Gaya Hidup

Kisah Anjasmara Meraih Ketenangan Jiwa Lewat Yoga

Senin, 03 Oktober 2022 - 13:45 | 29.44k
Kisah Anjasmara Meraih Ketenangan Jiwa Lewat Yoga
Instruktur yoga, Anjasmara sedang memandu senam yoga 'Self Love Yoga' di The Sanctuary Wellness Centre, Bandung. (Foto: Megha Nugraha/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Di balik gemerlapnya dunia hiburan tidak serta merta membuat kehidupan seorang artis memiliki kehidupan sempurna. Itu dibuktikan oleh sosok Anjasmara dan perjalanannya menggeluti yoga.

Aktor senior itu bercerita tentang pengalamannya mendalami meditasi dan yoga di tengah kesibukannya sebagai seorang pekerja seni. Tujuannya, untuk mendapatkan ketenangan jiwa dan kenyamanan diri dalam hidup.

Sejak awal 2000 lalu, Anjasmara mulai serius mendalami meditasi dan yoga. Selama tiga tahun dirinya mengaku sempat berhenti dari dunia hiburan.

Di sela kekosongan itu, ia kemudian mengisinya dengan mengikuti kelas meditasi dan yoga. Namun, dalam perjalanannya ia mengalami pergulatan dalam diri sehingga membuat dirinya kembali lagi ke dunia akting.

"Di awal 2000 saya mulai mengikuti meditasi dan yoga. Tadinya enggak mau balik lagi di dunia akting, tapi ada seorang guru yoga mengatakan agar saya kembali lagi menjalani di bidang yang pernah saya geluti supaya bisa menginspirasi orang lagi," ucapnya usai menjadi instruktur yoga pada acara 'Self Love Yoga with Anjasmara' yang digagas Fitflo Activeware.

Anjasmara-2.jpgAnjasmara usai memandu yoga pada acara ulang tahun Fitflo Activewear ke-3 di The Sanctuary Wellness Centre, Bandung. (Foto: Megha Nugraha/TIMES Indonesia)

Menurut suami dari Dian Nitami ini, pada masa itu ia ingin mendapatkan ketenangan dan kenyamanan dalam hidup. "Karena waktu itu saya begitu banyak hal akan tetapi masih ada sesuatu yang kosong. Maka dari itu saya mempelajari meditasi dan yoga," tutur Anjasmara.

Dengan belajar yoga dirinya bisa semakin belajar dengan kehidupannya dan sekelilingnya. Meskipun dalam kondisi lelah, namun ia mengaku bisa menstimuli tubuh, jiwa, dan pikiran agar selalu berpikir positif. Sehingga, tubuh selalu dalam keadaan tetap bugar dan pikiran merasa tenang.

Ia juga mengatakan perjalanannya menjadi instruktur yoga disebabkan atas dorongan istri yang memaksa dirinya untuk mengikuti kelas mengajar.

"Akhirnya, setelah mengikuti training untuk menjadi instruktur yoga ternyata saya bisa berbagi ilmu, energi, kebahagiaan, dan terutama memberi inspirasi kepada publik untuk bisa hidup lebih sehat," ucapnya.

Menurutnya, kehidupan sebagai pekerja seni dan guru yoga itu saling berhubungan. Ia lebih memilih menjalani kedua profesi itu dibandingkan memilih salah satunya.

Sebab di tengah padatnya rutinitas sebagai aktor, bagi Anjasmara, hal itu bisa menyebabkan tingkat stres yang tinggi. Oleh sebab itu, dibutuhkan meditasi dan yoga sebagai penyeimbang, agar tubuh selalu tetap sehat dan pikiran tetap tenang.

"Meskipun jadwal shooting padat, dengan yoga saya bisa mengatur energi tubuh saya untuk tetap stabil. Dan tingkat stres bisa saya kendalikan untuk tetap tenang, santai tanpa mengurangi fokus terhadap pekerjaan," ucap Anjasmara saat ditemui TIMES Indonesia di The Sanctuary Wellness Centre, Nu Art, Bandung.

Bagi Anjasmara yoga sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dalam kehidupan sehari-hari. Terutama untuk seorang pemula yang ingin belajar yoga.

Hal terpenting kata dia harus memiliki kesadaran diri terlebih dahulu. Karena untuk meningkatkan kesadaran itu membutuhkan sebuah proses. Ia juga menyarankan untuk mempelajari yoga harus dipandu oleh seorang guru.

Anjasmara-3.jpgInstruktur yoga, Anjasmara sedang memandu senam yoga bertajuk 'Self Love Yoga' di The Sanctuary Wellness Centre, Bandung. (Foto: Megha Nugraha/TIMES Indonesia)

"Kalau kita tidak memiliki kesadaran terhadap diri, ada baiknya kita belajar yoga dari guru dulu. Karena harus merasakan napas, otot, persendian, detak jantung yang bekerja. Lalu sensasi pose yoganya seperti apa dan lainnya," ujar pemeran film Joshua oh Joshua ini.

Olahraga yoga sendiri dapat dilakukan oleh siapa saja tidak dibatasi gender atau pun usia. Menurut Anjasmara, meskipun yoga banyak diminati oleh kaum hawa namun tidak sedikit juga peminat pria yang mengikuti kelas yoga.

"Mungkin karena kebanyakan cewek jadi cowok-cowok merasa malu ya. Tapi sebenarnya yoga itu sendiri tidak memandang batasan gender, usia, lokasinya di mana. Just do it aja," papar Anjasmara yang pernah memandu festival yoga di Dubai, Emirat Arab.

Di sela berbagi pengalamannya tentang yoga, ia kemudian mencoba berbagi tips hidup sehat dalam menjalani kehidupan.

"Sedikit saja tip dari saya, dinikmati, dijalani, diresapi itu saja. Kita itu jangan menjalani segala sesuatu secara berlebihan. Jangan juga karena banyak virus jadi terlalu steril," ucap Anjasmara dalam sesi yoga di Setraduta, Bandung. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES