Gaya Hidup

Pantai Mertasari dan Padanggalak Bakal Jadi Kawasan Konservasi Atraksi Layang-layang di Bali

Sabtu, 09 September 2023 - 22:14 | 87.09k
Pelangi Kota Denpasar dorong Pemerintah jaminan ketersediaan lahan untuk atraksi Layang-layang. (FOTO: Humas. Kota Denpasar)
Pelangi Kota Denpasar dorong Pemerintah jaminan ketersediaan lahan untuk atraksi Layang-layang. (FOTO: Humas. Kota Denpasar)

TIMESINDONESIA, DENPASAR – Ketua Persatuan Pelayang Indonesia (Pelangi) Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira mendorong Pemerintah Provinsi Bali untuk menjamin ketersediaan lahan untuk atraksi layang-layang atau menaikan layang-layang.

Jaminan ketersediaan lahan untuk atraksi layang-layang ini juga diminta Wandhira terhadap Pemkot Denpasar yang disampaikannya disela Pembukaan Denpasar Kite Festival Tahun 2023 di Pantai Padanggalak Denpasar, Sabtu (9/9/2023). "Ada dua lokasi yang direkomendasikan yaitu Kawasan Pantai Mertasari, Sanur dan Kawasan Pantai Padanggalak, Kesiman," usulnya.

Kedua lokasi tersebut dinilai ideal untuk menggelar beragam kegiatan atau lomba berbasis atraksi layang-layang di Kota Denpasar.

Pihaknya mendorong agar dua lokasi tersebut dipatenkan menjadi sebuah kawasan konservasi untuk masyarakat bermain atau atraksi layang-layang.

Selain juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lainya selama itu tidak mengubah bentuk kawasan yang identik dengan tanah lapang yang luas.

Wandhira menyampaikan bahwa pelestarian kesenian tradisi melayangan penting untuk dilaksanakan lantaran atraksi layang-layang tradisional merupakan salah satu potensi budaya masyarakat yang memiliki ciri dan keunikan tersendiri disamping dapat mendorong munculnya kreativitas serta inovasi baru.

“Kalau untuk pembuatan, saya kira di banjar-banjar atau sekehe-sekehe sudah banyak, kita ini terkendala dengan tempat melayangan, yang mana di Kota Denpasar ini Pantai Mertasari dan Padanggalak yang sering dimanfaatkan,” jelasnya.

Ia menilai dua lokasi itu, yakni Kawasan Pantai Mertasari dan Padanggalak ini sudah ideal sehingga pihaknya mendorong jajaran ekeskutif dan legislatif agar satu visi untuk menetapkan dua kawasan ini.

"Sehingga bisa dipatenkan untuk kawasan melayangan atau konservasi budaya melayangan sebagai permainan tradisional Bali yang memiliki nilai yang adi luhung,” harapnya.

Sampai saat ini, lanjut Wandhira, banyak pelayang atau rare angon Bali yang kebingungan mencari lokasi bermain layang-layang, khususnya yang berukuran besar.

Ia berharap jika sudah dipatenkan, kedua kawasan ini dapat terus dikembangkan menjadi kawasan pariwisata berbasis layang-layang tradisional Bali.

Hal ini juga secara jangka panjang tentunya atraksi layang-layang akan mampu menjadi daya tarik wisata baru di Kota Denpasar. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES