Gaya Hidup

Mulai Tekuni Hobi Bonsai, Pemula Wajib Paham Hal Ini

Minggu, 07 Agustus 2022 - 19:44 | 41.28k
Seorang penghobi bonsai di salah satu kontes bonsai di Kabupaten Kediri (Foto: Yobby/Times Indonesia)
Seorang penghobi bonsai di salah satu kontes bonsai di Kabupaten Kediri (Foto: Yobby/Times Indonesia)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Sebelum tanaman hias jenis dedaunan seperti janda bolong, lidah mertua dan kuping gajah populer di tanah air, tanaman hias jenis bonsai jadi salah satu tanaman hias yang paling digemari. Selama beberapa dekade bonsai tidak hanya menjadi penghias rumah biasa, tapi juga beberapa menjadi bisnis dengan keuntungan yang cukup tinggi. 

Tidak hanya itu, dengan keunikannya, budi daya bonsai masih bertahan hingga sampai saat ini dan bahkan melahirkan komunitas atau penghobi baru dari kalangan muda. Seperti halnya hobi tanaman hias lain, menekuni bonsai terutama untuk bonsai rumahan sebenarnya termasuk mudah.

Advertisement

Bahan bonsai rumahan lebih mudah didapat dari alam ataupun dibeli setengah jadi. 

"Untuk buat rumahan semua pohon itu bagus. Tergantung kita mengolahnya. Kalau bonsai rumahan biasanya kita beli dari pengepul atau penjual bahan-bahan setengah jadi. Untuk bahan biasanya yang umum itu serut, bahan loa, bahan waru terus bahan yang impor itu seperti hokianti, kimeng, dan sianci," jelas Miftahul Ulum, pegiat bonsai dari Bonsai Adventure Kediri, Minggu, (07/08/2022). 

Untuk perawatan sendiri, ditambahkan, pola perawatan bonsai rumahan tidak seribet perawatan bonsai untuk kontes. Namun ada beberapa hal yang harus dipahami benar oleh para penghobi bonsai rumahan. 

"Pertama, kita harus mempelajari media tanam. Media tanam apa yang cocok untuk bonsai rumahan. Agar tetap kelihatan segar, asri, dan dilihat di mata enak.  Kalau untuk tingkat kesuburannya, ada beberapa media yang bagus. Termasuk sekam bakar, terus pasir kali, terus pasir malang itu juga bagus. Apalagi nanti kita kasih vitamin dan pupuk-pupuk lain itu semakin bagus. Yang penting kita pakai takaran, sesuai dengan kapasitas bonsai rumahan itu. Tidak  usah terlalu banyak, tidak usah terlalu sedikit," tambahnya lagi. 

Kondisi bahan juga harus diperhatikan ketika pemula berniat membeli bahan. Untuk mereka yang ingin mencari bahan dengan bentuk yang cantik, maka bisa mencari bahan yang sudah sedikit memiliki pola. Tapi jika ingin yang biasa bisa mencari dari alam. "Cukup cari pohon yang ada di alam. Seperti contohnya dongkelan yang bentuknya atau modelnya asli dari alam sudah seperti juga ada. Kita tinggal meneruskan merawat saja" tutur Ulum - sapaan akrabnya. 

Untuk mereka yang enggan memulai dari bahan, ketika membeli bonsai yang sudah jadi ada baiknya memahami benar bonsai. Agar tanaman bonsai yang dibeli tepat dan ketika dirawat bisa tumbuh cantik. Untuk harga bonsai rumahan sendiri bervariasi mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu tergantung bahan yang dipakai. 

" Kita harus memahami dulu bonsai itu. Kita harus tahu inginnya seperti apa dulu, bonsainya seperti apa, kalau kebanyakan pemula itu mainnya di serut, karena serut perawatannya enak, terus dari segi cuaca,. kemarau maupun cuaca musim hujan, dia tetap subur dan tidak begitu sulit untuk merawat bonsai serut," ujar Ulum lagi. 

Penyiraman bonsai rumahan bisa dilakukan setiap 2 kali sehari, sementara untuk pemangkasan bisa dilakukan ketika bonsai sudah mulai rimbun. "Dipangkas sesuai dengan pola-pola yang diinginkan, agar terlihat ayu dan cantik," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES