Gaya Hidup

Gelar Pasar Kain Nusantara, KCBI Tawarkan Berbagai Kain Nusantara

Minggu, 30 Oktober 2022 - 23:04 | 31.49k
Gelar Pasar Kain Nusantara, KCBI Tawarkan Berbagai Kain Nusantara
Model Fashion Show saat sedang catwalk saat opening Gelar Pasar Kain Nusantara (Foto: Kurnia Amalia Ilmi)

TIMESINDONESIA, MALANG – Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) mengadakan kegiatan Gelar Pasar Kain Nusantara pada 30 Oktober - 6 November 2022 di lantai 2 Sarinah Plaza Malang. Para pecinta kain sangat antusias dengan adanya pagelaran pasar kain nusantara ini.

Di kesempatan opening pagelaran ini, Minggu (30/10/22) digelar Fashion Show oleh para model yang mengenakan busana berkain nusantara karya para desainer perajin kain Nusantara.

Busana yang dibawakan oleh model sangatlah indah dan mempesona. Busana-busana tersebut bisa didapatkan di pagelaran ini. Terdapat 20 stand bazar yang menawarkan ciri khas serta keunikan yang indah dan penuh filosofi di setiap motif busananya.

Pagelaran ini didukung penuh oleh jajaran pemerintah Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Turut hadir dalam opening pagelaran ini, Ketua Umum KCBI Sita Hanimastuti, Ketua KCBI Malang Raya yang menjabat sebagai Wali Kota Batu Dewanti Rumpako serta Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko.

Tak henti-hentinya pemerintahan di wilayah Malang Raya mengajak masyarakatnya untuk cinta budaya busana berkain nusantara.

Batik.jpgKetua Umum KCBI Sita Hanimastuti, Ketua KCBI Malang Raya yang menjabat sebagai Walikota Batu Dewanti Rumpako, serta Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko (Foto: Kurnia Amalia Ilmi)

Pemilihan Kota Malang, tepatnya di Plaza Sarinah sebagai tempat acara Gelar Pasar Kain Nusantara kali ini tak lain karena adanya potensi besar yang dimiliki Malang Raya ini.

Wakil Wali Kota Malang menyatakan jika dirinya dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpako itu telah berteman sejak lama. Dan Dewanti selalu mengenakan busana nusantara di manapun itu.

"Jadi beliau itu sangat patut dijadikan Ketua KCBI Malang Raya, tugas beliau sebagai Walikota Batu itu sampingan saja. Semoga kebiasaan beliau dapat dijadikan contoh untuk masyarakat semua," tutur Edy dalam sambutannya.

Pagelaran ini tak hanya sebagai sarana jual beli, tetapi juga sebagai edukasi masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya busana tradisional warisan leluhur.

Caranya dengan menghidupkan kembali kegemaran berkain atau sarung nusantara dalam keseharian perempuan Indonesia. Hal itu menyimbolkan kesantunan, sederhana, menarik, anggun serta nyaman dan mudah memakainya.

Batik-2.jpgDewanti Rumpako saat mengunjungi salah satu stand pasar kain nusantara. (Foto: Kurnia Amalia Ilmi)

Bila masyarakat membiasakan berkain nusantara dalam keseharian, maka otomatis akan ramai pasar dengan kain nusantara. Sehingga dapat mengaktifkan kembali UMKM yang memproduksi beragam kain nusantara seperti batik, tenun, songket, lurik, ulos dan lain-lain.

"Tanpa adanya dukungan dari para pemerintah, ketekunan dan kesabaran para pengrajin kain nusantara, pagelaran ini tak dapat berlangsung semeriah dan sebesar ini," ucap Kinto Wardani, salah satu anggota KCBI sekaligus desainer busana.

Kinto terus berusaha untuk membuat trend busana berkain yang diminati anak muda. Ia juga mengajak UMKM lain untuk bersama bersinergi menjadikan busana berkain ini trend fashion era ini.

"Memakai busana berkain itu tidaklah jadul, membosankan, dan ribet. Mindset seperti itulah yang harus diubah oleh anak muda. Memakai busana berkain itu ternyata sangatlah muda, keren dan menarik bila kita pikir-pikir. Jadi ayo kita aktifkan lagi budaya berkain nusantara ini," imbuh Kinto.

Gelar Pasar Kain Nusantara oleh KCBI di Plaza Sarinah Kota Malang ini terbuka untuk masyarakat umum, terutama para pecinta kain nusantara. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES