Gaya Hidup

Puteri Anak Indonesia Budaya 2022 Karina Aliya Kenalkan Keindahan Wastra Nusantara

Minggu, 15 Januari 2023 - 02:28 | 41.04k
Puteri Anak Indonesia Budaya 2022 Karina Aliya Afandi. (Foto: Dok. Karina Aliya)
Puteri Anak Indonesia Budaya 2022 Karina Aliya Afandi. (Foto: Dok. Karina Aliya)

TIMESINDONESIA, SURABAYAPuteri Anak Indonesia Budaya 2022 Karina Aliya Afandi mulai mengenalkan ragam keindahan Wastra Nusantara kepada anak-anak seusianya sembari tour pelestarian permainan tradisional. 

Sepanjang tahun 2023 ini, Karina mengaku akan berkunjung ke sekolah-sekolah di Jawa Timur dengan memainkan permainan tradisional bersama-sama para siswa. Karina juga akan menggunakan batik sebagai rangkaian aksesoris saat berkunjung.

Advertisement

Karina mengatakan, banyak cara untuk melestarikan budaya Indonesia terutama budaya Jawa Timur.  Misalkan, pembiasaan menggunakan batik atau Wastra Nusantara yang selalu ia terapkan setiap hari Jumat.

“Budaya tetap bisa dilestarikan dengan cara modern. Sekarang batik tidak hanya untuk pakaian tapi juga aksesoris seperti bando atau sepatu,” katanya, Sabtu (14/1/2023).

Upaya Karina dalam melestarikan batik dan mengenalkan kembali permainan tradisional tersebut terus ia sebarkan melalui media sosial.

“Cara menunjukan cinta kepada Indonesia menggunakan pakaian-pakaian yang menunjukan budaya Indonesia, batik, mengenalkan permainan tradisional dan budaya. Turut andil berkegiatan dan memanfaatkan media promosi,” katanya.

Kemudahannya menggunakan media sosial dimanfaatkan dengan menyebarkan pengetahuan tentang budaya Indonesia. Sebab, menurutnya, media sosial dinilai sangat berpengaruh untuk menyebarkan kegiatan positif.

Pemilik akun instagram Karina Afandi ini juga meminta anak-anak seusianya untuk cermat dalam menggunakan gawai maupun media sosial.

“Digitalisasi itu ada dampak positif, ada negatifnya. Kadang ada yang tidak sadar menulis komen buruk dan bullying, itu yang harus dihentikan. Tapi Karina memanfaatkan media sosial itu lebih untuk menyebarkan budaya-budaya Indonesia,” ujarnya.

Ia berupaya agar masyarakat dapat terus mengetahui tentang ragam budaya Indonesia. Pengenalan tentang budaya Indonesia seperti wastra nusantara maupun permainan tradisional akan meningkatkan keingintahuan dan mendorong rasa cinta budaya.

Hidupkan Permainan Tradisional 

Karina Aliya Afandi selama ini dikenal aktif mengenalkan dan mengakrabkan kembali beragam permainan tradisional.

Sebab, menurut Karina, permainan tradisional tidak hanya menyenangkan tetapi juga mengasah berbagai kemampuan anak. Hal ini dipahami Karina Aliya dengan terus menyebarkan sisi positif dan keseruan permainan tradisional ke anak-anak seusianya.

“Menyebarkan permainan tradisional dan mengikuti beberapa komunitas budaya. Bulan depan ke Malang memperkenalkan permainan tradisional seperti enggrang, bekel dan dakon,” kata Karina di sela mengisi acara Talk Show Beraga Budaya.

Hal ini yang ingin secara konsisten disampaikan oleh Karina sebagai influencer muda yang fokus pada budaya, terutama di Jawa Timur. Terlebih bisa sekaligus mengajak anak-anak seusianya untuk bermain permainan tradisional yang mungkin sebelumnya pernah dimainkan oleh orang tua mereka.

“Seperti sebelumnya Karina mengenalkan permainan tradisional di sekolah, dari yang awalnya Karina tahu dari mama kemudian bisa mengajak teman-teman Karina di sekolah,” ucapnya.

Ia juga terus berkomunikasi dan terlibat dengan beberapa komunitas yang fokus pada budaya, permainan tradisional dan kelestarian alam. Sehingga dapat menularkan hal-hal tersebut kepada anak seusianya.

Selain tentang budaya, Karina juga memperhatikan permainan yang akhir-akhir ini digemari anak-anak. Terkait viralnya permainan latto-latto, Karina mengaku senang lantaran anak-anak memiliki permainan yang dapat mengurangi kecenderungan bermain gawai. Menurutnya, latto-latto sebagai permainan modern memiliki dampak baik.

“Semua orang berkesempatan memainkan latto-latto, karena tidak hanya untuk bermain tapi melatih kecepatan dan pikiran (fokus),” katanya.

Ia pun tak ingin ketinggalan mempelajari permainan kecepatan tangan tersebut. Dia mengaku tak butuh waktu lama untuk lihai memainkan permainan tersebut.

“Baru viral langsung beli dan belajar. Sekarang sudah lihai,” ungkapnya.

Saking tertariknya, ia ingin mengajak anak-anak untuk bermain latto dengan gaya melalui give away di akun media sosialnya.

“Harapannya permainan tradisional Indonesia bisa viral juga, misal bekel,” ucap Puteri Anak Indonesia Budaya 2022 Karina Aliya Afandi. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES