Advertisement
Gaya Hidup

Kisah Unik VW Safari Klasik Berbodi Kayu Jati di Magelang

Bodi mobil lazimnya terbuat dari plat besi. Namun Satrio Herlambang asal Kabupaten Magelang memiliki VW Safari buatan Jerman tahun 1976 dengan bodi kayu jati. ... ...

TIMES Indonesia,
Kisah Unik VW Safari Klasik Berbodi Kayu Jati di Magelang
VW Safari buatan Jerman tahun 1976, milik Sartio Herlambang yang sudah dimodifikasi bodinya dengan kayu jati. (FOTO: Hermanto for TIMES Indonesia)
A-AA+

MAGELANG Bodi atau badan sebuah mobil lazimnya terbuat dari plat besi. Namun berbeda dengan Volkswagen (VW) yang dimiliki Satrio Herlambang. Pria asal Kabupaten Magelang ini memiliki VW berjenis Safari buatan Jerman tahun 1976 dengan bodi kayu jati.

Meski terlihat seperti mobil mainan atau hiasan, namun mobil tersebut bisa dinaiki dan dikendarai laiknya mobil pada umumnya. Untuk bahan yang digunakannya pun, dipilih kayu jati yang berkulitas. Bahkan kayu tersebut berusia ratusan tahun. 

Advertisement

Satrio menjelaskan bahwa, proses pembuatannya dilakukan di Jepara, dan membutuhkan waktu sekitar satu tahun. Tepatnya pada tahun 2007, proses itu dilakukan sahabatnya, seorang pengusaha kayu jati yang sudah berpengalaman.

Awalnya, Bodi asli yang ada dilepas, kemudian dibuatkan kerangka sebagai penopangnya. Kerangka tersebut berfungsi sebagai pelindung ketika badan mobil yang terbuat dari kayu jati itu dipasang.

Pembuatan badan mobil ini direkatkan dengan menggunakan lem kayu. Selain harus menghindari air dalam jumlah yang banyak, untuk menjaga ketahanan lem yang ada, badan mobil ini tidak bisa terkena sinar matahari langsung dalam waktu yang lama. 

Mobil-VW-Kayu-2.jpg
Semua bagian yang bisa diganti, akan diganti dengan menggunakan kayu jati. (FOTO: Hermanto for TIMES Indonesia)

Semua bagian yang bisa diganti, akan diganti dengan kayu jati. Seperti, jok, tempat kaca spion, kerangka kaca depan, semuanya telah diubah dengan kayu.

Advertisement

"Membersihkannya pun cukup dilap menggunakan air. Bisa dipernis juga jika ingin menambahkan kesan mengkilap," ucap Satrio kepada TIMES Indonesia, Selasa (1/8/2023).

Untuk perawatan mesin, tidak beda dengan mobil pada umumnya. Hanya saja untuk kaki-kaki, oli mesin dan rem harus lebih sering dikontrol secara berkala.

Karena kecintaannya dengan mobil klasik, khususnya VW, Satrio rela mengeluarkan ratusan juta untuk memiliki mobil tersebut. Namun bukan hanya VW Safari yang ia miliki, di rumahnya juga terdapat VW Combi dan VW Beetle.

Tidak berhenti sampai di situ, karena hobinya ini ia pun menjadi salah satu pendiri Cabrio, sebuah Komunitas bagi para pecinta mobil VW, yang ada di wilayah Magelang.

Mengingat hanya ada satu di Kabupaten Magelang, kini mobil VW kayu miliknya menjadi ikon pariwisata VW di kawasan Borobudur, Bahkan tak jarang mobilnya disewa untuk acara-acara pernikahan.  (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Hermanto
PenulisHermantoSarjana Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Tidar (lulus 1995). Bergabung di TIMES Indonesia, Agustus, 2023. Meliput, peristiwa lokal/ daerah, kuliner daerah dan evergreen.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia