Gaya Hidup

Tips Atasi Patah Hati ala Meriska Uji Prabawani

Minggu, 24 Juli 2022 - 13:03 | 56.23k
Ilustrasi. (Foto: Hipwee)
Ilustrasi. (Foto: Hipwee)

TIMESINDONESIA, MAGETANPatah hati bisa menerpa siapapun. Setiap orang dapat mengalami tahapan kesedihan ketika putus cinta. Hanya saja dalam bentuk dan jangka waktu yang berbeda, dan tak terkecuali remaja kekinian saat ini yang notabene masih memiliki kontrol diri yang kurang baik. 

Bila ada dari kalian yang sedang mengalami patah hati, tidak usah bingung harus bagaimana dan ingin melakukan apa. Cobalah sejenak untuk bersabar melewati tahapan - tahapan kesedihan. Apa saja? Mari kita simak bersama. 

Advertisement

Kepada TIMES Indonesia, Alumnus Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta angkatan 2002, Meriska Uji Prabawani menjelaskan, Ada 5 tahapan kesedihan yang akan dialami jika mengalami patah hati.

1. Fase Penyangkalan

Terkadang individu yang sedang mengalami patah hati sering kali menyangkal bahwa hubungan yang dilalui telah berakhir, ekspektasi akan rasa cinta yang ingin berakhir dengan kebahagiaan justru menjadi bumerang yang membawa diri kedalam kesedihan yang berlarut - larut. Seperti "enggak kok, kami enggak putus, kami baik - baik saja".

2. Fase Kemarahan

Ketika putus cinta, individu yang merasa tidak terima akan cenderung mempertanyakan dan mencari penjelasan tentang penyebab hancurnya hubungan yang sedang dilalui. "Alasannya apa? Kenapa kamu akhiri hubungan ini, apa salah yang aku lakukan sampai - sampai kamu mengambil keputusan seperti ini".

3. Fase Menawar atau Bargaining

Ketika patah hati, individu yang tersakiti pasti ingin hubungan itu kembali seperti semula dan kembali baik - baik saja, dengan cara bernegosiasi serta memelas dengan harapan orang yang disayangi akan kembali dan memberikan kesempatan kedua. "Jangan putusin aku ya, aku janji akan lebih baik lagi untuk membahagiakan kamu."

Jika semua itu sedang dialami, percayalah mengharapkan dia yang telah pergi dan memberi kesedihan, akan memperburuk rasa sakit yang dialami. Sering kali meminta kesempatan kedua bisa membuat kita jatuh lebih dalam kedalam lubang yang sama yang pada akhirnya membawa kita ke dalam fase depresi. 

4. Fase Depresi

Depresi merupakan gangguan suasana hati (mood) dengan ditandai dengan perasaan sedih yang cukup mendalam serta seseorang dinyatakan mengalami depresi jika selama 2 minggu berturut - turut mengalami perasaan yang sedih dan merasa bahwa dirinya tidak berharga lagi.

Ada beberapa ciri - ciri psikologis dan fisik tertentu yang menunjukkan seseorang sedang mengalami depresi, seperti insomnia, tidak nafsu makan, mengurung diri dalam kamar, berkurangnya self love atau malas merawat diri serta rasa cemas yang berlebihan, frustasi dan emosi yang tidak stabil. Jika tidak segera menerima penanganan lebih lanjut oleh psikiater, penderitanya akan memiliki gangguan sosial, menurunkan hubungan sosial dan munculnya keinginan untuk mengakhiri hidupnya sendiri. 

5. Fase Menerima

Fase menerima merupakan fase yang terpenting untuk dilalui, namun bukan berarti keadaannya telah baik baik saja, fase menerima merupakan fase dimana seseorang telah menerima bahwa ia telah ditinggalkan oleh orang terkasih. 

Biasanya seseorang yang telah menerima cenderung pasrah akan hal menyakitkan yang telah dialaminya, serta akan lebih banyak mencari hikmah dibalik kejadian ditinggalkan tersebut agar ikhlas dan bangkit lebih kuat untuk menata diri yang sempat berantakan. 

"Jika ingin sembuh dari patah hati yang berat, maka individu tersebut harus bersabar melewati 5 tahapan kesedihan tersebut hingga tahap penerimaan," ujar Meriska, perempuan kelahiran Ngawi yang telah menetap di Kabupaten Magetan, Minggu (24/7/2022).

Tahapan kesedihan tersebut akan mudah dilalui jika individu tersebut memiliki rasa self love atau kecintaan kepada diri sendiri. Self love ini akan menyelamatkan seseorang dari patah hati yang parah dan berujung depresi. 

"Self love bisa ditunjukkan dengan mendekatkan diri kepada tuhan, lakukan apapun itu yang disukai dengan tujuan merawat diri, seperti melakukan olahraga, memanjakan diri ke salon, melakukan kegiatan sosial bersama teman dan sahabat. Dengan begitu secara perlahan kesedihan yang dialami akan berangsur menurun," jelasnya. 

Kepada kamu yang sedang patah hati, tambah Meriska, tidak mengapa jika kamu kehilangan orang lain, tapi jangan pernah kehilangan dirimu sendiri. Tidak mengapa jika kamu merasa tidak dicinta orang lain, tapi jangan pernah tidak mencintai dirimu sendiri. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES