari H.R Ibnu Majah dan Ath-Thabrani, Malam Nisfu Syaban dianggap sebagai malam pengampunan, pembebasan, dan penuh berkah. Pada malam Nisfu Syaban, umat muslim dianjurkan memperbanyak amalan sunah, untuk mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Sebab pada malam itu Allah turun ke dunia untuk mengampuni dosa-dosa hambanya kecuali yang menyekutukannya.
2. Dikabulkan Segala Permohonan
Dikutip dari Hadist yang sama, pada malam Nisfu Syaban Allah akan memudahkan semua urusan umatnya bila mereka mengadahkan tangan ke atas atau berdoa kepada-NYA.
3. Pahala yang Berlimpah
Keutamaan malam nisfu syaban salah satunya adalah memberikan pahala yang berlimpah. Allah SWT menjanjikan ampunan yang seluas-luasnya dan pahala yang sebanyak-banyaknya bagi umat muslim yang mengerjakan amalan baik.
Demikian amalan, doa dan keutamaaan malam nisfu syaban yang dikutip dari berbagai sumber, serta bisa kita kerjakan sebagai pemanasan menjelang bulan Ramadhan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

