Gaya Hidup

Pameran Festival Seni Kontemporer Artjog 2022 Bawa Konsep Expanding Awareness

Senin, 22 Agustus 2022 - 14:05 | 31.78k
Karya-karya seni kontemporer yang dipamerkan dalam Festival Artjog 2022 Expanding Awareness. (Foto: Hendro S.B/TIMES Indonesia)
Karya-karya seni kontemporer yang dipamerkan dalam Festival Artjog 2022 Expanding Awareness. (Foto: Hendro S.B/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Perhelatan pameran Festival Seni Kontemporer Artjog 2022 telah dimulai sejak 7 Juli 2022 hingga berakhir pada 4 September 2022.

Sebuah festival seni kontemporer dengan menu utama yaitu pameran seni rupa yang juga di dalamnya terdapat bermacam seni pertunjukan seperti musik, film dan banyak lagi. Pameran Festival Seni Kontemporer Artjog 2022 ini berlangsung di Jogja National Museum.

Advertisement

Program Director Artjog 2022, Gading Paksi membeberkan, pada festival Artjog tahun 2022 ini melibatkan setidaknya 61 seniman yang telah dipilih oleh tim kurator. Dengan mengikuti seleksi ketat akhirnya terpilih sebanyak 61 seniman untuk mengikuti festival Artjog ini.

"Direktur artistik kami bernama mas Heri pemad sepakat untuk memilih 61 seniman dengan berbagai karya seninya untuk ikut Artjog 2022," jelas Gading kepada TIMES Indonesia, Senin (22/8/2022).

Mengenai kerangka tematik Artjog 2022 yakni Expanding Awareness, Gading memaparkan bahwa pameran pada tahun ini membicarakan tentang ikhwal-ikhwal perluasan awareness (kesadaran) yang memiliki sebuah arti sadar terhadap isu-isu aktual.

Pameran-Seni-2.jpg

Maka, pada pelaksanaannya membuat dirinya berfokus pada beberapa hal antara lain persoalan anak-anak dan juga penyandang disabilitas. "Jadi niat kami adalah fokus terhadap anak-anak dan teman-teman difabel. Pameran ini berfokus pada dua hal itu," ungkap Gading.

Lanjutnya, terdapat beberapa karya seni yang dinilai mempunyai arti dan makna tersendiri. Salah satu grup seniman bernama Jogja Dissability Arts di mana mereka adalah para kolektif seniman yang menyandang disabilitas. Untuk tahun ini, mereka mengangkat satu karya seni berbasis riset yang bernama "Babad Disabilitas".

"Babad Disabilitas itu bercerita tentang bagaimana posisi orang-orang dengan menyandang disabilitas di pulau Jawa dari jaman kerajaan sampai sekarang ini. Jadi mereka mencoba meriset semua dan data-data yang mereka peroleh dicurahkan dalam bentuk karya seni," paparnya.

Selain itu juga, Artjog 2022 ini membingkai pameran-pamerannya dalam triplet tematik Ruang - Waktu - Kesadaran.

Pameran-Seni-3.jpg

Saat ditanya hal itu, Gading menjelaskan bahwa Artjog 2022 ini memiliki judul lengkap yaitu Artjog 2022 Arts in Common Expanding Awareness. Nah, Arts in Common ini merupakan rangkaian tema selama tiga tahun yang telah dilalui mulai sejak 2019 hingga 2021 lalu.

"Arts in Common ini diluncurkan pada tahun 2019 untuk tiga kali penyelenggaraan Artjog untuk kata kunci ruang, waktu dan kesadaran. Arts in Common "Common Space" di tahun 2019, kemudian Arts in Common "Time to Wonder" di tahun 2021 dan Expanding Awareness di tahun 2022 ini," kata Gading.

Sementara itu, Lina, salah satu pengunjung Artjog 2022 mengungkapkan rasa ketertarikannya terhadap karya-karya seni yang dipamerkan pada pameran tersebut. Menurutnya, karya seni yang disuguhkan cukup bervariasi sehingga pihaknya pun tak bosan untuk berkeliling melihat berbagai karya dari seniman-seniman tersebut.

"Kalau bisa karya-karya seninya bisa ditambah lagi dan juga durasi waktu bisa diperpanjang lagi," tutur Lina sembari melihat karya seni di Artjog 2022. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES