Gaya Hidup

Merasakan Energi Positif dari Batu Akik Pacitan, Bisa Bikin Tambah Pede

Rabu, 30 Agustus 2023 - 18:30 | 407.62k
Pecinta Batu Akik Pacitan, Yudo Tri Kuncoro saat memaparkan pengalamannya. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Pecinta Batu Akik Pacitan, Yudo Tri Kuncoro saat memaparkan pengalamannya. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITANBatu Akik Pacitan selain memiliki keindahan dipercaya memiliki energi positif dan dapat meningkatkan rasa percaya diri (Pede). Yudho Tri Kuncoro, pecinta Batu Akik Kalsedon berbagi pengalamannya tentang manfaat batu akik, terutama bagi para pria.

Batu Akik Pacitan kembali menjadi pusat perhatian dengan keberadaannya yang dianggap memiliki energi alamiah untuk memberikan dampak positif pada pemakainya.

Menurut Yudho, batu akik telah membantu meningkatkan rasa percaya diri dan menjadi bagian penting dari jati diri masyarakat laki-laki di Pacitan.

Batu Akik Pacitan yang dipercaya memiliki kandungan energi yang kuat telah menjadi tren di kalangan penduduk setempat. Yudho yang sudah lama menjadi pemakai batu akik menjelaskan bahwa mengenakan batu akik bisa memberikan dorongan positif pada mental dan emosi seseorang.

"Saya merasakan perubahan positif setelah memakai batu akik ini. Rasa percaya diri saya meningkat, dan saya merasa lebih tenang dan seimbang," ujarnya, Rabu (30/8/2023). 

Salah satu hal menarik adalah bahwa batu akik memiliki makna yang mendalam bagi penduduk laki-laki Pacitan. Bagi mereka, batu akik sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari jati diri. Sejak zaman dulu, batu akik dianggap sebagai simbol keberanian dan kekuatan maskulinitas. Hal ini terbukti dari banyaknya pria di Pacitan yang dengan bangga mengenakan batu akik sebagai aksesori harian.

"Saya hanya pecinta keindahan batu akik. Kalau sudah pakai, rasanya Pede saja," ucapnya kepada TIMES Indonesia.

Namun, manfaat batu akik tidak hanya terbatas pada aspek kepercayaan diri. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa batu akik juga memiliki potensi untuk mengurangi stres dan meningkatkan energi positif. Dengan demikian, tidak heran jika banyak orang berbondong-bondong mencari dan mengoleksi berbagai jenis batu akik Pacitan.

Cincin-Batu-Akik-2.jpgKoleksi Batu Akik Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia) 

Sebagaimana diungkapkan pecinta Batu Akik Kalsedon di Desa Wonogondo, Kecamatan Kebonagung, Taufiq. Selain karena keindahan warnanya, ternyata menambah rasa bangga pemakainya.

"Ini Batu Akik Kalsedon terbaik pemberian Mbah Kiai. Saya bangga sebagai orang Pacitan," katanya.

Bahkan, Batu Akik Kalsedon Pacitan, lanjut Taufiq diincar bangsawan Ba'abud keturunan Rasulullah SAW. Beberapa waktu lalu, ia diminta untuk mencarikan motif tertentu yang cukup langka.

"Ada seorang Sayid yang meminta saya untuk mencarikan Batu Akik Kalsedon Pacitan motif merah putih, tapi belum ketemu barangnya," pungkas pria yang juga pimpinan Madin ini.

Dalam dunia modern yang serba cepat ini, minat terhadap pengobatan alamiah dan energi positif semakin meningkat. Batu Akik Pacitan menjadi salah satu pilihan yang menarik bagi mereka yang mencari keseimbangan dan kekuatan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, Batu Akik Pacitan bukan hanya sekadar perhiasan, tetapi juga memiliki nilai filosofis yang dalam. Pengalaman Yudho Tri Kuncoro, Taufiq dan penduduk Pacitan secara keseluruhan menggarisbawahi betapa pentingnya memiliki sesuatu yang dapat memberikan keyakinan diri dan menghadirkan kedamaian dalam hidup yang penuh tantangan.

Penting untuk diketahui, batu akik atau batu permata telah lama dipercaya memiliki energi alamiah dalam budaya masyarakat tertentu. Masyarakat di berbagai daerah sering mengaitkan batu akik dengan efek positif pada kesehatan fisik dan mental.

Dalam beberapa tradisi, batu akik dianggap memiliki kemampuan untuk menghadirkan energi positif, perlindungan dari energi negatif, serta membantu mencapai keseimbangan dalam tubuh dan pikiran.

Meskipun klaim ini belum sepenuhnya dibuktikan secara ilmiah, namun minat terhadap penggunaan Batu Akik Pacitan untuk tujuan kesejahteraan pribadi tetap tinggi di banyak komunitas. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES