Gaya Hidup

Lebih Simpel dan Ramah Lingkungan, Sepeda Listrik Jadi Pilihan Para Gus di Probolinggo

Sabtu, 05 November 2022 - 16:00 | 32.15k
Lebih Simpel dan Ramah Lingkungan, Sepeda Listrik Jadi Pilihan Para Gus di Probolinggo
Gus Hafidzul Hakiem Noer bersama pecinta sepeda listrik. (Foto: Gus Hafidzul Hakiem Noer for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGOSepeda listrik rupanya sudah masuk dalam kehidupan sehari-hari warga Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Salah satu buktinya, banyak bermunculan komunitas sepeda listrik di wilayah setempat, termasuk para Gus hingga pejabat pemerintah. 

Forkopimda Kabupaten Probolinggo pun rupanya hampir semuanya telah memiliki sepeda listrik atau motor listrik untuk beraktifitas dengan jarak tempuh dalam kota atau kecamatan. 

Tak mau ketinggalan juga para Gus di Kabupaten Probolinggo. Bahkan mereka sempat memiliki komunitasnya sendiri. Salah satunya Komunitas Nyang Manyang, yang diinisiasi oleh Gus Hafidzul Hakiem Noer. 

Pria yang pernah mendapat Anugerah TIMES Indonesia Award kategori Man of The Year tahun 2021 itu, sudah berkali-kali mengajak anggota komunitasnya touring. Jarak tempuh paling jauh ke Hotel Utama Raya di Situbondo. 

Selain irit, kata dia, sepeda listrik juga ramah lingkungan. Tidak perlu lagi mengantre bahan bakar di pom bensin. Bahkan, harga yang ditawarkan pada masyarakat juga tak begitu mahal. 

"Kalo kata teman-teman itu, beli sepeda listrik sekalian sama pomnya. Karena ngisi bensinnya di rumah. Nggak perlu ngantri di pom bensin. Ini juga upaya untuk mengurangi gas emisi dan pencemaran lingkungan dengan sepeda listrik," kata Khadimul Majelis Taklim dan Shlawat Syubbanul Muslimin itu. 

Selain itu, ada pula sekitar 20 Gus yang berada di bawah naungan Aspirasi Para Lora dan Gus atau Asparagus, yang telah memiliki sepeda listrik. Jenis sepeda listrik yang dimiliki pun berbeda-beda, sesuai selera masing-masing. 

Gus-Hafidzul-Hakiem-2.jpg

Keinginan untuk memiliki sepeda listrik ini, muncul sejak enam bulan yang lalu. Tepatnya, sejak pemerintah telah mendengungkan imbauan untuk beralih bahan bakar minyak kepada bahan bakar listrik. Tak lama kemudian, sepeda listrik mulai dipasarkan di Kabupaten Probolinggo. 

Nah, saat itu, para Gus ini berbondong-bondong ke salah satu market untuk membeli sepeda listrik tersebut. Waktu itu, ada sekitar 7-8 Gus yang bersama-sama membeli sepeda tersebut dengan selera warna yang berbeda. Harga yang ditawarkan pada awal-awal musim sepeda listrik tersebut, masih berkisar di angka Rp 5-6 juta. 

Selanjutnya, aktifitas para Gus mulai banyak ditemani oleh sepeda listrik tersebut. Terutama saat mendatangi tempat-tempat pengajian yang jarak tempuhnya tak lebih dari 10 kilometer dari tempat tinggal. Terlebih lagi, masih dalam satu desa atau satu kecamatan yang sama. 

Tentu, memilih sepeda listrik sebagai transportasi para Gus itu, bukan tak memiliki alasan. Mereka menggunakan sepeda itu lantaran, ramah lingkungan, simpel dan mudah dibawa ke tempat-tempat yang sempit. Bahkan tak perlu risau untuk mencari tempat parkir di acara yang padat kendaraan. 

"Bisa digotong kalo perlu. Intinya simpel dan tidak ribet seperti bawa motor. Ringan juga. Jadi enak kalau dibawa ke acara pengajian," jelas Koordinator Asparagus Kabupaten Probolinggo, Gus Nanang Hudan Dadiri. 

Menurut pria asal Kecamatan Banyuanyar itu, sepeda listrik yang saat ini mulai menjadi gaya hidup masyarakat juga memiliki sisi kelemahan, yaitu pada penerangan. Cahaya yang dikeluarkan dari sekecil bohlam itu tak cukup mampu menerangi jalanan. 

Sehingga, butuh penerangan ganda untuk melalui lorong-lorong gelap di malam hari. Apalagi jalan di daerah yang pelosok, lampu di sepeda listrik sangat kurang membantu perjalanan. "Kekurangannya di penerangan," ungkapnya. 

Untuk kendala di mesin dan sejenisnya, kata dia, sejauh ini masih aman-aman saja. Terlebih ada garansi dan service yang bisa dibawa kembali ke toko jika ada problem dengan sepeda tersebut. 

"Selama ini baik-baik saja. Bahkan saat touring ke Wonoasih kemarin, tidak ada kendala," kata Koordinator Asparagus Kabupaten Probolinggo ini, perihal pengalaman menggunakan sepeda listrik. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES