Gaya Hidup

Papan Ikonik Hollywood, Begini Sejarah dan Latar Belakangnya

Kamis, 06 Oktober 2022 - 01:22 | 29.76k
Papan Ikonik Hollywood, Begini Sejarah dan Latar Belakangnya
Papan Hollywood yang menjadi jujugan pelancong saat berkunjung ke California. (FOTO: @desertcpyote22/Twitter)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Siapa yang tak tahu dengan papan ikonik Hollywood yang menjadi landmark California? Papan yang menjadi jujugan wisatawan setiap kali berkunjung ke California ini menjadi tempat yang mendunia karena ke-khasan bentuk hurufnya yang bisa dibilang sebagai salah satu ikon landmark pertama di dunia pada jamannya.

Tapi tahukah anda sejarah dan bagaimana pertama kali papan tersebut dibuat? Tak langsung menjadi tulisan HOLLYWOOD seperti yang kita lihat sekarang ini namun papan ini sebelumnya dibuat untuk tujuan lain. Nah, dilansir dari History begini kisah selengkapnya.

Awalnya bernama Hollywoodland

Papan ini dibangun pada tahun 1923 dengan nama Hollywoodland. Papan ini dulunya digunakan sebagai sarana iklan perusahaan pengembang properti di daerah tersebut. Awal berdiri papan ini berukuran tinggi 9.1 meter dan panjang hingga 15.2 meter.

Hollywood-2.jpg

Papan tersebut dilengkapi dengan 4.000 bola lampu yang dilingkarkan disekitar papan. Beberapa lampu metro yang bergerak-juga diletakkan di kedua sisinya. Namun sayang ketenarannya hanya bertahan selama 1,5 tahun dan kemudian suaranya hilang ditelan bumi dan terbengkalai begitu saja.

Pembangunan papan ikonik ini menghabiskan dana sekitar $21.000 pada waktu itu atau sekitar $330.000 jika di kurskan dengan nilai dolar sekarang dan setara dengan Rp 5 Milyar. Tulisan Hollywoodland ini bertahan hingga hampir 30 tahun kemudian.

Dirubah menjadi Hollywood

Setelah dibiarkan teronggok hampir selama 30 tahun, pada tahun 1949 huruf 'H' pada kata Hollywood terlepas dari pengamannya dan menggelincir ke bawah. Hal tersebut menciptakan kericuhan serta kerisauan warga sekitar dan akhirnya sampailah ke telinga pemerintah.

Pemerintah California akhirnya menggandeng perusahaan pengembang setempat dan merombak ulang papan ikonik tersebut dari yang sebelumnya Hollywoodland menjadi Hollywood. Papan yang baru terbuat dari kayu dan besi memiliki ukuran tinggi 13.7 meter dan panjang 106.7 meter.

Perombakan ulang

Pada sekitar tahun 1970-an, bagian atas huruf O pada Hollywood terjatuh dan membuat papan tersebut dibaca Hullywood. Lagi dan lagi, penduduk menginginkan pemerintah lokal untuk untuk menyelamtkan bangunan yang sudah mereka anggap sebagai tonggak kota tersebut.

Kemudian dipimpin oleh Hugh Hefner, pendiri majalah Playboy Kala itu, donasi mulai digalang pada tahun 1978 dan terkumpul hingga $250 K atau sekitar $1.040 K jika dikurskan sekarang atau setara Rp 15 Milyar.

Dengan dana tersebut semua panel dan bahan huruf diganti dari kayu dan besi menjadi baja dengan pondasi terbuat dari beton. Setiap hurufnya memiliki ukuran tinggi 13.4 meter dan lebarnya mulai dari 9.4 hingga 11.9 meter. Papan ini awalnya dibiarkan dengan warna asli mengkilat baja hingga pada tahun 2005 sebuah perusahaan cat mendanai pengecatan papan tersebut secara gratis.

Sisi kelam

Papan dengan huruf Hollywood yang terletak di daerah Mount Lee, Griffith Park, Mulholand Highway, sebelah selatan kuburan Hollywood Hills sempat menjadi kontroversi akibat banyaknya kendaraan besar seperti tour bus yang mengunjungi area tersebut.

Warga merasa khawatir karena jalanan berkelok menuju ke atas papan Hollywood sebelumnya tidak didesain untuk kendaraan besar. Pemerintah setempat kini sedang menggagas sarana transportasi lain yakni kereta trem dari Burbank Studio melintas atau menuju ke papan tersebut.

Sisi kelam lainnya adalah huruf H yang kini sudah diganti sempat dijadikan tempat bunuh diri oleh seorang artis lokal Peg Entwistle pada tahun 1932 yang saat itu berusia 24 tahun. Digadang-gadang Peg merasa frustrasi akibat gagal mendapatkan peran yang diinginkannya.

Peg naik dengan menggunakan tangga yang dipinjamnya dari pekerja setempat dan terjun dari puncak huruf  H. Mayatnya kemudian ditemukan di jurang tak jauh dari huruf tersebut.

Beberapa warga juga sempat melakukan aksi vandalisme dan perusakan terhadap simbol kota tersebut. Pada tahun 1977 saat bangun tidur tiba-tiba logo tersebut sudah berubah menjadi Hollyweed dan beberapa aksi vandalisme lainnya yang menyusul dari tahun ke tahun.

Papan ini juga sempat muncul di berbagai film kekinian sperti Gangster Squad (2013), Argo (2012) dan Friends with Benefits (2011). Papan ini juga sempat beberapa kali rusak baik disengaja maupun tidak. 

Bahkan, beberapa sutradara juga beberapa kali dengan sengaja menghancurkan papan Hollywood yang terletak di California tersebut untuk alasan estetika film. Sebut saja dalam film Escape from L.A. (1996), Mighty Joe Young (1998), The Day After Tomorrow (2004) atau dalam Resident Evil: Afterlife (2010). (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Khodijah Siti
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

KOPI TIMES